Connect with us

JAWA TIMUR

Apakah LGBT dipidanakan..? BEM STIKES ABI & HMI.. IBNU SINA Berbicara.

Published

on

Surabaya, Lingkaran.net – LGBT adalah kepanjagan dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Istilah ini digunakan semenjak tahun 1900-an menggantikan frasa komunitas gay karena istilah ini lebih mewakili kelompok tadi. kemudia LGBT ini penjadi perdebatan dikalangan Intelektua maupun akademisi seperti yang yang digelarkan oleh BEM STIKES ABI-Surabaya dan HMI Cabang Surabaya Komisariat Ibnusi Sina yang di gelarkan Di Mushalah STIKES ABI Surabaya,Kamis 8/02/18.

Baca Juga : KARIR DI LINGKARAN.NET

Isu LGKARIR DI LINGKARAN.NETBT kini kembali menjadi perbincangan Pro dan Kontra atas Apakah LGBT di pidanakan atau apakah dilakaukan sebuah tindakan pengobatan atau pencegahan,seperti yang disampaiakan BEM STIKES ABI “menamg LGBT ini sebuah tinsakan yang diluar kebiasan manusi pada umumnya namun hal itu tidak mesti di pidanakan, kita harus melakukan upaya mungkin dengan cara adanya penyuluhan atau advokasi terhahad masyarakat agar antisipasi terhadap putra putri dari penyakit LGBT.
Penyakait LGBT memang bukan sebuah turunan dari Rahim tapi ini disebabkan oleh beerapa gangguan dalam jiwa seseorang yang kemudian menimbukan dirinya menjadi LGBT,ujar Dea Febrianti.

Setelah Mahkamah Konstitusi menolak permohonan pemohon untuk memperluas penafsiran mengenai pasal-pasal yang terdapat di dalam KUHP. Diantaranya pasal 284 mengenai zina, pasal 285 mengenai pemerkosaan dan pasal 292 mengenai perbuatan cabul. Perbuatan cabul sendiri diperuntukan untuk anak-anak yang berada di bawah umur, sehingga ini menjadi celah bagi kaum LGBT, dan alasan MK sendiri menolak permohonan itu adalah karena bukan kewenangan MK memperluas dari pasal yang terdapat dalam KUHP, tetapi merupakan kewengan legislative dalam hal ini adalah DPR,ujar Vildan kader HMI.

Kemudian isu LGBT kembali menyeruak setelah Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengeluarkan pernyataan bahwa di DPR ada lima fraksi yang mendukung LGBT, sontak pernyataan  tersebut mendapat penolakan dari DPR sendiri. Namun yang menjadi pertanyaan, bagaimana kita menyikapi LGBT itu sendiri? Apakah perbuatan mereka itu harus dipidana atau dilegalkan,ujar Bahrudin

LGBT memang perilaku yang menyimpang dari akal sehat. Sejatinya Tuhan telah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan, misalnya ada siang dan malam, langit dan bumi, laki-laki dan perempuan. Dan LGBT sendiri bertentangan dengan agama maupun hukum . Dengan alasan itulah perbuatan LGBT harus dipidana. Namun apakah dengan dipidananya mereka akan menghilangkan LGBT,ujar bahrudin Mudhar

Jika mereka dipidana penjara misalnya untuk beberapa tahun, dan setelah masa tahanannya habis, ketika mereka keluar dan kembali ke lingkungan masyarakat, mereka akan tetap sebagai kaum LGBT. Namun selain dipidana, para kaum LGBT harus mendapatkan pendampingan entah itu dari dokter, psikolog maupun psikiater agar LGBT itu bisa disembuhkan. Sehingga disamping dipidana, ada upaya-upaya dari pemerintah untuk menyembuhkan mereka, dan ketika masa tahanannya habis, kemudian kembali ke lingkungan masyarakat mereka akan menjadi orang normal seperti biasa dan mengurangi kemungkinan diskriminasi terhadap mereka,tegas Nuris Kader HMI.

Lalu bagaimana jika LGBT ini dilegalkan? Apa alasannya? Katakanlah HAM, para kaum LGBT selalu menjadikan HAM sebagai tameng. Namun bisakah LGBT dilegalkan dengan alasan HAM? HAM sendiri merupakan produk hukum internasional, oleh karena HAM merupakan produk hukum internasional, maka dalam penerpannya harus disesuaikan dengan budaya, agama dan keadaan masyarakat Indonesia,kembali Anggoro bertanya

 

o

Perilaku LGBT jelas bertentangan dengan norma agama dan hukum. Tidak ada satupun agama yang ada di Indonesia melegalkan LGBT, baik itu agama islam, hindu, budha, maupun Kristen. Jangankan LGBT, perbuatan zina saja semua agama melarangnya.  Dan kita adalah negara pancasila yang dalam sila pertama jelas mencantumkan ketuhanan di sana. Kita memang bukan negara agama tapi kita negara yang berketuhanan. Jika Russia saja yang tidak bertuhan melaranag perbuatan LGBT, apalagi kita sebagai negera yang berketuhanan. Selain itu, LGBT juga bertentangan dengan norma hukum, salah satunya adalah Undang-Undang No. 1 Tahun 1974. Disana disebutkan, yang dimaksud dengan kawin adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia berdasarkan ketuhanan yang maha esa,jelas Bahrudin

Inti dan hasil dari kajian ini adalah harus ada tindaka lanjut dan STIKES ABI DAN HMI KOMISARIAT IBNU SINA tetap kordinasi terkait tindak lanjut dalam bentuk aksi baik aksi Orasi publik atau Seminar ? kesimpulan Iron selaku Modirator…( Red)

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


PENGADUAN ONLINE


: [email protected]

: 0821 3963 6484

RUANG IKLAN

Arsip

Kategori

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com