Connect with us

PENDIDIKAN

Berilmu, Berakhlak Mulia Berwawasan Kebangsaan

Published

on

Try out online dari Siswa-siswi SMP Dhaniswara

Surabaya, lingkaran.net – Yayasan Dhaniswara yang menaungi SMP Dhaniswara, jl Kalidami 14 – 16 Surabaya, Merupakan sekolah menengah pertama yang sukses meluluskan siswa – siswi terbaik. SMP Dhaniswara ini berdiri tahun 1979, dan diasuh guru – guru berpengalaman serta profesional.

Siswa-siswi SMP Dhaniswara foto bersama setelah pelaksanaan try out online

SMP Dhaniswara Surabaya mempunyai visi dan misi sebagai berikut : 1.Berilmu, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan. 2.Mengantarkan peserta didik memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi, kemantapan beragama  serta berakhlak mulia. 3.Memberikan keteladanan dalam kehidupan atas dasar nilai – nilai luhur budaya bangsa. 4. Memperdayakan peserta didik menjadi manusia intelektual, emosional dan cerdas melalui penerapan K 13.

Disamping diberikan ilmu kependidikan formal, siswa – siswi juga di berikan exstra kulikuler sepeti Pramuka, hafalan Qur’an juz 30, pencak silat ‘’ JOKO TOLE’’, jurnalis majalah siswa ’’ MATA SWARA’’, baca Qur’an (tartil). Di selah santai Kepalah sekolah menerangkan.’’ Kalau saya berharap ke anak anak bisa lulus seratus persen, karena mereka kita beri try out online terus. Sebisa mungkin anak anak bisa masuk sekolah negeri, kalau anak – anak bisa sukses, bisa tercapai yang diinginkan kesekolah negeri. Kan punya kebanggaan sendiri. Banyak lulusan sekolah Dhaniswara yang masuk di Negeri, harapan saya anak- anak bisa mencontoh kakak- kakaknya bisa meneruskan ke sekolah negeri. Yang sangat penting sekali, apa yang kita terapkan disini sekolah Dhaniswara, yaitu visi dan misi bisa tertanam di anak didik semua. Aamin.’’ Terang Ir Zaidahtul Aliyah. (Hd)

Share this
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

PENDIDIKAN

Fasilitasi Kreatifitas Siswa Melalui Gebyar Seni

Published

on

Satu dari sekian tampilan dalam Gebyar Seni SDN Kebonsari Kulon 2

Probolinggo, lingkaran.net – Guna menumbuh kembangkan kemampuan siswa dalam berbagai hal, termasuk didalamnya prestasi dibidang seni, maka pengurus SDN Kebonsari Kulon 2 kota Probolinggo menggelar even Gebyar Seni. Kegiatan yang sejatinya sebagai ajang perpisahan bagi siswa kelas akhir dilembaga pendidikan ini mengusung tema “Disini Kami Mengukir Prestasi”. Acara yang dibuka dengan tampilan sejumlah tari antara lain tari Wong Wongan yang dimainkan siswa kelas IV, kemudian tari Kelinci oleh siswa kelas II serta tampilan Pantomim, selanjutnya diisi dengan sambutan dan deretan kesenian dari siswa siswi sekolah tersebut, Sabtu (12/5).

Catur Maharani Sulistyowati S.Pd, M.Pd ketika memberikan sambutan

Agenda yang ditempatkan dihalaman sekolah ini, dihadiri Sekretaris Disdikpora mewakili Kadis Dikpora Drs HM Maskur M.Pd, Perwakilan Polres Probolinggo kota, Komite Sekolah serta Walimuriddari jenjang kelas disekolah ini. Ike Kuspita Mozza selaku panitia dalam kegiatan tersebut, dalam laporannya menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan Gebyar seni ini berkat dukungan berbagai pihak sehingga acar ini dapat berlangsung seperti yang diharapkan.  Menyangkut anggaran yang digunakan dalam kegiatan tersebut, Ike menjelaskan bahwa anggaran atas kegiatan ini berasal dari Bosda, spontanitas paguyuban serta donasi dan sponsorship dari media grup (Lingkaran.net, WartaKum dan Kombes Pagi). “Atas nama panitia kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga untuk partisipasi semua pihak, sehingga kegiatan ini dapat terselenggara.”Ujarnya.

Ketua Komite dilembaga pendidikan ini, M Taufiq MPd,  dalam sambutannya mengatakan  bahwa kegiatan tersebut lebih menitik beratkan pada upaya pihak sekolah dalam menampung kreatifitas siswa setelah satu tahun menjalani proses pembelajaran. “Mudah-mudahan tahun mendatang kegiatan semacam ini akan terus berlangsung dan lebih ditingkatkan.”katanya.

Sementara Catur Maharani Sulistyowati S.Pd, M.Pd selaku Kepala sekolah SDN Kebonsari Kulon 2 dalam sambutannya menyampaikan “Sengaja kegiatan yang biasanya disebut perpisahan ini, kami kemas dalam bentuk Gebyar seni dengan tema Disini kami mengukir prestasi. Hal ini semata memberi hiburan pada siswa khususnya kelas VI, karena pengumuman kelulusan siswa masih belum sehingga dibuatlah kegiatan gebyar seni.”ungkapnya.

Kepala Disdikpora yang diwakili Dra Wahyu Ratnawati MSi dalam sambutannya mengungkapkan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. “kegiatan ini harus mendapat apreasiasi dari semua pihak, namun yang terpenting kami berharap para walimurid lebih termotivasi untuk memberi dukungan pada putra putrinya guna melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sehingga pendidikan anak akan terus berkelanjutan.”ungkapnya.

Kemeriahan kegiatan ini makin terasa setelah dilanjutkan dengan berbagai tampilan seni hasil kreatifitas siswa berupa tari kontemporer, pencak silat dan menyanyikan lagu. Yang menarik dalam kegiatan ini juga ada pemberian reward bagi siswa berprestasi dan pemberian doorprice pada para undangan diacara tersebut. (Rul/Tim)

Share this
Continue Reading

Birokrasi

Aksi Damai Menolak MIX Mewarnai Peringatan HARDIKNAS di GRAHADI

Published

on

By

Aksi damai walimurid

Surabaya, lingkaran.net – Aksi Damai Menolak MIX ,pengabungan antara SDN Kaliasin 3 menjadi satu ke SDN kaliasin 1 menjadi perhatian khusus bagi para peserta upacara HARDIKNAS di halaman gedung  Grahadi Surabaya.

Aksi damai penolakan MERGER dan MIX yang dilakukan puluhan orang tua wali murid SDN Kaliasin 1 digelar di depan sekolah.

Koordinator Aksi Fery mengatakan ke awak media lingkaran.net , bahwa aksi ini menolak adanya MIX yang akan dilakukan pihak sekolah .

Kalau ini sampai dijadikan satu maka akan bisa menganggu mental siswa – siswi kedepanya .

Insert : Aninda Orang Tua Wali murid

Aksi bungkam mulut dan Petisi pengalangan penandatanganan yang dilakukan oleh wali murid ini bukti penolakan adanya MIK.

Aksi yang sempat menyita perhatian publik ini , pas ketika upacara memperingati HARDIKNAS selesai.

Sekitar 30 menit aksi bungkam mulut dan petisi tanda tangan digelar, sempat jadi kepadatan arus lalu lintas .

Akhirnya peserta aksi dipersilahkan untuk masuk guna musyawarah bersama di ruang sekolah.

Nampak hadir 20 perwakilan wali murid, kepala sekolah sdn kaliasin, linmas, perwakilan muspika.

Insert : Agnes Kabid SDN Dinas Pendidikan Surabaya

Ketua bidang sekolah dasar Dinas Pendidikan Surabaya ” Agnes Warsiati ” membuka gelar pendapat kepada perwakilan wali murid. (2/05/2018).

Aninda Viltani perwakilan memberikan pejelasan terkait aksi damai bahwa selaku orang tua beliau menyayangkan adanya MIK, karena dampak fisiologis dari siswa siswi sangat tertekan.

Sosialisasi pendekatan ke siswa – siswi harus lebih banyak dilakukan bukan malah ditakuti ,ungkapnya .

Beliau juga berharap agar bentuk kepedulian pada anak harus selalu diperhatikan.

Dari hasil musywarah akhirnya, semua perwakilan wali murid agar menulis di selembar kertas terkait keluhan yang akan disampaikan kepada pimpinanya dan secepatnya akan memberikan jawaban, ucap “Agnes Warsiati ” Kabid Sekolah Dasar Negeri Dinas Pendidikan Surabaya ini.

Perwakilan akhirnya membubarkan diri dan tetap akan menunggu hasil dari musyawarah, kalau apabila belum ada kesepakatan  maka akan ada aksi selanjutnya. ( Red)

Share this
Continue Reading

PENDIDIKAN

BEM Jatim Siap Mengawal Bonus Demografi 2019

Published

on

By

BEM memberikan foto pakde Karwo

Surabaya,lingkaran.net- Dirilis oleh Kominfo Jawa Timur (Jatim) diperkirakan akan mengalami bonus demografi pada tahun 2019. Artinya lebih awal dari fase bonus demografi nasional yang akan terjadi pada tahun 2030.

Untuk menghadapi bonus demografi tersebut perlu adanya keseimbangan antara peningkatan mutu SDM serta pemaksimalan pembangunan. Keseimbangan tersebut bertujuan agar kemampuan SDM yang ada tidak tumpang tindih dengan lapangan kerja yang tersedia

Oleh karena itu BEM Jatim siap berkomitmen untuk selalu adil dalam memaksimalkan kapasitas pemuda serta mengawal pembangunan Jatim. Hal tersebut diungkapkan dalam acara pengukuhan BEM Jatim.(19/4)

Dalam acara tersebut Pakde Karwo yang hadir sebagai pemantik menyampaikan apresiasinya atas langkah yang telah dilakukan oleh BEM Jatim.

Beliau meminta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai forum intelektual harus aktif membantu dan mengawal jalannya pembangunan di Jawa Timur.

“Ini adalah hal yang sangat serius, jika mahasiswa tidak membantu pemerintah maka, jalannya pembangunan di Jatim tidak akan optimal,” ujarnya.

Salah satu langkah untuk menghadapi tantangan dari adanya bonus demografi tersebut adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penyiapan sarana infrastruktur.

“Kita menyampaikan kepada BEM tentang hal perubahan zaman ke depan seperti apa. Tantangan kita adalah bonus demografi akankah menjadi bonus atau bencana. Maka solusinya adalah peningkatan kualitas SDM, infrastruktur. Intinya, kami ingin mencetak generasi cerdas berakhlak baik,” tegasnya.

Menurut Ahmad Noor Fuadi, Koordinator  Presidium BEM Jatim pengukuhan ini memang bertujuan untuk menghidupkan kembali peran mahasiswa sebagai agen of change, agen of control serta Iron stock.

Sehingga dengan demikian mahasiswa terus didorong untuk menjadi garda terdepan dalam memunculkan ide dan gagasan sebagai jawaban atas tantangan zaman. Serta mampu menciptakan iklim yang progresif bagi pemuda yang notabene merupakan subjek dari bonus demografi.

“Untuk kedepannya kami mengharapkan BEM Jatim ini mampu menjadi wadah untuk menghidupkan peran BEM. Yaitu sebagai pelopor dalam meningkatkan kualitas pemuda serta sebagai pengawal pembangunan daerah” Tegas Ahmad Noor Fuadi, Koordinator Presidium BEM Jatim.

Dengan membangun spirit revolusi mental sejak awal, etos kerja pemuda yang profesional mandiri, dan kreatif maka dapat dipastikan bonus demografi dapat diraih dengan mudah.

” Tentu akan menjadi suatu kebanggaan, ketika manisnya hasil bonus demografi merupakan buah dari jerih payah pemuda-pemudi Indonesia yang cerdas, berintegritas serta beretos kerja tinggi” tutup Ahmad Noor Fuadi.(Arianto Deni)

Share this
Continue Reading

PENGADUAN ONLINE

RUANG IKLAN ANDA

Arsip

Kategori

Trending

error: Content is protected !!