Connect with us
[metaslider id="4417"]

SOSIAL

“Jembatan Penyeberangan Orang (Jpo), Riwayatmu Kini …?”

lingkaran.net

Published

on

Surabaya, lingkaran.net –  Memiliki banyak jalan raya, yang selain padat arus lalu-lintasnya, juga tergolong relatif rawan kecelakaan bagi para penyeberang jalan. Maklum, tidak sedikit pengguna jalan raya yang memacu kendaraannya dengan cukup kencang untuk ukuran di dalam kota.

Alhasil, bagi pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan, kini tidak perlu risau. Salah satu solusi jitunya adalah dengan banyak dibangunnya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang melintas di atas jalan raya. Kini, dengan memanfaatkan JPO tersebut, maka pejalan kaki yang hendak melintasi jalan raya, akan terjamin keselamatannya dari “sambaran” kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi alias “ngebut”. Pejalan kaki yang menggunakan JPO, juga akan “dimanja” sejenak dengan berbagai fasilitas, yaitu: JPO yang dilengkapi dengan atap, dan kamera CCTV (Close Circuit Television).

 

Memang, dari segi “keamanan”, bagi pejalan kaki yang ingin menyeberang jalan raya, JPO adalah salah satu alternatif yang “pas”. Sedangkan yang masih belum “pasti” adalah dari segi “kenyamanan”. Lho, kok bisa begitu, apa alasannya? Nah, fakta dan realita yang akan berkata. Mungkin “merawat” itu akan tidak kalah sulit dan rumitnya dengan “membangun” JPO itu sendiri.

 

JPO tak terawat

Ada beberapa JPO yang keadaan dan keberadaannya tampak kurang terawat alias kurang mendapatkan perhatian dari pihak atau institusi yang terkait. Ada JPO yang lantai maupun atapnya rusak (berlubang atau jebol), kurangnya lampu penerangan sehingga suasananya tampak “temaram” alias “remang-remang”, bau “pesing” yang sangat menusuk hidung, banyak sampah yang berserakan, adanya para “gepeng” (gelandangan dan pengemis), dan pedagang asongan yang nongkrong sambil menjajakan dagangannya. Kemudian di saat malam sudah larut dan keadaan sudah mulai sepi dan sunyi, kebanyakan pejalan kaki “keberatan” untuk menyeberang jalan via JPO dengan alasan tidak adanya jaminan “keamanan” atas tindakan kriminal dari ulah para penjahat yang sengaja memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dalam menjerat mangsanya yang lagi lengah.

Baca Juga Menarik :   Uji Kompetensi dan Pengalaman, Puluhan Mahasiswa PPL Ikuti Pelaksanaan LPJ

 

Nah, fenomena yang tersebut di atas hendaknya benar-benar dikaji ulang dan harus mendapatkan ekstra perhatian dari pihak maupun instansi yang terkait demi mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan bersama dan sekaligus agar keadaan dan keberadaan JPO tersebut bisa berfungsi secara maksimal dan tepat guna sebagaimana mestinya alias tidak “mubazir” sehingga akan benar-benar bermanfaat bagi semua pihak yang menggunakan JPO.

( Prof. Dr. SUGENG TJAHJONO, ST, SH, MM, PhD – Pemerhati Lingkungan ).

Share this
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

SOSIAL

Kuatkan Pemahaman Fiqih, KUA Jatibanteng Gelar Pengajian Fathul Qorib

Biro Situbondo

Published

on

SITUBONDO, Lingkaran.Net- Dalam rangka menambah ilmu pengetahuan Keislaman serta untuk mengasah kemampuan dalam bidang “Fiqh”, para pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jati banteng baik dari staf sampai dengan Penyuluh Agama Non PNS memiliki inisiatif bersama untuk melaksanakan sebuah kajian kitab kuning seputar Fiqh yang dikemas dengan arisan sebulan sekali di KUA Kecamatan Jati Banteng, 19/04

H. Buhadi sebagai Kepala KUA Jati Banteng menyampaikan bahwa latar belakang adanya pengajian ini berangkat dari sebuah kesadaran bersama serta motivasi pegawai serta penyuluh agama Non PNS agar selalu semangat belajar dan mendalami ilmu agama yang notabenenya merupakan tugas dan tanggung jawab di bidang ilmu agama terutama soal Fiqh, Sehingga melalui kegiatan mengaji kitab kuning ini dapat dijadikan sebuah dasar dan pemahaman dalam mengambil sebuah keputusan.

“Oleh sebab itu Kajian kitab kuning dapat mengantarkan penyuluh agama Islam Non PNS khususnya KUA Jatibanteng yang di wakili oleh ust. Ali Shodiq Aza menjadi juara 1 dalam lomba baca kitab kuning tingkat Fathul mu’in antar KUA se kecamatan yg ada di kabupaten situbondo dalam rangka HAB Kemenag yg ke 72”

Lebih lanjut H. Buhadi menjelaskan terkait kegiatan pengajian kitab kuning ini akan diusahakan berjalan Istiqomah, Sehingga dapat dijadikan barometer oleh petugas KUA dan penyuluh Agama mahir di bidang keagamaan serta maksimal melayani masyarakat, misalnya ketika ada masyarakat yang konsultasi masalah keagamaan sudah tidak kesulitan lagi dalam mencari rujukan sebagai refrensi.

“Disamping itu kegiatan semacam ini akan terus dilakukan untuk memberi motivasi agar semua terus belajar dan belajar dalam mendalami ilmu keagamaan terutama dalam hal Fiqh, selanjutnya kami berharap kepada semua pegawai KUA dan semua penyuluh agama Islam Non PNS, agar saling mendukung dan menjaga solidaritas serta soliditas demi terwujudnya cita-cita bersama yakni kemajuan KUA Jatibanteng. Pungkasnya

Baca Juga Menarik :   Lokalisasi Ditutup, Apakah Solutif Atau Diskriminatif?

Mul_Msm

Share this
Continue Reading

SOSIAL

Tim Evaluasi Berikan Apresiasi positif pada kunjungannya ke lokasi TMMD Ke 101 di Desa Jatisari

Biro Situbondo

Published

on

SITUBONDO, Lingkaran.Net- Dalam pelaksanaan TMMD tahun ini, Mayjen TNI Hartomo, masyarakat, pemerintah unsur organisasi kegamaan, kwarcab pramuka, TNI dan Polri serta unsur yang lainnya bersama-sama bergotong-royong saling membantu untuk mensukseskan pelaksanaan TMMD ke 101 tersebut. Kamis (19/04/2018)

Mayjen TNI Hartomo Dan Pusterad, Letkol Arm Benny H.S, Kabag Bakti Pusterad, Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo, Danrem 083/Bdj, Letkol Inf Nanang Prianggodo S.Sos MAP Kasiter Korem 083/Bdj, Mayor Arm Bambang Supriadi Pabanda Bakti TNI Kodam V/Brw melakukan pengawasan pelaksanaan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 101 di Dusun Polay, Dusun Bandhusa dan Dusun Alun-Alun, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo.

Kedatangan Tim Wasev ke lokasi TMMD tersebut didampingi Dandim 0823 SitubondoLetkol Inf Ashari dan Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH.

“Kedatangan saya ke lokasi TMMD ke 101 ini mendapatkan tugas dari Ketua Tim Evaluasi Irjen TNI Tobing. Tugas saya di sini melaksanakan pengawasan pelaksanaan TMMD ke-101 ini yang kebetulan di daerah Kabupaten Situbondo,” jelas Mayjen TNI Hartomo Dan Pusterad.

Tujuan dari kegiatan ini agar program pada awalnya kegiatan ini di rencanakan, di siapkan dan di paparkan tingkat pusat pengawasan ini dilakukan di seluruh Kodem yang ada TMMDnya.

“Dari hasil pengawasan tim, saya melihat kinerja TMMD dilakukan dengan sungguh-sungguh. Yang menjadi sasaran hampir semuanya tercapai dengan baik dan tidak ada kendala yang disampaikan ke saya.” jelasnya.

“Harapan saya hasil pelaksanaan TMMD dapat dimanfaatkan dan dinikmati oleh masyarakat dalam jangka panjang sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemanunggalan TNI dan rakyat benar-benar dirasakan,” tuturnya.

Program TMMD dilaksanakan, imbuh Mayjen TNI Hartomo, melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat dengan menggunakan proses Bottom Up Planning System yang dilaksanakan secara komprehensif dan integral, karena melibatkan semua unsur-unsur yang terkait dimulai dari tingkat desa atau kelurahan sampai dengan tingkat kabupaten atau kota.

Baca Juga Menarik :   Kasat Narkoba Polres Situbondo Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

Lebih lanjut, Mayjen TNI Hartomo juga menyerahkan bantuan sembako dan uang kepada masyarakat miskin yang layak menerima bantuan yang berada di lokasi TMMD.

(Uday)

Share this
Continue Reading

SOSIAL

Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga, Pendamping PKH Panarukan Beserta Supervisor Gelar P2K2

Biro Situbondo

Published

on

SITOBONDO, Lingkaran.Net- Pendamping Program Keluarga Harapan (PPKH) Bersama Supervisor menggelar Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session (FDS) melalui modul pengelolaan keuangan dan perencanaan usaha sesi 1 yaitu “mengelola keuangan keluarga” di Desa Peleyan Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Rabu (18/04/18)

FDS wajib dilaksanakan oleh pendamping PKH kepada Seluruh Keluarga penerima manfaat (KPM), sebab FDS bertujuan untuk menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian KPM dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial.

Pada Pertemuan FDS Kali ini, Kiki Lia Sistawati Sebagai Pendamping PKH Kecamatan Panarukan mengatakan Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.30 WIB yang bertempat disalahsatu rumah KPM dengan dihadiri sebanyak 45 KPM PKH Desa Peleyan.

“Kehadiran pendamping PKH dan Pekerja Sosial Supervisor PKH dilokasi kegiatan FDS disambut dengan semangat dan bangga oleh ibu-ibu KPM sebab telah terjalin keakraban, Adapun rangkaian kegiatan FDS ini diawali dengan pembukaan, perkenalan, pemahaman pokok bahasan, maksud dan tujuan materi yang disampaikan sehingga kegiatan berjalan sistematis, kondusif serta sesuai dengan harapan. Pungkasnya

Disamping itu pada sesi ini metode yang digunakan pendamping yaitu metode ceramah dan atau model dialog, misalnya diberikan pemahaman kepada KPM terkait perbedaan antara kebutuhan dan Keinginan, serta bagaimana memahami jumlah pendapatan dan pengeluaran bahkan juga memberikan contoh konkrit kasus guna memudahkan KPM untuk memahami. Ditengah materi juga dilakukan Ice Breaking seperti permainan, menyanyi dan dialog penyemangat.

“supaya KPM atau peserta FDS tidak jenuh dan bosan mendengarkan penjelasan saya, oleh karena itu saat memberikan penjelasan perlu saya luangkan waktu ice breaking, melalui ice breaking pasti suasana jadi cair, fresh dan tidak membosankan.” Ungkap Kiki panggilan akrabnya.

Baca Juga Menarik :   Peduli Rumah Besar NU, PAC Ansor Arjasa Beserta Pramuka Gelar Kerja Bakti

Selanjutnya Fakhry Akmal Aly Yasfin selaku Supervisor Kabupaten Situbondo berharap melalui kegiatan P2K2 semacam ini, peserta maupun KPM mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh, terutama mengidentifikasi sumber pendapatan dan pengeluaran keluarga, serta menghitung rata-rata jumlah pendapatan pengeluaran mereka.

“Dengan demikian peserta mampu menentukan prioritas pengeluaran dan mencatat dalam anggaran keuangan keluarga, kemudian memahami cara mengendalikan pengeluaran sesuai anggaran yang telah dibuat, sehingga akhirnya kebutuhan dan kesejahteraan keluarga dapat terpenuhi sesuai harapan,”pungkasnya

Ar Rozy

Share this
Continue Reading

PENGADUAN ONLINE

RUANG IKLAN ANDA

Arsip

Kategori

Trending

error: Content is protected !!