Connect with us
[metaslider id="4417"]

HUKUM

Kasus Setya Novanto Bernuansa Pencucian Uang

lingkaran.net

Published

on

Novanto sebagai kasus korupsi dengan metode baru bernuansa pencucian uang.

Jakarta, lingkaran.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut persidangan terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto telah mengungkap metode baru dalam kasus korupsi di Indonesia. Jaksa pun menyebut perkara korupsi yang melibatkan Novanto sebagai kasus korupsi dengan metode baru bernuansa pencucian uang.

“Di persidangan ini pun dibeberkan fakta metode-metode baru untuk mengalirkan uang hasil kejahatan dari luar negeri tanpa melalui sistem perbankan nasional sehingga akan terhindar dari deteksi otoritas pengawas keuangan di Indonesia. Untuk itu tidak berlebihan rasanya jika penuntut umum menyimpulkan ini lah perkara korupsi bercita rasa tindak pidana pencucian uang,” kata Jaksa KPK Irene Putri di pembacaan tuntutan Setya Novanto di Pengadilan Tipikor di PN Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (29/3/2018).

KPK menjelaskan, persidangan telah membeberkan sejumlah fakta terkait penerimaan uang Novanto. Untuk mengungkap penerimaan uang ini, KPK harus memaparkan proses aliran dana yang melibatkan 6 negara, yakni Indonesia, Singapura, Mauritius, Amerika Serikat, India, dan Hongkong.

Selain itu, KPK harus menghadirkan 80 saksi dan 9 ahli untuk mengungkap proses penerimaan uang Novanto yang menggunakan pendekatan jual-beli saham serta kegiatan tukar-menukar uang asing. KPK juga menghadirkan sejumlah pejabat negara, baik pejabat eksekutif maupun legislatif, pengusaha money changer, serta advokat untuk membuktikan proses aliran e-KTP.

KPK juga mendengarkan 4 saksi dan 3 ahli untuk membantu penanganan kasus e-KTP. Selain itu, KPK mengumpulkan bukti surat 264 lembar dan 122 bukti petunjuk untuk membuktikan keterlibatan Novanto dalam kasus korupsi e-KTP. KPK juga harus menelaah sekitar 7.372 bukti untuk mengungkap keterlibatan Novanto.

Dalam pembacaan tuntutan, KPK berterima kasih kepada majelis hakim yang bersikap berimbang kepada penuntut umum dan juga penasihat hukum. Mereka juga berterima kasih kepada tim penasihat hukum dalam membantu mencari kebenaran. Ia menilai, tanggapan penasihat hukum telah membantu pelaksanaan persidangan.

Baca Juga Menarik :   KANIT.Reskrim POLSEK PAKAL..... Tidak Cukup Bukti , Pengguna NARKOBA Kami Lepas..?.

KPK berterima kasih kepada otoritas luar negeri yang membantu pengungkapan kasus e-KTP. Pengungkapan kasus e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto pun memperkuat indikasi pemberantasan korupsi secara internasional.

“Kerja sama internasional dalam penanganan korupsi juga menjadi pesan bagi semua bahwa tiada tempat bagi pelaku dan hasil kejahatan meskipun di luar negeri sekalipun. Karena itu, you can run but you can’t hide,” kata jaksa KPK Irene.

KPK menyebut penanganan kasus korupsi e-KTP seperti perkara lari marathon. Mereka berpandangan penanganan e-KTP perlu kecepatan, ketepatan, dan ketahanan diri yang tinggi untuk pengungkapan e-KTP. Mereka akan terus berusaha mengungkap keterlibatan kasus e-KTP dan tidak akan berhenti dengan terdakwa Setya Novanto.

“Oleh karena itu dapat dipastikan kami tidak akan kehabisan energi untuk terus melakukan pengusutan sengkarut perkara a quo yang pada saat ini baru memasuki tahap awal dari sebuah permulaan,” kata Jaksa KPK. (red)

Share this
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

HUKUM

Kapolsek Simokerto Adakan Kegiatan Operasi Cipkon, Hasil Tilang Sebanyak 45 Pelanggar

KORLIP lingkaran.net

Published

on

Kapolsek Simokerto sedang memeriksa pengendara motor dalam Operasi Cipkon. (Foto Istimewa)

Surabaya, lingkaran.net – Polsek Simokerto mengadakan kegiatan Cipta kondisi (Cipkon) di Jalan Sidodadi, Simokerto, Surabaya, Rabu (18/4/2018) Pukul 10.10 sampai dengan 11.10 WIB.

Operasi Cipta kondisi (Cipkon) mandiri di pimpin Pawas , AKP Masno didampingi langsung Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih S.H, M.H dan Kanit Intelkam, Kanit Lantas, dan Provost. Operasi digelar dengan kekuatan anggota sebanyak 15 personil.

Insert : Polsek Simokerto mengadakan Operasi Cipkon.


Sasaran operasi cipta kondisi antara lain seperti curas, curat, dan curanmor (3C) dan senjata tajam, senpi, handak, miras, Narkoba, dan lain-lainnya.

Adapun kegiatan cipkon tersebut meliputi pemeriksaan dan menggeledah terhadap roda dua maupun roda empat berupa surat-surat pengendara, barang dan kendaraan bermotor. Antara lain roda 2 sebanyak 197 unit dan roda 4 sebanyak 13 unit kendaraan.

Dari operasi Cipkon didapat hasil tilang sebanyak 45 lembar dan barang bukti yang di sita STNK sebanyak 36 dan SIM 8 lembar serta satu unit kendaraan roda 2 yang berhasil diamankan anggota kepolisian.

“Dalam pelaksanaan kegiatan operasi cipta kondisi berjalan aman, lancar, dan terkendali,” terang Perwira melati satu dipundaknya.

Penulis : Sabairi
Editor : Firman

Share this
Baca Juga Menarik :   Belum Temukan Titik Terang, Sidang Ke-15 Pejuang Alun-Alun Gresik Ditunda Lagi
Continue Reading

HUKUM

Belum Temukan Titik Terang, Sidang Ke-15 Pejuang Alun-Alun Gresik Ditunda Lagi

KORLIP lingkaran.net

Published

on

Suasana Sidang Ke-15 pejuang alun-alun Kabupaten Gresik di Pengadilan Negeri.

Gresik, lingkaran.net- Semua berhak mendapat perlakuan hukum yang adil. Jika tidak bersalah, seharusnya dia dikeluarkan segera mungkin.

Polemik nasib ketiga aktivis pejuang Alun-alun belum menemukan titik terang, Rabu (18/04/2018) pagi agenda kali ini merupakan sidang kelima belas bagi ketiga aktivis pejuang Alun-Alun Gresik.

Sekitar pukul 10.30 WIB sidang kelima belas tersebut dilaksanakan. Sekitar 150 pengunjung telah memadati Pengadilan Negeri Gresik, Jalan Permata Nomer 6 Perum Griya Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, mengikuti alur persidangan tersebut. Pengunjung tersebut terdiri dari PMII, KASBI, PPAG, Tim Advokat Gresik Peduli Demokrasi, dan Forum Masyarakat Gresik Peduli Cagar Budaya.

Agenda sidang hari ini adalah pembacaan duplik oleh penasihat hukum ketiga aktivis pejuang Alun-Alun, Abdul Wahab, Imam Fajar Rosyidi, dan Rizky Iswanto.

Penasehat hukum ketiga terdakwa mengungkapkan bahwa para terdakwa tidak melakukan kesalahan yang dilakukan secara disengaja terhadap pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Para terdakwa pun tidak ada niat untuk merobohkan pagar kantor Pemkab Gresik secara sengaja yang melakukan unjuk rasa (05/09/2017,red).

“Untuk sementara, kami majelis hakim akan bermusyawarah dulu. Maka sidang duplik untuk Abdul Wahid, Imam Fajar Rosyidi, dan Rizky Iswanto kami tunda hingga hari Rabu (2/05/2018) mendatang,” ujar ketua hakim. (Aisyah/man)

Share this
Baca Juga Menarik :   Belum Temukan Titik Terang, Sidang Ke-15 Pejuang Alun-Alun Gresik Ditunda Lagi
Continue Reading

HUKUM

Kapolsek Sawahan Pimpin Gelar Operasi Cipkon Gabungan Rayon 2

KORLIP lingkaran.net

Published

on

Kapolsek Sawahan sedang memimpin operasi Cipkon gabungan rayon 2 di wilayah hukumnya.

Surabaya, lingkaran.net – Demi menjaga keamanan dan menciptakan rasa tentram di masyarakat serta membatasi ruang gerak pelaku kejahatan di wilayah Polsek Sawahan Surabaya, Jum’at (13/4/2018) malam, sekitar pukul 12.00 sampai dengan 01.00 WIB.

Polsek Sawahan sebagai tuan rumah mengadakan operasi Cipta kondisi (Cipkon) gabungan rayon II yang dipimpin oleh Kapolsek sawahan, Kompol Dwi Eko Budi Sulistyono, S. Sos dan juga selaku Pawas di sebelah kiri fly over, Jalan Pasar Kembang, Surabaya.

Operasi Cipkon gabungan rayon 2 di Jalan Fly Over Pasar Kembang.


Kegiatan operasi Rayon ll ini diikuti oleh 25 Personil yang terdiri dari, anggota polsek masing-masing Polsek Sawahan, Polsek Tegalsari, Polsek Genteng serta Polsek Wonokromo.

Dalam kesempatan operasi Cipkon tersebut, anggota mengedepankan pemeriksaan terhadap pengendara yang mencurigakan termasuk mobil yang menggunakan plat nomor tidak sesuai ketentuan yang dilaksanakan oleh anggota yang ber Uniform tertutup.

Sedangkan anggota yang Uniform terbuka menghentikan pengendara yang mencurigakan dan anggota tertutup melakukan penggeledahan badan serta kendaraan untuk menemukan barang-barang yang diduga digunakan untuk melakukan kejahatan diantaranya Kunci T, senjata tajam, senjata api dan narkoba.

Dalam kegiatan razia tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap roda dua sebanyak 187 dan roda empat sebanyak 27 Unit kendaraan. Dalam operasi tersebut berhasil menindak pelanggaran sebanyak 30 tilang pengendara yang tidak dapat menunjukkan surat-surat kelengkapan dan Barang bukti kendaraan bermotor (Ranmor ) 2 unit kendaraan roda dua.

Kegiatan Operasi Cipkon tersebut akan tetap dilaksanakan baik siang dan malam dengan lokasi yang berpindah sesuai lokasi kerawanan.

“Kegiatan dilaksanakan sesuai arahan Kapolsek Sawahan, Kompol Dwi Eko Budi Sulistyono, S.Sos, untuk menciptakan dan menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta membatasi ruang gerak pelaku kejahatan, dengan harapan agar dapat memberikan rasa aman, nyaman serta kondusif ditengah-tengah masyarakat,” pungkas Pewira melati satu dipundaknya. ( Sabairi/man )

Baca Juga Menarik :   Belum Temukan Titik Terang, Sidang Ke-15 Pejuang Alun-Alun Gresik Ditunda Lagi

Share this
Continue Reading

PENGADUAN ONLINE

RUANG IKLAN ANDA

Arsip

Kategori

Trending

error: Content is protected !!