Connect with us

SPORTS

Komunitas Bonek ” FALS Karang Pilang.

Published

on

Surabaya lingkaran.net – Komunitas Bonek Fals sangat mengedepankan solidaritas antar pendukung sepak bola surabaya yang lebih di kenal bonek persebaya.Bonek identik dengan anarki serta kebrutalan, ternyata anggapan tersebut sangat salah besar.Bonek atau bondo nekad ternyata sangat humanis dan fun, seakan tiada hari tanpa yel yel satu nyali.Salah satu distro bonek yang ada di karang pilang, yaitu outlet bongkar milik  Arif menyediakan segala keperluan dari bonek itu sendiri, antara lain : kaos, slayer dan pernak –  pernik lainnya.
Dan juga di outlet bongkar tersebut mengkordinir bonek fals untuk menonton pertandingan persebaya dan otomatis juga mengkondisikan keamanan serta ketertiban para bonek mania.Oleh karena itu bonek surabaya berbalik 360° yang mana dulunya terkenal urakan dan tidak terkontrol tapi sekarang bonek lebih santun serta mengerti tata aturan yang ada.
Perlu adanya tindakan koopertif dari muspika karangpilang untuk mengajak para bonek karangpilang(bonek fals)  kearah yang bisa berguna untuk orang lain,salah satu contoh :mengajak serta mengarahkan bonek karangpilang peduli anak yatim atau orang tidak mampu.”kami juga berharap kepada pemerintah muspika untuk mengkondisikan atau memberdayakan elemen bonek karangpilang sebagai bentuk kepedulian,”kata arif kordinator bongkar.
Dan semua itu tidak lepas  peran serta pendukung dari orang – orang yang berkontribusi untuk ikut menyelamatkan persebaya.Semua capaian tersebut terbayarkan dengan prestasi yang dihasilkan oleh persebaya sebagai juara satu untuk divisi kedua, sehingga persebaya naik kasta ke divisi utama.”semoga capaian persebaya ini tidak menjadikan silau pemain untuk besar kepala,”pinta mantan pemain persebaya era 90an Putut Wijanarko.    ( selvi/red )

 

BAGAIMANA REAKSI DAN KOMENTAR ANDA?.
Share your vote!
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Share this
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

SPORTS

Laga Group C Piala Presiden 2018, Persebaya Vs MU Ricuh

Published

on

Surabaya, lingkaran.net Pertandingan Piala Presiden Grup C antara Persebaya Surabaya dan Madura United di Gelora Bung Tomo Surabaya, sempat diwarnai tembakan gas air mata. Bahkan sempat terjadi ‘hujan’ batu yang dilakukan bonek yang tidak memiliki tiket, karena berusaha masuk.

Pertandingan Piala Presiden Grup C antara Persebaya Surabaya dan Madura United di Gelora Bung Tomo Surabaya, kisruh di luar stadion. Itu terjadi saat memasuki jeda pertandingan babak pertama.

Dari pantauan lingkaran.net, kisruh itu terjadi setelah adanya gesekan antara petugas keamanan dengan suporter tanpa tiket mencoba memasuki stadion hingga ring satu.
“Tadi petugas mencoba menghalau para suporter yang tidak memiliki tiket. Mereka mencoba masuk ke dalam stadion hingga ke ring satu pengamanan, tapi gagal,” kata salah satu petugas pertandingan kepada lingkaran.net, Minggu (28/1/2018).

Saat aksi pelemparan yang dilakukan suporter tanpa tiket, polisi berusaha menghalau. Namun ribuan suporter mengamuk dan melempari petugas. Petugas membawa tamen itu melihat situasi tersebut mundur dan berlindung dengan tameng yang dibawa.

sumber detik.com 

Petugas kepolisian terpaksa menghalau dengan tembakan gas air mata, untuk mengurai kerumunan suporter yang mendorong petugas kepolisian. Bahkan sempat terjadi ‘hujan’ batu yang dilakukan bonek yang tidak memiliki tiket. Tiga suporter diamankan oleh pihak Polrestabes surabaya. polisi tidak akan mentolerir siapa saja yang melanggar hukum dan ingin mengganggu keamanan Kota Surabaya

tiga suporter yang diamankan

Akibat kejadian ini team medis di buat sibuk dengan merawat aparat kepolisian dan sepoter yang mengalami luka luka dan terkilir.

Salah satu sepoter bonek angga dari bonek wonorejo saat di wancarai lingkaran.net, mengatakan “kita jauh – jauh kesini hanya inginnya mendukung PERSEBAYA. kita mau beli tiket dan tertib, tapi tiket nya entek mas. (habis mas). Tiket nya harus ditambah. Imbuhnya” Padahal kapasitas stadion sudah besar.  “Memang animo bonek terlalu tinggi, padahal stadion sudah besar,”

Sementara itu, Ketua Panpel Piala Presiden 2018 Grup C Surabaya, Wisnu Sakti Buana mengaku telah menambah pengamanan dalam laga ini. Ini dilakukan untuk mengantisipasi bonek yang ingin masuk tanpa tiket. Apalagi saat laga berlangsung, kondisi Stadion Gelora Bung Tomo yang memiliki kapasitas 55 ribu penonton tersebut sudah penuh. Animo bonek terlalu tinggi, padahal stadion sudah besar

“Pengamanan sengaja kita tambah dibandingkan dua laga sebelumnya yang 2.000an. Personel kita tambah menjandi 3.000 karena animo suporter yang begitu antuasias dalam laga ini,” ujarnya. (red)

BAGAIMANA REAKSI DAN KOMENTAR ANDA?.
Share your vote!
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Share this
Continue Reading

SPORTS

INDONESIA Lebih Dulu Unggul Satu Gol Sebelum Dibalas Empat Gol Oleh Tim ISLANDIA

Published

on

Jakarta. lingkaran.net

Timnas Indonesia kalah telak 1-4 dari Islandia pada pertandingan persahabatan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (14/1/2018). Empat gol Islandia dicetak Albert Gudmundsson (tiga gol) dan Arnor Smarason, sementara satu gol Indonesia lahir lewat kaki Ilham Udin Armaiyn.

Lima menit pertandingan berlangsung, Islandia hampir unggul. Beruntung bagi tuan rumah karena penjaga gawang Andritany Ardhiyasa tampil gemilang. Punggawa Persija Jakarta itu mampu menggagalkan sepakan Aron Sigurdarson.

saat pertandingan berlangsung

Indonesia berusaha merespons, namun berkali-kali peluang gagal tercipta. Hingga 12 menit laga berlalu tercatat umpan-umpan silang yang dilepaskan Septian David dan Ilham Udin Armaiyn masih dapat disapu pemain Islandia.

Indonesia mendapat peluang matang pertama di menit ke-13. Umpan sodoran Osvaldo Haay dipungkasi Septian David dengan sebuah sepakan terarah, namun bola dapat diblok pemain Islandia.

Usai peluang tersebut penguasaan bola kembali diambil alih oleh Islandia. Meski demikian, tempo pertandingan berjalan lambat.

Kebutuan akhirnya pecah pada menit ke-29. Di luar dugaan, Indonesia unggul lebih dulu. Berawal dari blunder penjaga gawang Alex Runarsson dalam menghalau umpan panjang Febri Haryadi, bola justru jatuh ke kaki Ilham Udin Armaiyn yang berdiri bebas di mulut gawang. Tanpa membuang waktu, punggawa Selangor FA itu langsung menceploskan si kulit bundar ke gawang dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Tiga menit berselang Islandia mendapat momentum menyamakan skor lewat bola mati. Eksekusi tendangan bebas Gudmundsson gagal berujung gol, bola umpannya gagal disambut pemain Islandia.

Pada menit ke-37 Aron Sigurdason tak berhasil mencatatkan namanya pada papan skor. Kali ini sepakannya melenceng dari gawang.

Berusaha membalas, Islandia justru terancam oleh dua peluang emas Indnesia. Pada menit ke-38 sepakan kaki kiri Hargianto hampir berujung gol, namun bola melambung di atas mistar. Dua menit kemudian giliran upaya Bayu Pradana gagal, umpan Febri Haryadi diteruskanya dengan sundulan namun bola masih terlampau tinggi.

Pada injury time babak pertama Islandia sukses menyamakan kedudukan lewat aksi Albert Gudmundsson. Usai menerima umpan terobosan, Gundmundsson melepaskan tendangan yang dapat ditepis Andritany. Sayangnya, bola muntah justru kembali jatuh ke kaki sang penyerang. Pemain bernomor punggung 10 itu lantas menceploskan bola ke gawang kosong sekaligus mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Hingga wasit meniup peluit berakhirnya babak pertama tak ada gol tambahan lahir. Skor sementara 1-1 bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Islandia menggencarkan serangan. Menit ke-55 Albert Gudmundsson mendulang peluang emas. Eksekusi tendangan bebasnya meluncur deras ke gawang, tetapi bola dapat ditepis Andritany.

Gudmundsson kembali mengancam tiga menit berselang, kali ini lewat sepakan menyusur tanah dari luar kotak penalti. Bola hasil sepakanya kembali dapat dimentahkan Andritany.

Usaha tim tamu lantas menemui hasil pada menit ke-59. Berawal dari eksekusi sepak pojok Gudmundsson, bola menghasilkan kemelut di depan gawang sebelum memantul ke mistar. Si kulit bundar kemudian jatuh ke kaki Arnor Smarason, dan langsung saja diceploskan ke gawang dengan sepakan kaki kanan. Kedudukan berubah menjadi 1-2.

Hanya butuh waktu tiga menit bagi Islandia untuk memperlebar jarak keunggulan. Berawal dari pelanggaran Hansamu Yama terhadap Albert Gudmundsson di kotak terlarang, wasit memberikan hadiah tendangan penalti untuk tim tamu. Gudmundsson yang tampil sebagai eksekutor pun menunaikan tugasnya dengan baik. Sepakannya kaki kanannya ke sisi tengah mengecoh Andritany dan mengubah skor menjadi 1-3.

Gudmundsson kemudian melengkapi torehannya menjadi hattrick pada menit ke-72. Aksi individunya melewati Fachruddin dan Hansamu dipungkasi dengan sepakan pelan namun akurat. Bola mengecoh Andritany dan meluncur ke tiang jauh. Skor 1-4.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan tak ada gol tambahan tercipta. Skor akhir 1-4 untuk kemenangan Islandia. (Red.)

 

BAGAIMANA REAKSI DAN KOMENTAR ANDA?.
Share your vote!
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Share this
Continue Reading

Trending