Connect with us

HUKRIM

KORBAN SULAM ALIS ” RAINBROW ” Mulai Bermunculan, DINAS KESEHATAN, harus beri sanksi,” TEGAS”.

Published

on

 

SURABAYA: lingkaran.net

Road Show sulam alis “RAINBROW (02/11/17), di Fave Hotel MAX, di jalan Pregolan Tegalsari Surabaya menuai protes konsumenya dan korban akan segera dilaporkan ke pihak berwajib dan dinas kesehatan.

Menurut keterangan (W) salah satu korban mal praktek, Sulam alis “RAINBROW,” saya sangat dirugikan secara moril dan materiel mas. “Ucap (w) kepada media massa lingkaran.net.

 

Niat saya ikut Road Show sulam alis yang diadakan “RAINBROW” berawal dari ajakan teman, pas sih aman aja mas, ucapnya.
Permasalahan timbulnya tanggal ke 3 pada tanggal (05 nopember 2017), Terjadi pengelupasan kulit ekstrim Hilang tinta sekaligus kulit ari nya rusak semua, tak beraturan dan tidak sesuai dengan janji awal.

Perawatan di awal, akan di retouch tindakan pada 3 bulan kemudian.
Masih menurut korban, saat terjadi pengelupasan kami Komplain ke no.08128288xxxx sebagai line khusus komplain, terima karyawan RAINBROW sulam alis.
Dia mengatakan harus di Retouch tindakan bulan ke 3.

Saya sangat heran dan seakan dibodohi mas, ucap korban dengan nada geram, sementara ini berjalan 3 hari saja sudah hilang gambar tato alisnya dan ini sudah jelas dan kami disuruh bayar lagi untuk Retouch sebesar 600 ribu, oleh Lina salah satu karyawan teraphis, kami merasa di tipu ucap beberapa korban, ke media terbangun.

 

 

Yang ada di fom, memang 3 bulan, ada tindakan retouch, tindakan ini tetap harus bayar lagi, bukan bagian dari garansi

Saat terjadi gagal sulam, mb W komplain ke cust. Service
Sama pihak cust service disarankan ke line hp khusus complain

Pihak complain, malah bilang 1 bln wajib retouch yang pada kenyataannya 3 hari saja sudah ambyar tinta tak berbekas.

Kelupasan tinta tidak dipaksa sudah ngelupas,Kulit ari dan tinta terkelupas sendiri dan tersimpan rapi dlm tisu.

Bukti fom yang aku tanda tangani itu 3 bulan dan pada sulam berikutnya 1 bulan ,ini belum waktunya sudah hilang semua .
Ketika awak media konfirmasi ke pihak ” RAINBROW “sulam alis ,melalui no WA.08571922xxxx, beliau mengatakan sebagai berikut , , kami sebelum nya sudah memberikan consent fom untuk dibaca serta ditanda tangani dan  Kami sudah menjelaskan bahwa sulam alis harus 2x dan diconsent fom trsebut pun sudah ada pemberitahuan sebelum disulam semua customer kami wajib membaca agar lebih paham dengan sulam alis dan  Kalau pun ibu merasa dirugikan kami bisa memberikannya retouch/perbaikan gratis tapi si ibu tidak mau karena alasan nya sakit.

 

Beda dengan keterangan beberapa korban Sulam Alis “RAINBROW”, Sekarang aja sudah berantakan dan disuruh sulam ulang, lho apa gk sakit mas apalagi belum disuruh bayar lagi, saya sudah kumpulkan bukti pembicaraan dengan pihak RAINBROW.
Saya berharap jangan sampai ada korban lagi mal praktik yang dilakukan oleh RAINBROW sulam alis.
Dengan kejadian saya akan dilaporkan ke pihak penegak hukum dan melayangkan surat ke Dinas Kesehatan agar sesuai dengan hukum dan menuai efek jera.
(Ags / tim)

 

Share this
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

HUKRIM

PELAKU CURANMOR DI DOR Kejahatan Ranmor semakin meresahkan

Published

on

Bangkalan, Lingkaran.net – Siang itu di tempat kejadian perkara ( tkp ) telah di laporkan, pada hari jumat tanggal 25 mei 2018 jam 12.00 wib di perum pondok halim 2, kel. Tunjung, kec. Burneh, kab. Bangkalan telah terjadi pecurian dengan kekerasan 1 unit sepeda motor,

Dan dengan laporan tersebut, selanjutnya unit resmob melakukan pengejaran ke arah jl. Raya tangkel, sampai dengan jl. Raya tangkel kedua pelaku melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga petugas melumpuhkan ke 2 orang pelaku tersebut, 1 orang pelaku MD ditembak ditempat dan 1 orang lainnya MD dalam perjalanan ke rumah sakit bangkalan, adapun data pelaku sbb :

1. Ach. Fausi alias Mat kettek, kelahiran bangkalan 01-12-1978, pekerjaan wiraswata, alamat dsn. Dajah barat, ds. Duko tambin, kec. Tragah, kab. Bangkalan dan domisili asemrowo mulyo 1a, surabaya

2. Holil, kelahiran nganjuk 30-06-1977, pekerjaan swasta, alamat dsn. Gerung, ds. Pehserut, kec. Sukomoro, kab. Nganjuk dan domisili dsn. Dajah barat, ds. Duko tambin, kec. Tragah, kab. Bangkalan

Serta mengamankan barang bukti :
– 1 unit sepeda motor Honda beat warna biru nopol L-5449-PN milik pelaku
– 1 unit sepeda motor Honda beat warna putih biru th 2016 nopol L-5568-QV milik korban
– sepasang mata kunci palsu
– 2 bilah senjata tajam pisau

Hingga berita ini diturunkan,Masih dilakukan pemeriksaan saksi, dan otopsi oleh petugas kepolisian.

Terduga pelaku curanmor terkapar setelah di dor petugas

 

Share this
Continue Reading

HUKRIM

Praktisi Lalu Lintas Sikapi Atas Rencana Revisi UU Nomor 22 tahun 2009

Published

on

Foto istimewah : saat di wanancari oleh media lingkaran.net

Probolinggo, lingkaran.net – Menyikapi rencana pemerintah yang akan merevisi UU Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan umum, memantik tanggapan sejumlah pemerhati lalu lintas di Kota dan Kabupaten Probolinggo.

M Yusup.tokoh masyarakat pemerhati angkutan barang

“Wacana pemerintah melalui Kemenhub dan akan direkomendasi DPR RI untuk merevisi Undang-undang Nomor 22 tahun 2009, selayaknya harus melalui kajian yang benar benar matang dan diperlukan sosialisasi secara intens, mengingat.”Ujar Ir Misman, sosok pemerhati lalu lintas di Probolinggo seperti disampaikan pada awak media lingkaran.net siang tadi, Jumat (25/5).

Ir Misman Menurutnya secara garis besar dirinya memahami niat pemerintah yang hubungannya akan melakukan perubahan terkait angkutan jalan umum. Namun diharapkan aturan yang dibuat, nantinya bisa diterima oleh semua pihak dan tidak akan berpotensi gesekan dimasyarakat.”tambahnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Yusuf, warga Desa Mentor kecamatan Sumberasih yang selama ini getol memperhatikan teknis yang berhubungan dengan angkutan jalan raya. Menurutnya apa yang diwacanakan pemerintah belum saatnya diterapkan, karena UU yang lama masih cukup relevan mengatur teknis menyangkut lalu lintas jalan umum. “”Kami berkesimpulan, belum saatnya pemerintah merevisi UU no 22 tahun 2009, karena pada UU yang ada, telah mencakup semua aturan yang baku dalam teknis angkutan jalan mum.”ujarnya. Yusuf

Adanya niat pemerintah bersama DPR RI yang merevisi UU Nomor 22 tahun 2009 hingga saat ini menjadi kontroversial dan menimbulkan tanggapan beragam dari masyarakat. Diyakini wacana merevisi UU tersebut harus disertai efeknya dari sisi positif maupun sisi negatifnya, mengingat selama ini penambahan roda dua yang akan direkomendasikan sebagai kendaraan umum patut dikaji. (Rul)

Share this
Continue Reading

HUKRIM

Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Diamankan Polres Gresik

Published

on

Barang bukti yang didapat dari penggerebekan kasus penyalah gunaan narkoba

Gresik, lingkaran.net – Satuan Reserse Narkoba Polres Gresik, pada hari Senin (21/5/2018) sekira pukul 17.00 WIB berhasil mengamankan 2 orang penyalahgunaan narkotika golongan I jenis Metamfetamina (Shabu).

Dua tersangka penyalah gunaan narkotika

Salah satu tersangka lainnya penyalahgunaan narkotika

Adapun identitas 2 orang pengguna narkoba jenis shabu tersebut adalah HTL (44) warga Desa Wiyoro Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan dan ATS (44) warga desa Hadiwono Kecamatan Ngadirojo Kabuppaten Pacitan tinggal di Perum Jatikalang, Sidoarjo.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Wahyu S. Bintoro, SH SIK MSi. saat di konfirmasi menjelaskan kejadian berawal dari informasi yang masuk dari masyarakat di Kawasan Stadion Semen sering dilakukan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba.

“Kemudian anggota Resnarkoba Polres Gresik langsung datang melakukan penyelidikan dan penyedikan kepada dua pengguna narkoba tersebut”, terang Kapolres.

Dari penyelidikan yang dilakukan anggota Resnarkoba Polres Gresik 2 pelaku berhasil diamankan saat menggunakan barang terlarang tersebut di Stadion Semen Gresik di Jl. Kartini Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik.

” Tersangka berhasil diamankan anggota Unit I Resnarkoba dan saat ini diamankan di Rutan Polres Gresik untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut” jelas Kapolres Gresik.

Kepada media ini Kapolres menjelaskan barang bukti yang berhasil diamankan anggota yaitu 1 bungkus plastik klip kecil berisi kristal bening diduga narkotika jenis shabu yang ditimbang beserta bungkus plastiknya seberat -+ 0,51 (Nol koma lima satu) Gram, 1 bekas bungkus rokok sampurna Mild merah, 2 kartu ATM BRI dan 2 buah HP merk Samsung dan Xiomi.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman 4 tahun penjara” pungkas Kapolres Gresik.(Red)

Share this
Continue Reading

PENGADUAN ONLINE

RUANG IKLAN ANDA

Arsip

Kategori

Trending

error: Content is protected !!