Connect with us
[metaslider id="4417"]

HUKUM

Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) jatim, Harus Sidak CAFE SANTOSO ” arena Mabuk & Perusak MORAL.

lingkaran.net

Published

on

Surabaya ,lingkaran.net – Kasus pemukulan dan pengeroyokan yang dialami Samsul anggota BeritaTKP di Cafe Santoso yang tidak memiliki ijin alias cafe bodong di Jalan Kenjeran No.4 Surabaya, dinilai penuh rekayasa, yang dilakukan oleh pemilik ‘cafe Chi Sue (WCS) ,Pelaku pemukul dan pemilik cafe karaoke Santoso bertempat di perempatan jalan Kenjeran, Surabaya.Dalam kasus pemukulan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh Bos Cafe Karaoke Santoso bernama Che Siu (WCS) beserta Ongky dan beberapa anak buah lainnya, Ini terbilang janggal. Pasalnya pekerja waitress, Ikhtiya Kustiyaningsih (47) dan WCS alias Ciker, Diduga memberikan keterangan palsu yaitu mengaku dipukul oleh Samsul anggota beritaTKP. Dengan bukti lapor LP/124/XII/2017/SMKT ” Saya tidak memukul wanita itu, dan saya tidak melakukan balasan pukulan, namun saya membela diri dan meronta ronta, karena tangan dan kepala saya di pegangi oleh pegawai cafe karaoke Santoso, dan saya di keroyok dihajar oleh bos cafe Santoso, bahkan disitu ada oknum polisi reskrim polsek Simokerto sedang duduk menyaksikan, tapi anehnya dia tidak melerai. Proposal, Kontak Motor di rampas dan HP dirusak serta memaki – maki saya dengan kata – kata kotor yang sangat tidak pantas untuk di beritakan apalagi hal tersebut dilakukan oleh WCS seorang Bos Kafe Santoso” cerita Samsul korban pemukulan dan pengeroyokan.

Lanjutnya, ” ini aneh dan penuh rekayasa, masak saya korban pemukulan dan pengeroyokan malah dijadikan tersangka oleh penyidik Polsek Simokerto, pastinya ada permainan dan diduga adanya kesaksian atau pengakuan palsu yang sengaja di buat oleh pihak bis cafe Santoso, dia kan banyak uang, dia bisa kondisikan oknum wartawan dan oknum penegak PERDA cetusnya.

Baca Juga Menarik :   Kesepakatan Damai BCA Finance Terkait BPKB ganda Mobil Yaris di Saksikan Kapolsek Sukolilo

Divisi Hukum BeritaTKP Eko Santoso SH. dan Dimaz Aulia Rahman SH. salah satu pengacara BeritaTKP juga menjelaskan, ” Ini lucu mas, masak klien saya ini jadi tersangka, kalau dibilang melakukan pemukulan itu lucu, dia loh di pegangi tangan dan kepala oleh pegawai cafe karaoke Santoso itu, mana bisa dia memukul, apalagi wanita, tentunya ini perlu diluruskan ke penyidik dan harus diberikan pandangan logika, kalau saudara Samsul membela diri guna melepaskan dari cengkraman pegangan pelaku pengeroyokan pasti, dan dia berusaha keluar, namun anehnya ada oknum anggota Reskrim Polsek Simokerto kok tidak melerai” ujar Eko Santoso SH, Selaku pengacara beritaTKP saat mendampingi korban ke Polsek Simokerto, Senin, (12/2/18) pagi.Menurut keterangan terpisah” Kompol Masdawati Saragih ” Kapolsek Simokerto, Saat dikonfirmasi via handphone mengatakan ” kasus pemukulan dan pengeroyokan saudara wartawan Samsul sudah kami proses sesuai prosedur dan kami sudah kirim ke kejaksaan, biar jaksa dan hakim yang memutuskan.” Tutur Kapolsek Simokerto, Surabaya.

Dengan adanya surat panggilan dari Polsek Simokerto, korban bernama Samsul menjadi status tersangka, dinilai banyak kejanggalan terkait kasus pemukulan dan pengeroyokan wartawan beritaTKP diduga adanya kesaksian dan pengakuan palsu, serta bos cafe Santoso sudah mengkondisikan mulai para oknum wartawan yang membeckup cafe karaoke santoso dan juga oknum kepolisian.

Dari informasi yang di himpun, narasumber yang dapat dipercaya, pro dan kontra terjadi dari beberapa media yang memberitakan cafe Santoso juga berkali kali di gerebek oleh petugas namun tetap membandel.

” Ada media yang membela cafe karaoke Santoso bodong itu, padahal cafe karaoke Santoso itu bodong, diduga mereka (media) itu yang membela sudah jelas dapat atensi bulanan dan dapat minum bir gratis, dengan mengorbankan rekannya satu profesi, media yang memberitakan terkait tudingan oknum wartawan yang telah melakukan penganiayaan terhadap karyawan cafe Santoso. Dan ada juga media lain yang memberitakan terkait rekan wartawan Syamsul telah di aniaya dan di hajar bos cafe Santoso, menariknya lagi di ketahui bahwa cafe Santoso sudah berkali-kali di gerebek oleh pihak aparat kepolisian dan Sat Pol-PP Surabaya lantaran tidak memiliki dan mengantongi beberapa surat ijin yang sah atas usahanya.” Ungkap narasumber yang tidak ingin namanya disebut, Sabtu (20/01).

Baca Juga Menarik :   KPK Melakukan Pengeledahan Di Rumah Dinas Bupati Jombang Nyono

“Ada nama-nama oknum Sat-Pol PP yang  mendapat atensi bulanan, ada juga oknum wartawan jika datang ke cafe Santoso mendapat prioritas pelayanan mulai dari diskon sampai gratis minum-minuman yang beralkohol,” tandas sumber ini.

Dalam kasus pemukulan dan pengeroyokan wartawan beritaTKP, membuktikan bahwa Surabaya tidak aman dan kondusif hingga terjadi hal tersebut, diduga telah terjadi konspirasi dan campur tangan oknum-oknum yang memiliki kepentingan di cafe karaoke Santoso.

Dengan banyaknya kejadian dan keresahan masyarakat, Maka Majelis Ulama Indonesia harus jeli dan segera mengambil sikap.
Karena Cafe SANTOSO tempat ajang pesta Miras dan sangat merusak moral anak bangsa.
Maraknya pemberitaan Viral terkait Cafe Santoso sebagai tempat ajang miras  ,sebut saja R.Randy.L ( Ketua Markas Laskar Merah Putih Surabaya)  ikut prihatin dan akan ikut mengawal kasus tersebut dan akan kirim surat tembusan ke Majelis Ulama Indonesia ( MUI)… (red)

Share this
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

HUKUM

Kapolsek Simokerto Adakan Kegiatan Operasi Cipkon, Hasil Tilang Sebanyak 45 Pelanggar

KORLIP lingkaran.net

Published

on

Kapolsek Simokerto sedang memeriksa pengendara motor dalam Operasi Cipkon. (Foto Istimewa)

Surabaya, lingkaran.net – Polsek Simokerto mengadakan kegiatan Cipta kondisi (Cipkon) di Jalan Sidodadi, Simokerto, Surabaya, Rabu (18/4/2018) Pukul 10.10 sampai dengan 11.10 WIB.

Operasi Cipta kondisi (Cipkon) mandiri di pimpin Pawas , AKP Masno didampingi langsung Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih S.H, M.H dan Kanit Intelkam, Kanit Lantas, dan Provost. Operasi digelar dengan kekuatan anggota sebanyak 15 personil.

Insert : Polsek Simokerto mengadakan Operasi Cipkon.


Sasaran operasi cipta kondisi antara lain seperti curas, curat, dan curanmor (3C) dan senjata tajam, senpi, handak, miras, Narkoba, dan lain-lainnya.

Adapun kegiatan cipkon tersebut meliputi pemeriksaan dan menggeledah terhadap roda dua maupun roda empat berupa surat-surat pengendara, barang dan kendaraan bermotor. Antara lain roda 2 sebanyak 197 unit dan roda 4 sebanyak 13 unit kendaraan.

Dari operasi Cipkon didapat hasil tilang sebanyak 45 lembar dan barang bukti yang di sita STNK sebanyak 36 dan SIM 8 lembar serta satu unit kendaraan roda 2 yang berhasil diamankan anggota kepolisian.

“Dalam pelaksanaan kegiatan operasi cipta kondisi berjalan aman, lancar, dan terkendali,” terang Perwira melati satu dipundaknya.

Penulis : Sabairi
Editor : Firman

Share this
Baca Juga Menarik :   Kurang Tanggapnya PEMKAB Gresik, Tiga Aliansi Lakukan Demo
Continue Reading

HUKUM

Belum Temukan Titik Terang, Sidang Ke-15 Pejuang Alun-Alun Gresik Ditunda Lagi

KORLIP lingkaran.net

Published

on

Suasana Sidang Ke-15 pejuang alun-alun Kabupaten Gresik di Pengadilan Negeri.

Gresik, lingkaran.net- Semua berhak mendapat perlakuan hukum yang adil. Jika tidak bersalah, seharusnya dia dikeluarkan segera mungkin.

Polemik nasib ketiga aktivis pejuang Alun-alun belum menemukan titik terang, Rabu (18/04/2018) pagi agenda kali ini merupakan sidang kelima belas bagi ketiga aktivis pejuang Alun-Alun Gresik.

Sekitar pukul 10.30 WIB sidang kelima belas tersebut dilaksanakan. Sekitar 150 pengunjung telah memadati Pengadilan Negeri Gresik, Jalan Permata Nomer 6 Perum Griya Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, mengikuti alur persidangan tersebut. Pengunjung tersebut terdiri dari PMII, KASBI, PPAG, Tim Advokat Gresik Peduli Demokrasi, dan Forum Masyarakat Gresik Peduli Cagar Budaya.

Agenda sidang hari ini adalah pembacaan duplik oleh penasihat hukum ketiga aktivis pejuang Alun-Alun, Abdul Wahab, Imam Fajar Rosyidi, dan Rizky Iswanto.

Penasehat hukum ketiga terdakwa mengungkapkan bahwa para terdakwa tidak melakukan kesalahan yang dilakukan secara disengaja terhadap pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Para terdakwa pun tidak ada niat untuk merobohkan pagar kantor Pemkab Gresik secara sengaja yang melakukan unjuk rasa (05/09/2017,red).

“Untuk sementara, kami majelis hakim akan bermusyawarah dulu. Maka sidang duplik untuk Abdul Wahid, Imam Fajar Rosyidi, dan Rizky Iswanto kami tunda hingga hari Rabu (2/05/2018) mendatang,” ujar ketua hakim. (Aisyah/man)

Share this
Baca Juga Menarik :   Kepala Staf Kepresidenan Ri Moeldoko Mengapresiasi Keberhasilan Tni-Al Dalam Menggagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu
Continue Reading

HUKUM

Kapolsek Sawahan Pimpin Gelar Operasi Cipkon Gabungan Rayon 2

KORLIP lingkaran.net

Published

on

Kapolsek Sawahan sedang memimpin operasi Cipkon gabungan rayon 2 di wilayah hukumnya.

Surabaya, lingkaran.net – Demi menjaga keamanan dan menciptakan rasa tentram di masyarakat serta membatasi ruang gerak pelaku kejahatan di wilayah Polsek Sawahan Surabaya, Jum’at (13/4/2018) malam, sekitar pukul 12.00 sampai dengan 01.00 WIB.

Polsek Sawahan sebagai tuan rumah mengadakan operasi Cipta kondisi (Cipkon) gabungan rayon II yang dipimpin oleh Kapolsek sawahan, Kompol Dwi Eko Budi Sulistyono, S. Sos dan juga selaku Pawas di sebelah kiri fly over, Jalan Pasar Kembang, Surabaya.

Operasi Cipkon gabungan rayon 2 di Jalan Fly Over Pasar Kembang.


Kegiatan operasi Rayon ll ini diikuti oleh 25 Personil yang terdiri dari, anggota polsek masing-masing Polsek Sawahan, Polsek Tegalsari, Polsek Genteng serta Polsek Wonokromo.

Dalam kesempatan operasi Cipkon tersebut, anggota mengedepankan pemeriksaan terhadap pengendara yang mencurigakan termasuk mobil yang menggunakan plat nomor tidak sesuai ketentuan yang dilaksanakan oleh anggota yang ber Uniform tertutup.

Sedangkan anggota yang Uniform terbuka menghentikan pengendara yang mencurigakan dan anggota tertutup melakukan penggeledahan badan serta kendaraan untuk menemukan barang-barang yang diduga digunakan untuk melakukan kejahatan diantaranya Kunci T, senjata tajam, senjata api dan narkoba.

Dalam kegiatan razia tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap roda dua sebanyak 187 dan roda empat sebanyak 27 Unit kendaraan. Dalam operasi tersebut berhasil menindak pelanggaran sebanyak 30 tilang pengendara yang tidak dapat menunjukkan surat-surat kelengkapan dan Barang bukti kendaraan bermotor (Ranmor ) 2 unit kendaraan roda dua.

Kegiatan Operasi Cipkon tersebut akan tetap dilaksanakan baik siang dan malam dengan lokasi yang berpindah sesuai lokasi kerawanan.

“Kegiatan dilaksanakan sesuai arahan Kapolsek Sawahan, Kompol Dwi Eko Budi Sulistyono, S.Sos, untuk menciptakan dan menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta membatasi ruang gerak pelaku kejahatan, dengan harapan agar dapat memberikan rasa aman, nyaman serta kondusif ditengah-tengah masyarakat,” pungkas Pewira melati satu dipundaknya. ( Sabairi/man )

Baca Juga Menarik :   BCA FINANCE Cabang Galaxy Laksana Maling, " POLSEK sukolilo Tutup Mata

Share this
Continue Reading

PENGADUAN ONLINE

RUANG IKLAN ANDA

Arsip

Kategori

Trending

error: Content is protected !!