Connect with us

HUKRIM

Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) jatim, Harus Sidak CAFE SANTOSO ” arena Mabuk & Perusak MORAL.

Published

on

Surabaya ,lingkaran.net – Kasus pemukulan dan pengeroyokan yang dialami Samsul anggota BeritaTKP di Cafe Santoso yang tidak memiliki ijin alias cafe bodong di Jalan Kenjeran No.4 Surabaya, dinilai penuh rekayasa, yang dilakukan oleh pemilik ‘cafe Chi Sue (WCS) ,Pelaku pemukul dan pemilik cafe karaoke Santoso bertempat di perempatan jalan Kenjeran, Surabaya.Dalam kasus pemukulan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh Bos Cafe Karaoke Santoso bernama Che Siu (WCS) beserta Ongky dan beberapa anak buah lainnya, Ini terbilang janggal. Pasalnya pekerja waitress, Ikhtiya Kustiyaningsih (47) dan WCS alias Ciker, Diduga memberikan keterangan palsu yaitu mengaku dipukul oleh Samsul anggota beritaTKP. Dengan bukti lapor LP/124/XII/2017/SMKT ” Saya tidak memukul wanita itu, dan saya tidak melakukan balasan pukulan, namun saya membela diri dan meronta ronta, karena tangan dan kepala saya di pegangi oleh pegawai cafe karaoke Santoso, dan saya di keroyok dihajar oleh bos cafe Santoso, bahkan disitu ada oknum polisi reskrim polsek Simokerto sedang duduk menyaksikan, tapi anehnya dia tidak melerai. Proposal, Kontak Motor di rampas dan HP dirusak serta memaki – maki saya dengan kata – kata kotor yang sangat tidak pantas untuk di beritakan apalagi hal tersebut dilakukan oleh WCS seorang Bos Kafe Santoso” cerita Samsul korban pemukulan dan pengeroyokan.

Lanjutnya, ” ini aneh dan penuh rekayasa, masak saya korban pemukulan dan pengeroyokan malah dijadikan tersangka oleh penyidik Polsek Simokerto, pastinya ada permainan dan diduga adanya kesaksian atau pengakuan palsu yang sengaja di buat oleh pihak bis cafe Santoso, dia kan banyak uang, dia bisa kondisikan oknum wartawan dan oknum penegak PERDA cetusnya.

Divisi Hukum BeritaTKP Eko Santoso SH. dan Dimaz Aulia Rahman SH. salah satu pengacara BeritaTKP juga menjelaskan, ” Ini lucu mas, masak klien saya ini jadi tersangka, kalau dibilang melakukan pemukulan itu lucu, dia loh di pegangi tangan dan kepala oleh pegawai cafe karaoke Santoso itu, mana bisa dia memukul, apalagi wanita, tentunya ini perlu diluruskan ke penyidik dan harus diberikan pandangan logika, kalau saudara Samsul membela diri guna melepaskan dari cengkraman pegangan pelaku pengeroyokan pasti, dan dia berusaha keluar, namun anehnya ada oknum anggota Reskrim Polsek Simokerto kok tidak melerai” ujar Eko Santoso SH, Selaku pengacara beritaTKP saat mendampingi korban ke Polsek Simokerto, Senin, (12/2/18) pagi.Menurut keterangan terpisah” Kompol Masdawati Saragih ” Kapolsek Simokerto, Saat dikonfirmasi via handphone mengatakan ” kasus pemukulan dan pengeroyokan saudara wartawan Samsul sudah kami proses sesuai prosedur dan kami sudah kirim ke kejaksaan, biar jaksa dan hakim yang memutuskan.” Tutur Kapolsek Simokerto, Surabaya.

Dengan adanya surat panggilan dari Polsek Simokerto, korban bernama Samsul menjadi status tersangka, dinilai banyak kejanggalan terkait kasus pemukulan dan pengeroyokan wartawan beritaTKP diduga adanya kesaksian dan pengakuan palsu, serta bos cafe Santoso sudah mengkondisikan mulai para oknum wartawan yang membeckup cafe karaoke santoso dan juga oknum kepolisian.

Dari informasi yang di himpun, narasumber yang dapat dipercaya, pro dan kontra terjadi dari beberapa media yang memberitakan cafe Santoso juga berkali kali di gerebek oleh petugas namun tetap membandel.

” Ada media yang membela cafe karaoke Santoso bodong itu, padahal cafe karaoke Santoso itu bodong, diduga mereka (media) itu yang membela sudah jelas dapat atensi bulanan dan dapat minum bir gratis, dengan mengorbankan rekannya satu profesi, media yang memberitakan terkait tudingan oknum wartawan yang telah melakukan penganiayaan terhadap karyawan cafe Santoso. Dan ada juga media lain yang memberitakan terkait rekan wartawan Syamsul telah di aniaya dan di hajar bos cafe Santoso, menariknya lagi di ketahui bahwa cafe Santoso sudah berkali-kali di gerebek oleh pihak aparat kepolisian dan Sat Pol-PP Surabaya lantaran tidak memiliki dan mengantongi beberapa surat ijin yang sah atas usahanya.” Ungkap narasumber yang tidak ingin namanya disebut, Sabtu (20/01).

“Ada nama-nama oknum Sat-Pol PP yang  mendapat atensi bulanan, ada juga oknum wartawan jika datang ke cafe Santoso mendapat prioritas pelayanan mulai dari diskon sampai gratis minum-minuman yang beralkohol,” tandas sumber ini.

Dalam kasus pemukulan dan pengeroyokan wartawan beritaTKP, membuktikan bahwa Surabaya tidak aman dan kondusif hingga terjadi hal tersebut, diduga telah terjadi konspirasi dan campur tangan oknum-oknum yang memiliki kepentingan di cafe karaoke Santoso.

Dengan banyaknya kejadian dan keresahan masyarakat, Maka Majelis Ulama Indonesia harus jeli dan segera mengambil sikap.
Karena Cafe SANTOSO tempat ajang pesta Miras dan sangat merusak moral anak bangsa.
Maraknya pemberitaan Viral terkait Cafe Santoso sebagai tempat ajang miras  ,sebut saja R.Randy.L ( Ketua Markas Laskar Merah Putih Surabaya)  ikut prihatin dan akan ikut mengawal kasus tersebut dan akan kirim surat tembusan ke Majelis Ulama Indonesia ( MUI)… (red)
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


PENGADUAN ONLINE


: [email protected]

: 0821 3963 6484

RUANG IKLAN

Arsip

Kategori

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com