Connect with us

HUKRIM

Polsek Asemrowo Deklarasi Anti Miras di Wilayah Hukumnya

Published

on

Kapolsek Asemrowo deklarasi anti miras bersama warganya di Kecamatan Asemrowo Surabaya (Foto Istimewa)

Surabaya, lingkaran.net- Kota Pahlawan Surabaya sempat digegerkan berita mengenai warga yang meninggal sia-sia karena miras oplosan.

Tak ingin kecolongan lagi, Polsek Asemrowo adakan deklarasi miras yang berada di wilayah hukumnya.

Bertempat di gedung aula pertemuan lantai dua kecamatan Asemrowo, Jalan Asem Raya Nomor 2A, Kecamatan Asemrowo Kota Surabaya, penandatanganan “Deklarasi anti miras” wilayah Asemrowo digelar, Kamis (26/4/2018) sore.

Hal ini merupakan hari bersejarah bagi warga wilayah Asemrowo, tokoh agama, tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan serta TNI-Polri yang bertugas di wilayah Asemrowo. Dalam kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200 tamu undangan.

Insert : Dalam sambutannya Kapolsek Asemrowo mengajak warga untuk memasang Banner anti miras.

Acara deklarasi anti miras dibuka langsung Kapolsek Asemrowo, Kompol Achmad Faisol Amir, SIK. Dalam sambutannya,Kompol Achmad Faisol Amir, SIK., saya sebagai Kapolsek Asemrowo mengajak semua warga Asemrowo untuk ikut menjaga wilayah agar terbebas dari peredaran minuman keras (miras) oplosan serta kepada RW, RT dan tokoh masyarakat untuk melakukan penyuluhan kepada warganya.

“Kita harus bersama-sama memerangi peredaran penjualan miras oplosan. Tanpa adanya bantuan dari warga, kepolisian bukan apa-apa. Jumlah personil di Polsek Asemrowo sedikit dibandingkan jumlah warga Asemrowo,” pungkas Kapolsek Asemrowo di saat acara Deklarasi anti miras.

Sambutan selanjutnya dari tokoh agama (toga) wilayah Asemrowo, K.H Zainudin Husni.

Dalam sambutannya, K.H Zainudin Husni memaparkan, bahwa saya sebagai tokoh agama sangat mendukung dan setuju akan diadakannya deklarasi anti miras ini. Kemudian harus diadakan penyuluhan kepada warga langsung, memberikan siraman rohani kepada warga asemrowo serta melakukan tindakan tegas kepada pelaku.

“Kita harus tindak tegas kepada pelaku baik pengguna maupun produsen miras,” ujar K.H Zainudin Husni.

Camat Asemrowo tak lupa berikan wejangan, dalam sambutannya Camat Asemrowo, Drs. Hari Tjahjono , M.M menyampaikan, bahwa kita harus tegas memerangi miras. Ini juga merupakan program dari Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya. Apabila menemukan penjual miras oplosan di lingkungan warga, segera laporkan dan telepon ke 112.

“Kegiatan ini jangan hanya sekedar ceremony saja, mari kita dengan tegas dan kompak melakukan bersama-sama membasmi peredaran miras di Surabaya umumnya dan Asemrowo pada khususnya,” pungkas Camat Asemrowo, Drs. Hari Tjahjono, MM.

Acara Deklarasi diakhiri oleh pembacaan doa oleh kepala KUA Asemrowo, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan Banner di warkop depan Mapolsek, tujuannya mengajak masyarakat untuk memerangi peredaran dan penjualan miras oplosan. (Fir)

Share this
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

HUKRIM

PELAKU CURANMOR DI DOR Kejahatan Ranmor semakin meresahkan

Published

on

Bangkalan, Lingkaran.net – Siang itu di tempat kejadian perkara ( tkp ) telah di laporkan, pada hari jumat tanggal 25 mei 2018 jam 12.00 wib di perum pondok halim 2, kel. Tunjung, kec. Burneh, kab. Bangkalan telah terjadi pecurian dengan kekerasan 1 unit sepeda motor,

Dan dengan laporan tersebut, selanjutnya unit resmob melakukan pengejaran ke arah jl. Raya tangkel, sampai dengan jl. Raya tangkel kedua pelaku melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga petugas melumpuhkan ke 2 orang pelaku tersebut, 1 orang pelaku MD ditembak ditempat dan 1 orang lainnya MD dalam perjalanan ke rumah sakit bangkalan, adapun data pelaku sbb :

1. Ach. Fausi alias Mat kettek, kelahiran bangkalan 01-12-1978, pekerjaan wiraswata, alamat dsn. Dajah barat, ds. Duko tambin, kec. Tragah, kab. Bangkalan dan domisili asemrowo mulyo 1a, surabaya

2. Holil, kelahiran nganjuk 30-06-1977, pekerjaan swasta, alamat dsn. Gerung, ds. Pehserut, kec. Sukomoro, kab. Nganjuk dan domisili dsn. Dajah barat, ds. Duko tambin, kec. Tragah, kab. Bangkalan

Serta mengamankan barang bukti :
– 1 unit sepeda motor Honda beat warna biru nopol L-5449-PN milik pelaku
– 1 unit sepeda motor Honda beat warna putih biru th 2016 nopol L-5568-QV milik korban
– sepasang mata kunci palsu
– 2 bilah senjata tajam pisau

Hingga berita ini diturunkan,Masih dilakukan pemeriksaan saksi, dan otopsi oleh petugas kepolisian.

Terduga pelaku curanmor terkapar setelah di dor petugas

 

Share this
Continue Reading

HUKRIM

Praktisi Lalu Lintas Sikapi Atas Rencana Revisi UU Nomor 22 tahun 2009

Published

on

Foto istimewah : saat di wanancari oleh media lingkaran.net

Probolinggo, lingkaran.net – Menyikapi rencana pemerintah yang akan merevisi UU Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan umum, memantik tanggapan sejumlah pemerhati lalu lintas di Kota dan Kabupaten Probolinggo.

M Yusup.tokoh masyarakat pemerhati angkutan barang

“Wacana pemerintah melalui Kemenhub dan akan direkomendasi DPR RI untuk merevisi Undang-undang Nomor 22 tahun 2009, selayaknya harus melalui kajian yang benar benar matang dan diperlukan sosialisasi secara intens, mengingat.”Ujar Ir Misman, sosok pemerhati lalu lintas di Probolinggo seperti disampaikan pada awak media lingkaran.net siang tadi, Jumat (25/5).

Ir Misman Menurutnya secara garis besar dirinya memahami niat pemerintah yang hubungannya akan melakukan perubahan terkait angkutan jalan umum. Namun diharapkan aturan yang dibuat, nantinya bisa diterima oleh semua pihak dan tidak akan berpotensi gesekan dimasyarakat.”tambahnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Yusuf, warga Desa Mentor kecamatan Sumberasih yang selama ini getol memperhatikan teknis yang berhubungan dengan angkutan jalan raya. Menurutnya apa yang diwacanakan pemerintah belum saatnya diterapkan, karena UU yang lama masih cukup relevan mengatur teknis menyangkut lalu lintas jalan umum. “”Kami berkesimpulan, belum saatnya pemerintah merevisi UU no 22 tahun 2009, karena pada UU yang ada, telah mencakup semua aturan yang baku dalam teknis angkutan jalan mum.”ujarnya. Yusuf

Adanya niat pemerintah bersama DPR RI yang merevisi UU Nomor 22 tahun 2009 hingga saat ini menjadi kontroversial dan menimbulkan tanggapan beragam dari masyarakat. Diyakini wacana merevisi UU tersebut harus disertai efeknya dari sisi positif maupun sisi negatifnya, mengingat selama ini penambahan roda dua yang akan direkomendasikan sebagai kendaraan umum patut dikaji. (Rul)

Share this
Continue Reading

HUKRIM

Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Diamankan Polres Gresik

Published

on

Barang bukti yang didapat dari penggerebekan kasus penyalah gunaan narkoba

Gresik, lingkaran.net – Satuan Reserse Narkoba Polres Gresik, pada hari Senin (21/5/2018) sekira pukul 17.00 WIB berhasil mengamankan 2 orang penyalahgunaan narkotika golongan I jenis Metamfetamina (Shabu).

Dua tersangka penyalah gunaan narkotika

Salah satu tersangka lainnya penyalahgunaan narkotika

Adapun identitas 2 orang pengguna narkoba jenis shabu tersebut adalah HTL (44) warga Desa Wiyoro Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan dan ATS (44) warga desa Hadiwono Kecamatan Ngadirojo Kabuppaten Pacitan tinggal di Perum Jatikalang, Sidoarjo.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Wahyu S. Bintoro, SH SIK MSi. saat di konfirmasi menjelaskan kejadian berawal dari informasi yang masuk dari masyarakat di Kawasan Stadion Semen sering dilakukan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba.

“Kemudian anggota Resnarkoba Polres Gresik langsung datang melakukan penyelidikan dan penyedikan kepada dua pengguna narkoba tersebut”, terang Kapolres.

Dari penyelidikan yang dilakukan anggota Resnarkoba Polres Gresik 2 pelaku berhasil diamankan saat menggunakan barang terlarang tersebut di Stadion Semen Gresik di Jl. Kartini Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik.

” Tersangka berhasil diamankan anggota Unit I Resnarkoba dan saat ini diamankan di Rutan Polres Gresik untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut” jelas Kapolres Gresik.

Kepada media ini Kapolres menjelaskan barang bukti yang berhasil diamankan anggota yaitu 1 bungkus plastik klip kecil berisi kristal bening diduga narkotika jenis shabu yang ditimbang beserta bungkus plastiknya seberat -+ 0,51 (Nol koma lima satu) Gram, 1 bekas bungkus rokok sampurna Mild merah, 2 kartu ATM BRI dan 2 buah HP merk Samsung dan Xiomi.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman 4 tahun penjara” pungkas Kapolres Gresik.(Red)

Share this
Continue Reading

PENGADUAN ONLINE

RUANG IKLAN ANDA

Arsip

Kategori

Trending

error: Content is protected !!