Connect with us

JAWA TIMUR

PT Waskita Karya Ingkar Janji Terkait Memfasilitasi Warga Pohsangit Leres dan Muneng Wetan Atas Dampak Tol Paspro

Published

on

Tanaman jagung milik warga yang terdampak polusi pengerjaan Proyek Tol Paspro

Probolinggo, lingkaran.net – Asa masyarakat desa Pohsangit Leres dan Muneng Wetan Kecamatan Sumberasih untuk mendapat keadilan atas keluhan dampak negatif pengerjaan proyek Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) rupanya telah pupus.

Pasalnya setelah ada pendekatan dari PT Waskita Karya sebagai pelaksana proyek tersebut untuk memfasilitasi apa yang menjadi keluhan warga, ironisnya hingga saat ini tidak ada tindaklanjutnya.
Seperti diketahui beberapa waktu lalu, ratusan warga dua desa tersebut diatas melakukan aksi demo yang menuntut pelaksana mega proyek tol Paspro bertanggungjawab atas berbagai dampak dari adanya proyek tersebut. Pendemo yang banyak didominasi kaum perempuan ini, menuntut kompensasi dari PT Waskita Karya atas keluhan warga mulai dari kesehatan, pertanian hingga dampak kerusakan bangunan milik warga.

Bisa jadi puncak kekesalan warga tersebut berakhir dalam aksi demo tepatnya dilokasi STA 22+500 Tol Paspro desa Pohsangit Leres. Bukan berarti keluhan warga ini tidak pernah disampaikan. Mulai dari Pemerintahan desa hingga kecamatan , namun sampai saat ini tidak pernah mendapat tanggapan yang serius.
Menurut warga akibat lalu lalangnya kendaraan berat yang melintas,Selain itu tebaran debu dari proyek tol yang berjarak hanya beberapa puluh meter dari tanah warga, berpengaruh pada tanaman petani di desa tersebut. Ironisnya adanya polusi debu yang disinyalir minimnya penyiraman dijalan yang dilalui kendaraan berat ini berpengaruh pada kesehatan warga dengan banyaknya masyarakat setempat yang terjangkit penyakit sesak nafas utamanya anak-anak.

“Dalam beberapa kali tanam, hasil tidak selalu saya dapat akibat rusak kena debu.”Ujar Sukadi yang mengaku sudah 3 kali musim tanam selalu gagal. Pasca demo sejumlah warga tersebut, akhirnya pihak waskita karya melakukan pendekatan padawarga yang direalisasikan disalah satu rumah makan di kota Probolinggo. Melalui Ainul yang mengaku humas Waskita Karya, dia berjajnji dalam satu minggu setelah pertemuan tersebut, pihaknya akan mensurvey apa yang menjadi keluhan warga. Mirisnya janji itu tidak pernah terealisasi. Bahkan warga mengatakan PT Waskita Karya ingkar janji dan membohongi mereka.

“Kalau tidak serius seperti ini, maka kami berencana akan turun lagi dengan massa yang lebih banyak dari sebelumnya.”tegas salah satu warga desa Pohsangit Leres seperti disampaikan pada Lingkaran.Net.(Sf/Rul)

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


PENGADUAN ONLINE


: [email protected]

: 0821 3963 6484

RUANG IKLAN ANDA

Arsip

Kategori

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com