Dengan semangat yang berkobar Sang Pemimpin berusaha membersihkan wilayah kekuasaannya dari segala bentuk kejahatan dan kemaksiatan.

Langkah awal telah dimulai, membersihkan tempat maksiat diwilayahnya, tidak disangka beberapa saat telepon selulernya berbunyi, ternyata pimpinan dari Sang Pemimpin menelepon, “Jangan diusik tempat maksiat itu, karena itu dibawah pengawasan saya” ujar pimpinan Sang Pemimpin dengan nada tinggi.

Mulai ragu Sang Pemimpin, dalam hati dan pikiran berkecamuk dashyat, “saya Merah Putih, akan selalu memegang sumpah saya, dan tidak akan jadi pengkhianat” dalam pikiran sang pemimpin.

” Jika saya tidak jadi mengkhianat, saya akan dicopot jadi pemimpin, istri dan anak saya mau makan apa” pikiran ragu dari Sang Pemimpin.

Setelah merenung beberapa lama, Sang Pemimpin mengambil sikap, dan berkata dengan lantang “Saya Merah Putih, tidak akan saya mengingkari sumpah, tidak akan berkhianat pada negara, istri dan anak tidak akan kelaparan, karena Tuhan akan mencukupinya”.

Dengan berjalan tegap, penuh percaya diri, Sang Pemimpin melaksanakan tugas walaupun mengetahui resiko yang akan dihadapi.  ( Redaksi)