Connect with us

Jabodetabek

Babinsa Koramil 03/GP Hadiri Tasyakuran Milad Pertama Tunggal Pitung Jatayu

Mochamad Solichin

Published

on

Babinsa Koramil 03/GP Sertu Abdul Rohman menghadiri acara Milad Pertama Tunggal Pitung Jatayu yang digelar oleh Ketua RW.07 Kota Bambu Utara

Jakarta, lingkaran.net – “Milad (Perguruan Tunggal Pitung Jatayu) adalah bukti kami dapat menjalankan amanah untuk membesarkan budaya Betawi. Dan Saya selaku pengurus berharap, kami bisa terus memperkenalkan dan melestarikan budaya Betawi ke seluruh anak didik khususnya di wilayah RW 07 KBU agar (budaya yang kita banggakan ini) tidak tergerus dengan budaya asing”, jelas Ketua RW 07 Kota Bambu Utara (KBU) Jenta Prakasa, SE.

Sambutan Ketua RW.07 KBU Jenta Prakasa, SE

Itulah ungkapan yang dikemukakan Ketua RW.07 KBU kepada awak media saat menggelar tasyakuran milad pertama Perguruan Tunggal Pitung Jatayu di halaman belakang kediamannya di Jalan Katalia I Timur RT.11/RW.07 Kelurahan Kota Bambu Utara, Jakarta Barat, Sabtu 14/12/2019) Malam.

“Alhamdulillah malam ini juga dilaksanakan santunan anak yatim sebagai wujud rasa syukur dan memohon keberkahan dari Allah SWT atas segala ni’mat-Nya,” tambah Jenta Prakasa.

Pemotongan tumpeng sebagai tanda rasa syukur

Turut hadir dalam acara tasyakuran tersebut adalah Babinsa Kelurahan Kota Bambu Utara Koramil 03/GP Sertu Abdul Rohman, Ketua RW.07 KBU Jenta Prakasa, SE., LMK RW.07 Nur Samsu, para Ketua RT di lingkungan RW.07, Pengasuh Perguruan Tunggal Pitung Jatayu Bapak Tarman beserta para anak didiknya.

Ketua RW.07 KBU Jenta Prakasa sedang menyantuni anak yatim

Di tempat yang sama, Babinsa Kelurahan Kota Bambu Utara Sertu Bachtiar sangat mengapresiasi kegiatan tasyakuran dan santunan ini, “Saya selaku Babinsa sangat apresiasi terhadap inovasi dan kreatifitas Ketua RW.07 KBU yang telah mengadakan kegiatan ini tasyakuran milad Tunggal Pitung Jatayu dan Santunan Yatim,” ucap Sertu Abdul Rohman.

Babinsa Sertu Abdul Rohman menyantuni anak yatim

Lebih lanjut Sertu Abdul Rohman juga berharap, “Dengan adanya pembinaan oleh Pengurus melalui seni beladiri Tunggal Pitung Jatayu kepada generasi muda melalui kesenian beladiri asli Betawi ini dapat menimbulkan nilai positif seperti melestarikan budaya asli Betawi, persaudaraan, sportivitas dan mencegah kenakalan remaja,” tambah Babinsa berdarah Betawi tulen ini.

Atraksi bela diri oleh anak didik perguruan Tunggal Pitung Jatayu

Sementara itu Bapak Tarman (64), selaku Pengasuh Perguruan Tunggal Pitung Jatayu menjelaskan, “Mereka yang belajar silat Betawi beraliran Cingkrik di Perguruan Tunggal Pitung Jaya harus bisa menguasi 12 jurus andalan yakni, Langkah Satu, Jurus 1, Jurus 2, Jurus 3, Jurus 4, Pembuka Satu, Sauk, Macan, Singa, Blokbek, Rambek, dan Longgok”.

Suasana acara tasyakuran

Ia juga menuturkan, dirinya sudah mempelajari silat Betawi ini sejak berusia lima tahun dari gurunya yang bernama Haji Abdul Majid. Silat beraliran Cingkrik, dengan ciri keluwesan gerakan tangan dan kaki. hingga saat ini tetap mempunyai daya tarik tersendiri baginya.

“Semakin hari, kecintaan saya terhadap seni budaya Betawi semakin bertambah,” kata pria yang akrab disapa Baba Amang yang telah mengajar sejak tahun 1972.

Pemotongan tumpeng

Kegiatan tasyakuran Perguruan Tunggal Pitung Jatayu dilanjutkan dengan pemberian santunan anak yatim oleh Ketua RW.07 KBU Jenta Prakasa, Babinsa Sertu Abdul Rohman dan LMK RW.07 Bapak Nur Samsu.

Dan acara diakhiri dengan atraksi dari anak didik Perguruan Tunggal Pitung Jatayu. (M.Solichin)

Advertisement


PENGADUAN ONLINE


: aduan@lingkaran.net

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com