Connect with us

JAWA TIMUR

Baru 3 Bulan Bekerja, Guru SDN Gentong Jadio Korban Atap Ambruk

Redaksi Lingkaran.net

Published

on

Guru korban atap sekolahan ambruk

Pasuruan, lingkaran.net – Dua orang meninggal dunia dalam tragedi atap SDN Gentong ambruk di Kota Pasuruan. Salah satunya adalah Sefina Arsi Wijaya.

Dara cantik berusia 19 tahun ini bekerja di SDN Gentong sejak Juli 2019. Fina, begitu dia biasa disapa, bertugas di perpustakaan dan menerima gaji Rp 300 ribu/bulan.

“Selain bekerja dia sedang menempuh pendidikan di Universitas Terbuka jurusan PGSD. Saat ini ia baru semester 1,” kata ayah korban, Eko Wijaya, di rumahnya Jalan Slamet Riyadi RT 09/RW 08, Mandaranrejo, Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jumat (8/11/2019).
Saat tragedi ambruknya atap terjadi, Fina tengah menggantikan guru kelas V-A yang tengah berhalangan. Ia tertimpa reruntuhan bangunan bersama para murid.

“Saya menerima telepon dia menjadi korban atap kelas ambruk. Pikiran saya kacau. Gugup setengah mati,” ujar Eko.

Sepanjang perjalanan ke rumah sakit, Eko terus berdoa untuk keselamatan Fina. Namun nasib berkata lain. Anak pertamanya itu dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
“Saat ini, kami berusaha ikhlas. Ini sudah menjadi ketetapan yang maha kuasa,” ungkap Eko.
Eko mengenang putrinya sebagai pribadi yang baik dan patuh. Ia dikenal supel dan pandai bergaul sehingga mempunyai banyak teman.

“Temannya banyak. Dia tidak pelit kepada temannya. Kalau gajian sering mentraktir,” terang Eko.

Musibah ini mengingatkan Eko pada isyarat aneh dari putrinya dua minggu lalu. Saat itu, Fina mengajak keluarga makam bersama di luar. Di saat makan bersama ayah, ibu dan adiknya, dia seolah berpamitan.
“Tiba-tiba ngomong ‘Ma, Pa, kalau aku seperti Mas Febri, Mama Papa jangan sedih. Boleh sedih tapi jangan berlarut larut. Makan yang enak seperti biasanya ya’. Febri itu adalah keponakan yang meninggal karena kecelakaan,” kenang Eko.

Saat itu, Eko dan istrinya merasakan ada hal aneh dari ucapan anaknya. Namun dia mencoba mengabaikan dan menenangkan istrinya. Dua minggu kemudian, Selasa (5/11), putri tercintanya meninggal dalam peristiwa atap gedung di SDN Gentong ambruk.

Dalam peristiwa itu, murid kelas II-B, Irza Almira Ramadhani (8), meninggal dunia. 11 Siswa lainnya luka-luka.(Tim)

Advertisement


PENGADUAN ONLINE


: aduan@lingkaran.net

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com