Connect with us

Mitra TNI-Polri

Belum Cukup Kuat Bukti, FR Dikenakan Wajib Lapor

Avatar

Published

on

Dugaan tersangka FR yang dikenakan wajib lapor oleh pihak Kepolisian Polresta Sidoarjo.

Sidoarjo,Lingkaran.net- Terkait Beredar kabar pemberitaan adanya penangkapan 2 orang dugaan penyalahgunaan Narkotika jenis sabu, yang dilakukan oleh anggota Satresnarkoba Polresta Sidoarjo pada tanggal 4 Mei 2020 menjadi polemik.

Kedua orang tersebut adalah berinisial FR jenis kelamin laki-laki dan seorang perempuan berinisial LL, yang ditangkap di desa Ketapang, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Dan menurut kabar dua orang itu dilepas oleh pihak Satresnarkoba Polresta Sidoarjo.

Guna mengetahui kebenaran kabar tersebut, awak media mencoba menelusuri dengan mendatangi Kanit III Satresnarkoba Polres Sidoarjo, Ipda Rohman.

Dalam keterangannya Ipda Rohman mengatakan,Benar, kita telah amankan terduga pemakai narkoba jenis sabu, dan ditemukan barang bukti Bong, Klip, Pipet tetapi tidak ada sabunya.”Setelah dilakukan tes urine hasilnya positif. Dari pengakuan FR dirinya habis meminum obat oskadon,” Tandas Kanit 3 Unit Narkoba Ipda Rohman saat menjelaskan, Senin (8/6/2020).

Kemudian karena bukti belum cukup kuat,Kita lakukan wajib lapor kepada FR, seminggu dua kali, yakni pada hari Senin dan Kamis, hal itu untuk memantau FR, dan sudah satu bulan ini FR wajib lapor.

“Pihak kita akan lakukan tes urine dadakan, dan kalau hasil negatif wajib lapor ditiadakan,” Beber Ipda Rohman.

“LL calon istri FR sudah wajib lapor, dan terakhir tes urine sudah negatif, makanya tidak wajib lapor lagi. Dan untuk mengembangkan perkara, Handphone punya FR masih kita tahan, untuk mengetahui apakah ada telpon atau SMS terkait Narkoba, namun sampai hari ini tidak ada hal itu,” Kata Rohman.

Dikatakannya, Jadi saya tegaskan, tidak ada cukup bukti untuk diajukan ke JPU, makanya FR tidak ditahan dan dipulangkan, serta dilakukan wajib lapor.

Ketika awak media melakukan wawancara dengan Kanit III narkoba Polresta Sidoarjo, datang FR untuk wajib lapor. Awak media mencoba melakukan klarifikasi dan konfirmasi ke FR.

“Saat saya di rumah pada tanggal 4 Mei 2020, datang polisi dan menggeledah kamar saya. Saya diperiksa dan dilepaskan dua hari setelah saya diamankan. Polisi membebaskan saya karena tidak ada barang bukti sabu. Jadi murni saya bebas karena tidak ada bukti, bukan karena sebab lain,” Cerita FR. Senin (8/6/2020).

“Saya dites urine positif, karena saya sering minum obat jenis Oskadon atau Mixagrip. Saya sering pusing kepala, makanya saya minum obat itu. Jadi bukan karena memakai Narkoba,” Ucap FR. (Fir)

Advertisement


PENGADUAN ONLINE


: aduan@lingkaran.net

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com