Connect with us

HUKRIM

Debt Collector Rampas Mobil dan Lakukan Kekerasan Kepada Wartawan Asal Surabaya

Avatar

Published

on

Wartawan yang diduga menjadi korban Debt Collector.

Lamongan, Lingkaran.net- Peristiwa Naas yang dialami oleh dua wartawan dari Surabaya bernama Agus Winarno dan Supandi. Keduanya menjadi korban perampasan dengan kekerasan oleh sejumlah Debt Collector, di depan Bank Mentari Terang tepatnya di Pasar Babat, Kabupaten Lamongan, pada hari Kamis 27 Agustus 2020. sekitar pukul 12.30 WIB,

Dua wartawan dari media online, Pewarta TV. Com dan Kabardaerah. Com, yang saat itu telah menjadi korban perampasan oleh delapan orang Debt Collector dari Leasing Clipan Finance. Sedangkan Kendaran yang dirampas paksa oleh meraka adalah mobil Daihatsu Xenia warna putih dengan Nopol polisi L1480 QX yang atas nama Samsul ayah dari Agus Winarno.

Bukti Surat Pelaporan.

Menurut cerita Agus, ia mengatakan dalam peristiwa itu bermula ketika dirinya keluar dari bank Mentari Terang namun tiba tiba ada empat orang tak dikenal dengan nada tinggi dan tidak sopan bertanya, Siapa yang punya mobil Xenia putih ini. Agus pun langsung menjawab dengan nada rendah.

“Mobil itu adalah milik saya pak, agus pun bertanya emang ada apa pak, Tanpa basa basi empat orang itu langsung memegang erat tangannya agus dari belakang dan merampas paksa kunci kontak mobil yang disimpan di dalam saku celananya,” Ungkap agus, Sabtu (30/08/2020)

Dengan mempertahakan kunci kontak mobil tersebut agar tidak diambil oleh empat colektor itu. Tiba-tiba ada empat orang temanya lagi yang keluar dari mobil warna abu abu jenis Mobilio, Lantaran kontak mobol yang berada didalam saku celana dipertahankan oleh agus, Empat orang itu juga langung menyerang dari belakang dan berhasil mengambilnya.

“Ketika dikroyok agus sempat berteriak maling maling, sehingga warga sekitar Pasar Babat berdatangan untuk menolongnya. Namun agus dan rekanya Supandi keburu diseret oleh colektor kedalam mobil untuk menghindari dari amukan masa, sedangkan agus beserta temanya dibawa dan diturunkan ditempat lain,” Bebernya.

Ditambahkannya, saat itu saya sempat dipukul oleh preman bank (Debt Collector), selain itu saya juga sempat diancam dengan menggunakan Senpi yang ada dibelakang pinggang salah satu Debt Collector,

“Sedangkan saya hanya pasrah dan tak berdaya saat dikroyoknya. Apalagi saya diancam dengan senjata api oleh salah satu Debt Collector itu,”Ujarnya.

Agus mengatakan, Selang peristiwa itu. saya beserta teman langusung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lamongan agar kasus ini segera ditangani dan diproses dengan secara hukum.

“Sedangkan luka bengkak dibagian bibir atas. lantaran terkena pukulan oleh para sejumlah Debt Collector dan robek di bagian saku celana akibat ditarik oleh mereka langsung dibawa oleh anggota Reskrim ke RSUD Dr Soegiri Lamongan untuk dilakukan Visum,”imbuhnya.

Berdasarkan laporan polisi nomor: LP- B/150/VIII/Res 1.8 /2020/Reskrim / SPKT Polres Lamongan tertanggal 27 Agustus 2020, tentang adanya tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dimuka umum sebagaimana di maksud dalam Pasal 170 KUHP.

“Atas kasus ini, Agus meminta agar anggota Satreskrim Polres Lamongan segera memproses dan melakukan penangkapan terhadap 8 (delapan) orang pelaku Debt Collector segera dipercepat,” Pinta Agus.

Terpisah ketika ditelpon Kasatreskrim Polres Lamongan AKP David mengatakan, Benar mas, Laporan ini sudah kami terima dan akan kita tindak lanjuti. ” Sekarang sedang dalam proses penyelidikan,” Beber David kepada Wartawan Lingkaran.net. (Fir)

Advertisement


PENGADUAN ONLINE


: aduan@lingkaran.net

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com