Connect with us

JAWA TIMUR

Di Duga Selingkuh, Asper KBKPH Sukamade Sukirno Menepis “Kami cuma ngobrol”

Adi Prayitno

Published

on

Asper KBKPH Sukamade Sukirno bersama H saat keluar dari Kantor Desa Kesilir
Banyuwangi, lingkaran.net – Sukirno Asper KBKPH Sukamade pada senin 12 agustus sekitar pukul 22.00 wib di duga terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan), namun OTT kali ini tidak berhubungan dengan suap maupun gratifikasi. OTT kali ini terjadi karena beliau di duga telah melakukan perselingkuhan bersama seorang janda ber inisial H di rumah Dinas Perhutani KBKPH Sukamade. Dugaan ini mencuat karena Asper Sukirno saat itu kedapatan sedang berduaan dengan H.
Saat di konfirmasi pada selasa 13 agustus di Kantor Desa Kesilir, Kepala Desa Kesilir Supriyanto membenarkan peristiwa tersebut. “Peristiwa tadi malam memang benar adanya, kami sudah mengundang kedua pihak untuk mediasi di Kantor Desa Kesilir. Harusnya hari ini pihak pihak tesebut hadir, namun karena masih ada urusan penting mungkin besok mereka baru bisa hadir di Kantor Desa” jelas Kades Supriyanto.
Senada dengan penjelasan Kades Kesilir,  Didik selaku Kepala Dusun Krajan saat di tanya terkait peristiwa tersebut juga mengiyakan  “TKP nya di rumah dinas Perhutani yang masuk wilayah rt 01 rw 06, sebenarnya pihak pihak tersebut sudah di undang hari ini, namun karena ada salah satu pihak yang hari ini sedang ada kepentingan yang sangat penting mungkin mediasi baru bisa di laksanakan besok” papar Didik.
Di konfirmasi di Kantornya Asper Sukirno sedang tidak ada di tempat, staf Kantor memberitahukan bahwa hari ini (selasa 13 agustus) beliau sedang ada rapat penting.
Asper Sukirno waktu di konfirmasi pada Rabu 14 agustus saat keluar dari Kantor Desa Kesilir bersama perempuan yang di duga pasangan selingkuhnya yang berinisial H, mengenai peristiwa OTT pada senin 12 agustus beliau mengatakan “Waktu itu memang saya akui saya sedang di rumah Dinas perhutani bersama H, namun kami hanya sedang duduk duduk sambil ngobrol santai, beliau ini sedang bertamu. Memang benar waktunya sudah jam 21.00 wib lewat, cuma kalau di katakan sudah jam 22.00 wib belum ada. Kalau masalah pintu di tutup juga benar, cuma pintu belakang kan terbuka” ungkapnya. Terkait mediasi beliau menambahkan “Ini tadi sebenarnya mau mediasi, berhubung Babinkamtibmas nya katanya masih ada kepentingan di Banyuwangi ya tidak jadi mediasi” jelas Asper Sukirno.
Kades Kesilir waktu di konfirmasi saat itu juga membenarkan hal tersebut, “Kalau Babinsa ada, namun Babinkamtibmas nya masih ada kepentingan di Banyuwangi, jadi harus di tunda” jelas Kades Kesilir Supriyanto.
Di konfirmasi ulang pada Kamis 15 agustus di Kantor Balai Desa Kesilir, Kades kembali menjelaskan “Hari ini juga belum bisa di lakukan mediasi, babinkamtibmas sedang sibuk, kebetulan ini memang sudah memasuki hari hari sibuk, banyak acara dalam rangka menyambut HUT RI Ke 74” papar beliau.
Baru pada hari Jum’at (16 agustus 2019) salah satu sumber memberitahukan bahwa telah terjadi mediasi di Kantor Desa Kesilir, ketika di konfirmasi pada Senin 19 agustus, Kepala Desa Kesilir Supriyanto mengatakan “Sudah kami mediasikan, dan hasilnya tidak bisa kami sampaikan keluar karena ini bersifat internal. Beliau juga telah membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut, artinya tidak akan menerima tamu di luar jam bertamu. Terkait sangsi memang tidak ada sangsi yang di terapkan karena tidak ada perdesnya” pungkas Supriyanto.(LN Bwi)
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


PENGADUAN ONLINE


: aduan@lingkaran.net

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com