Connect with us

HUKRIM

Di Duga Tak Kooperatif, Nike di Laporkan Polisi

Adi Prayitno

Published

on

Sri astutik (rambut pendek) bersama Lailin usai melapor ke Polres Banyuwangi
Banyuwangi, lingkaran.net – Kasus dugaan penipuan yang berkedok pinjaman dengan mengatasnamakan oranglain akhir akhir ini marak terjadi, seperti halnya yang terjadi di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.
Peristiwa ini menimpa Lailin, ibu muda sekaligus pemilik uang yang di duga telah terripu. Dengan mempertimbangkan hubungan persahabatanya dengan Nike (yang di duga pelaku penipuan) Lailin meminjamkan uang kepada Nike yang saat itu Nike beralasan bahwa dia hanya di mintai tolong oleh teman temanya sesama ibu ibu untuk meminjamkan uang.
Sebagai jaminan Nike memberikan buku tabungan milik ibu ibu yang menurut pengakuan Nike mereka mereka itu yang pinjam uang. Masalah mulai terjadi di saat Nike tak jua membayar hutangya pada Lailin, kecurigaan Lailin mulai timbul, setelah di usut ternyata ibu ibu yang bukunya di jaminkan Nike pada Lailin sama sekali tidak tahu dan tidak pernah merasa punya pinjaman kepada Lailin.
Mengetahui hal ini sebenarnya sudah ada upaya damai dari pihak Lailin, namun belum mendapat tanggapan dari pihak Nike. Karena merasa niat baiknya tidak di respon Lailin yang merasa di bohongi meminta bantuan penyelasaian perkara ini pada Sri astutik aktivis dari Lembaga Re klasering Indonesia. “Saya memang dalam hal ini bertindak sebagai pendamping sekaligus mediator, yang kami harap masalah ini bisa cepet selesai tanpa kami harus melapor ke Polisi, namun jika upaya baik kami tidak di respon, langkah terakhir akan kami bawa masalah ini ke Kepolisian” jelas Sri astutik saat di konfirmasi lewat telepon.
Setelah menunggu beberapa hari kenyataanya belum juga ada itikad baik dari Nike untuk memyelesaikan permasalahan ini, dengan di dampingi Sri astutik Lailin resmi melaporkan Nike ke Polres Banyuwangi pada Jum’at (13/09/2019).
Terkait laporanya ke Pidum mengenai masalah hutang piutang yang harusnya masuk ranah perdata Sri menjelaskan “Memang benar, kalau masalah hutang piutang memang ranah perdata, namun di sini ada hal yang menyebabkan timbulnya pidana” jelas Sri astutik.(LN-Bwi)
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


PENGADUAN ONLINE


: aduan@lingkaran.net

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com