Di Awal Bulan Januari, Polres Gresik Gelar Konferensi Pers Kasus Penganiayaan Dipicu Masalah Asmara, Ketujuh Pelaku Tega Aniaya Teman Main

Gresik, Lingkaran.net- Di Tahun 2021 awal Bulan Januari, Untuk pertama kali Polres Gresik menggelar Konferensi Pers tentang ungkap kasus penganiayaan terhadap seorang gadis di Alun-Alun Gresik yang sempat viral di Media sosial (Medsos). Diketahui salah seorang pelaku merasa sakit hati karena pacarnya diajak jalan-jalan oleh korban.

Kini ketujuh pelaku sedang menjalani proses hukum dihadapan penyidik PPA Sat Reskrim Polres Gresik untuk sementara masih berstatus sebagai saksi.

Ironis dan sungguh tega, ketujuh pelaku sebenarnya adalah teman dekat korban. Lantaran hanya dipicu masalah asmara mereka tega menganiaya teman main.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, SH, SIK, MM melalui Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar SH, SIK, MSi mengatakan saat Konferensi Pers, Bahwa kasus penganiayaan terjadi dilatar belakangi asmara, Jumat (8/1/2021) Siang.

Bermula korban berinisial Z mengajak pacar A untuk jalan-jalan. Pelaku yang mengetahui hal itu tidak terima. Lantas dia mengajak teman yang lain untuk melakukan menganiaya korban.

Sebelumnya, Ketujuh pelaku sudah merencanakan penganiayaan terhadap korban. Berdalih mencari spot foto di Alun-Alun, pelaku mengajak korban tanpa disadari teman-teman pelaku sudah menunggu di lokasi.

“Para pelaku langsung melakukan penganiayaan, ada pula yang merekam dan mengunggah untuk dijadikan status di media sosial,” ungkapnya.

Dihadapan penyidik pelaku berinisial A mengaku sakit hati lantaran kekasihnya diajak jalan korban. “Sakit hati karena pacar dari salah satu pelaku diajak jalan korban,” bebernya.

Dijelaskannya, Hingga video tersebut viral di media sosial, Tim Cyber dan Opsnal Polres Gresik pun bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Hitungan jam para pelaku berhasil diamankan di kediamannya masing-masing. Merekapun langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Gresik.

Dari hasil visum ditubuh korban terdapat luka, saat ini penyidik masih mendalami peran dari masing-masing pelaku.

“Hasil visum, korban mengalami luka di bagian punggung dan kepala,” Tutur mantan Kasatlantas Polresta Sidoarjo.

Ditambahkannya, Pakaian dan Handphone (HP) diamankan petugas sebagai barang bukti. Saat ini kasusnya sudah naik ke penyidikan. Namun, status para pelaku masih saksi.

“Alat bukti sudah cukup, masih proses penyidikan nanti kita naikkan statusnya sebagai tersangka,” Jelasnya.

Akibat perbuatannya, Ketujuh pelaku dijerat dan diancam dengan Pasal 80 ayat 1 UU RI no.35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman penjara tiga tahun penjara. Sedangkan korban kini masih menjalani proses konseling untuk memulihkan kondisi psikis dan mental. (Fir/ Mun)