Connect with us

JAWA TIMUR

Dorong Anak-anak Kembangkan Potensi Non-Akademis

Redaksi Lingkaran.net

Published

on

SINERGI: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (tengah), Direktur Radar Media Surabaya Lilik Widyantoro (tujuh dari kanan) bersama para sponsor dan Kepala DP5A Chandra RMD Oratmangun (dua dari kiri)

Surabaya, lingkaran.net – Sebuah program tahunan yang digelar berkaitan hari pendidikan nasional untuk mengapresiasi inisiasi masyarakat kampung Surabaya, Lomba Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo (KP KAS) tahun ini kembali digelar di Balai Kota Surabaya, Rabu(28/08/2019).

Salah satu peserta yang memiliki kemampuan bakat dan talenta dari wilayah Kelurahan Gunung Anyar Kecamatan Gunung Anyar Surabaya

KP KAS sendiri merupakan kampung dengan masyarakat yang memiliki kesadaran dan kepedulian untuk menjamin tumbuh kembang anak secara komprehensif baik aspek spiritual, intelektual, sosial-emosional, dan jasmani melalui iklim lingkungan kampung yang edukatif, aman, nyaman, ramah, sehat, kreatif, dan literat.

Kegiatan Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo ini juga didukung oleh PT Surya Timur Sakti Jatim (Yamaha), PT Terminal Petikemas Surabaya, BFI Finance, Citra Land Surabaya, PT Suparma Tbk, Pertamina, dan Bank Jatim. Turut hadir Lurah dan Camat se-Surabaya yang membawa anak-anak dengan bakat dan keterampilan masing-masing diwilayahnya.

Salah satu diantaranya di hadiri anak-anak yang memililki bakat dan keterampilan dari wilayah Gunung Anyar Kelurahan Gunung Anyar dan KEcamatan Gunung Anyar.

Dalam sambutannya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa, “Lomba Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo (KP KAS) menitik beratkan pendidikan anak sekolah itu hanya 8 jam dan sisanya 16 jam di luar sekolah merupakan tugas dan tanggung jawab para orang tua, warga sekitar rumah serta pemerintah pada khususnya Pemerintah Kota Surabaya ke jajaran sampai tingkat Kecamatan, Kelurahan dan Rukun Warga (RW) serta tingkat Rukun Tetangga (RT) untuk memberi kesibukan sianak dengan kegiatan positif agar tidak terkontaminasi maka di kasih tempat di KP KAS yaitu di beri pelatihan di sgala bidang yang bisa di tekuni.

“Semua anak kecerdasannya beda-beda. Gak semua pinter matematika atau fisika. Yang gak bisa kan kasihan seolah-olah mereka gak punya arti. Padahal, tidak mungkin Tuhan memberikan kekurangan saja. Nah, itulah yang kita dorong kelebihan itu untuk dikeluarkan. Toh, banyak sekali orang yang sukses bukan dalam satu bidang saja. Salah satunya seperti yang kami hadirkan ini,” ujar Risma.

Risma menambahkan, “anak-anak saat ini memiliki tantangan yang berat. Mereka berada dalam kontrol sekolah selama delapan jam sehari. Selebihnya, mereka menghabiskan waktu di luar dunia akademis. Bisa di rumah atau lingkungan bermain. Waktu 16 jam di luar akademis inilah yang menjadi fokusnya. Jangan sampai anak-anak menghabiskan waktu dan terpengaruh hal-hal negatif.”

Selama ini Risma mengaku sering menjumpai anak-anak yang melakukan perbuatan menyimpang karena tidak punya kesibukan di luar sekolah. Adanya kampung pendidikan ini diharapkan agar anak memiliki aktivitas positif di luar sekolah untuk mengembangkan diri.

“Dulu, kalau anak-anak menyendiri, paling mentok mereka melamun. Sekarang, sendiri, informasi-informasi dari luar bisa masuk. Ada yang positif dan ada yang negatif. Itulah mengapa tugas kita sebagai orang tua untuk mengisi. Jangan sampai anak-anak ini punya waktu menganggur yang dimanfaatkan untuk hal tidak baik dan menyimpang,” lanjutnya.

Risma kemudian mengenang zaman ketika mengenyam pendikan menengah. Selain sekolah formal, waktunya dihabiskan untuk berkegiatan di luar akademis. Risma aktif menjadi atlet lari, terlibat dalam klub basket dan voli. Sehingga tidak ada waktu untuk diarahkan ke hal-hal negatif. Semua ini tak lepas dari dukungan orang tua dan support guru untuk mengembangkan kemampuannya.

Melalui Kampung Pendidikan inilah, Risma mendorong partisipasi masyarakat agar terjun langsung mendorong anak-anak agar dapat menemukan talentanya. Dalam KP KAS tahun ini terdapat 11 jenis pelatihan. Mulai dari musik, videografi, masak, tari dan berbagai keterampilan lain. Pesannya, agar anak-anak Surabaya terlibat. Tentu dengan dorongan orang tua dan masyarakat.

“Kota Surabaya besar karena partisipasi masyarakatnya. Ayolah, jangan cuek dengan anak-anak yang ada di sekitar kita. Ayo kita dorong agar mereka mengembangkan bakat. Tidak hanya orang tua. Kalau ada anak di lingkungan di sekitar kita yang ada tidak benar, ayo diarahkan. Kemarin saya ngobrol dengan pebulu tangkis internasional. Kunci kesuksesan mereka ini tidak lain karena dorongan orang tua dan guru di sekolah. Jika tidak, anak-anak juga tidak akan berkembang,” ujarnya.

Chef Ken juga memberikan motivasi kepada anak-anak. Ia berpesan agar anak-anak ini menemukan bakat dan keterampilan masing-masing. Juga menekuni bakatnya dan mencoba hal baru. Ia mencontohkan perjalanan karirnya. Dimulai dari mengikuti lomba memasak yang akhirnya mengarahkan kepada karir masa depan.

Begitu juga dengan Bima Putra. Dia menutup motivasinya dengan kalimat motivasi yang sangat indah. “Jangan malu untuk berprestasi. Jangan takut untuk berprestasi. Sebab, orang yang berprestasi pasti akan diapresiasi,” pungkasnya.(Red)

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


PENGADUAN ONLINE


: aduan@lingkaran.net

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com