Connect with us

Mitra TNI-Polri

Jatim Darurat Narkoba, Kurun Waktu 1,5 Bulan Polrestabes Surabaya Amankan Sabu Seberat 30 Kg dan 200 Tersangka

Avatar

Published

on

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Luki Hermawan saat Konferensi Pers di Polrestabes Surabaya.

Surabaya, Lingkaran.net- Bertempat di Gedung Bharadaksa, Polrestabes Surabaya dibawah pimpinan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho menggelar Konferensi Pers hasil tangkapan Satnarkoba anggotanya selama kurun Waktu 1,5 Bulan.

Acara tersebut dihadiri langsung Kapolda Jatim Irjen Pol Drs.Luki Hermawan,MSi , Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo, Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang, Kapolres Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, Kapolsek dan Kasatreskrim Jajaran Polrestabes Surabaya,Pihak Kejaksaan,TNI,Tokoh Masyarakat,LSM Anti Narkoba MACAN, GP Anshor serta PJU Polrestabes,Polres Tanjung Perak dan PJU Polda Jatim.

Para tersangka Pengedar dan Pengguna Narkoba.

Sekitar 200 tamu undangan yang menghadiri acara tersebut. Dalam paparannya Kapolda Jatim mengatakan, SatNarkoba Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap setidaknya Jaringan pengedar International Malaysia.”Barang bukti yang berhasil diamankan berupa sabu-sabu seberat 30 kg, sekitar 3 juta pil koplo dan sebanyak 200 orang tersangka diamankan Satuan Narkoba Polrestabes Surabaya selama 1,5 bulan di awal tahun 2020,” Ungkap Kapolda Jatim saat Konferensi Pers di Gedung Bharadaksa Polrestabes Surabaya, Selasa (18/2/2020) pukul 10.00 WIB.

Lebih lanjut orang nomor satu di Polda Jatim mengatakan, Bulan ini Polrestabes Surabaya menembak mati 2 bandar Narkoba
dan satu orang ditetapkan DPO.

“Jawa Timur darurat Narkoba, Ada sekitar 700 tersangka Narkoba di Jatim dan Surabaya sendiri sekitar 200 tersangka. Pihak Polda Jatim menabuh perang terhadap Jaringan dan pengedar Narkoba,”Jelasnya.

Kapolda Jatim memberikan penghargaan kepada anggotanya yang berprestasi mengungkap Kasus.

Luki menambahkan, Dari total tersangka 200 orang yang diamankan Polrestabes Surabaya sebanyak 17 orang berjenis kelamin wanita, sisanya 183 laki-laki dari 153 kasus.

”Selama 1,5 bulan empat orang tersangka laki-laki dihadiahi timah panas,”Bebernya.

Luki mengatakan prestasi ini menjadi sorotan lantaran dalam sejarah pengungkapan kasus terbesar Narkoba di Kota Surabaya. Sean dalam proses penangkapan Narkoba, Aparat kepolisian juga harus membentuk tim khusus yakni unit 4 Satnarkoba. “Hari ini saya memberikan penghargaan kepada Anggota Kepolisian Polrestabes Surabaya yang berhasil mengungkap kasus Jaringan Narkoba International,” Katanya.

Baring Bukti Narkoba.

“Tim khusus ini dibentuk dengan jajaran sejumlah Polres dan Polda Jawa Timur. Pengungkapan kasus ini ada yang satu jaringan dan ada pull yang beda jaringan,” Ungkap Kapolda.

Modus yang digunakan oleh para tersangka adalah sistem tempel, transaksi langsung, pemesanan via aplikasi pesan online, dan melalui jasa pengiriman serta Ada juga yang jaringan Lapas

Dengan penyitaan barang bukti Narkoba tersebut berarti kita sudah dapat menyelamatkan sebanyak 3.142 orang.

Luki memaparkan, Banyak berbagai cara yang dilakukan Jaringan Pengedar Narkoba Internasional dalam melakukan pengiriman barangnya Ke Indonesia. Ada yang menggunakan jalur darat, laut dan udara.

“Dari hasil catatan yakni tiga jalur pengiriman Narkoba dari Malaysia, Aceh, Batam, dengan tujuan akhir Surabaya. Sesudah masuk wilayah Surabaya barang haram ini disimpan dulu di Madura tepatnya di Kabupaten Pamekasan, Kemudian sebagian diantaranya disimpan di Kota Surabaya untuk diedarkan ke para jaringan pengedar Narkoba Sokobana,” Pungkasnya. (Fir)

Advertisement


PENGADUAN ONLINE


: aduan@lingkaran.net

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com