Connect with us

Mitra TNI-Polri

Jerat Korbannya Lewat FB, Tersangka Baru Kasus Pencabulan Ditangkap Polda Jatim

Avatar

Published

on

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Luki Hermawan dalam konferensi Persnya terhadap pelaku pencabulan anak dibawah umur.

Surabaya, Lingkaran.net- Kapolda Jatim Irjen Pol Drs.Luki Hermawan didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra, Jajaran anggota Renakta Polda Jatim dan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Aris Merdeka Sirait menggelar Konferensi Pers pengembangan Kasus pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh Komunitas Ikatan Gay Tulung Agung (IGATA), Kamis (20/2/2020).

Bertempat di Gedung Patuh Polda Jatim acara tersebut digelar.

Dalam keterangannya Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Luki Hermawan, M.Si memaparkan dari hasil pengembangan kasus pencabulan anak di bawah umur yang Dilakukan MH pihak Polda Jatim menetapkan satu tersangka lagi yang merupakan mantan anggota IGATA (Ikatan Gay Tulungagung) yang bernama Hendri Mufida (HM)

“Munculnya nama tersangka HM merupakan hasil pengembangan kasus pencabulan anak yang terjadi di Tulungagung dengan tersangka Ketua IGATA ini, kita berhasil menetapkan satu tersangka lagi mantan anggotanya juga,” Ungkap Kapolda Jatim.

Ketua KPAI Aris Merdeka Sirait memberikan cinderamata penghargaan kepada Kapolda Jatim.

Lebih lanjut Luki mengatakan, Pihaknya akan menindak tegas pelaku-pelaku pencabulan anak dibawah umur dan kekerasan terhadap anak dibawah umur sebagai wujud keseriusan Kepolisian khususnya Polda Jatim untuk melindungi generasi Bangsa.

“Pelaku HM adalah seorang Guru honorer SD di Tulung Agung.Pelaku dulu merupakan korban.Jadi disini kami tegaskan biasanya korban pencabulan di waktu kecil bisa jadi Pelaku pencabulan ketika ia sudah menjadi dewasa nantinya,” Beber Kapolda Jatim saat Konferensi Pers, James (20/2/2020).

Orang nomor satu di Kepolisian Polda Jatim menjelaskan, Bahwa Kami akan menindak tegas praktek dan pelaku pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan oleh Kaum Gay. Menurut pengakuan Pelaku,biasanya mereka merekrut korbannya lewat Medsos (facebook) maupun melalui bujuk rayu.

“Terhadap pelaku akan kami jerat dengan Pasal 82 UU RI No.17 Tahun 2016 dengan Andaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun Penjara. Barang Bukti yang kita amankan berupa Celana dalam, foto model laki -laki setengah bugil, satu buah buku pembukuan IGATA,Tiga buah buku panduan seks Gay, Enam buah HP dan VCD Porno Gay,” Jelas Luki.

Terpisah Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Aris Merdeka Sirait saat dikonfirmasi mengatakan, Ada Tiga tersangka baru dalam pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh anggota komunitas IGATA.”Kebanyakan pelaku mencari dan menjerat korbannya melalui Medsos dan FB. Saya mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pihak Polda Jatim, Sebagai bentuk apresiasi kami berikan cenderamata kepada Bapak Kapolda Jatim,”Ungkapnya.

Lebih lanjut, Saya berharap lindungilah generasi bangsa ini, saya prihatin dengan kejadian penganiayaan maupun pencabulan yang terjadi di wilayah Tulungagung. “Kepada ibu-ibu saya berpesan untuk selalu mengawasi dan menjaga anak-anaknya dari orang yang baru dikenal dan rayuan dari orang yang baru dikenal,” Pungkasnya. (Fir)

Advertisement


PENGADUAN ONLINE


: aduan@lingkaran.net

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com