Connect with us

PENDIDIKAN

Ketua Osis SMPN 1 bangorejo diduga Lakukan Pungli

Sutrisno

Published

on

Herry Widiyatmoko, tokoh LSM PEKAT

banyuwangi,  lingkaran.net-Momen acara perpisahan kepala sekolah SMPN 1 Bangorejo yang akan diselenggarakan pada hari kamis (23/1/20) besok diwarnai aksi pungutan sebesar 2 ribu per-siswa dan akan digunakan untuk membeli tali asih atau kenang-kenangan yang akan diberikan kepada Siti Munawaroh selaku kepala sekolah yang lama.

Hal itu diketahui saat seluruh ketua kelas mulai dari kelas 7 hingga kelas 9 dipanggil dan dikumpulkan kemudian diminta untuk menarik iuran kepada teman-teman sekelasnya.

Menurut salahsatu siswa saat dikonfirmasi awak media menyebutkan jika sebelumnya tidak ada pemberitahuan jika akan ada iuran untuk membeli tali asih tersebut, hanya ada panggilan kepada ketua kelas melalui pengeras suara untuk berkumpul.

“Awalnya semua ketua kelas dipanggil melalui pengeras suara dan diminta berkumpul, sekembalinya kekelas baru ketua kelas meminta agar semua siswa memberi uang iuran sebesar 2 ribu untuk acara perpisahan kepala sekolah”, tuturnya pada hari Selasa (21/1/20).

Saat pihak SMPN 1 Bangorejo dikonfirmasi, wartawan yang datang ditemui oleh guru agamanya yang bernama Jazuli pada hari Rabu (22/1/20) dan mengaku malah tidak tahu menahu terkait pungutan iuran tersebut.

Jazuli malah memanggil ketua OSIS SMPN 1 Bangorejo untuk memberikan klarifikasi kepada wartawan yang datang.

Ketua OSIS saat memberikan keterangan menyebutkan jika pungutan iuran sebesar 2 ribu rupiah per-siswa itu adalah inisiatif siswa-siswi SMPN 1 Bangorejo sendiri untuk membeli tali asih atau kenang-kenangan sebagai tanda ucapan terimakasih kepada kepala sekolah yang lama dan juga salahsatu guru yang ikut pindah kesekolah lain.

“Iuran itu adalah inisiatif siswa-siswi SMPN 1 Bangorejo sendiri pak, kita ingin membeli tali asih sebagai kenang-kenangan kepada bu Munawaroh dan pak Pono yang pindah ke sekolah lain dan hal itu sudah kita rencanakan sebelumnya”, ujar ketua OSIS dengan tegasnya.

Namun pernyataan berbeda dilontarkan Heri Wijatmoko SH salahsatu tokoh ORMAS PEKAT kabupaten Banyuwangi, Heri mengatakan jika pungutan kepada siswa-siswi sekolah apapun bentuknya baik itu iuran maupun sumbangan sekecil apapun sangat tidak dibenarkan apalagi ada besaran nominal yang ditetapkan.

“Memungut iuran ataupun sumbangan sekecil apapun dengan alasan apapun tetap tidak dibenarkan, apalagi hal itu sudah tertuang dalam peraturan presiden no 87 tahun 2016 tentang satgas saber pungli”, papar Heri Wijatmoko SH.

“Saya capek mas,kepada para kepsek,walaupun sudah banyak contoh kejadian yang sama tapi masih saja diulangi lagi,apa harus ada contoh korban kepsek yg dipidanakan ya, lagi lagi ini berkilah atas inisiatif siswa,kok bisanya siswa seusia anak anak di kambing hitamkan, mestinya guru dan kepsek yang melarang dan menolak hal itu karena mereka lebih paham resikonya,anak anak kan gak ngerti aturanya,
monggo kepsek tidak usah cari masalah to, jalankan saja tupoksi masing masing”, tambah Heri Wijatmoko SH dengan tegasnya.

(oe yenk)

Advertisement


PENGADUAN ONLINE


: aduan@lingkaran.net

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com