Connect with us

HUKRIM

Kronologi Penembakan di Pesantren

Redaksi Lingkaran.net

Published

on

Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono bersama Kasat Reskrim saat menjelaskan kronologi penembakan di Pesantren Annidzhomiyah

Tuban, lingkaran.net – Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono memberikan penjelasan kepada sejumlah awak media di Kabupaten Tuban atas insiden di pondok pesantren Annidzhomiyah yang menjadikan petugas kepolisian menembak kepalanya pelaku.

“Peristiwa yang terjadi pada Rabu itu sudah pada prosedurnya, petugas sudah memberikan peringatan, karena ada petugas yabg terancam akhirnya tindakan itu dilakukan,” kata Kapolres (15/9/2018)

Langkah anggota polisi Polres Tuban itu dilakukan oleh Kasat Narkoba yang saat itu berada dilokasi bersama anggota setelah menerima laporan dari pihak pesantren. Sayangnya upaya petugas mengingatkan pelaku yang mengamuk menggunakan parang tidak membuahkan hasil dan justru mengancam jiwa petugas yang akan mengamankan.

“Begitu kita tiba disana, saya dengan anggota ngecek pelaku di lokasi kejadian, tiba-tiba pelaku terlihat disamping tangga dan langsung mengejar kita sambil mengayunkan senjatanya,” timpal Kasat Narkoba, I Made Patera Negara.

Lebij lanjut, Kasat Narkoba menjelaskan jika kondisi peneranfan dilokasi kejadian tidak terlalu baik, yang menyebabkan beberapa anggota sempat terjatuh saat menghindari amukan pelaku. Bahkan I Made Patera Negara sendiri juga sempat terjatuh bersama anggota lainya.

“Saya sempat terjatuh dua kali saat dikejar pelaku, yang ketiga kali saya di tarik anggota yang terjatuh di depan pelaku, sesaat saya berpikir kalau ini dibiarkan, anggota saya akan menjadi korban, sehingga saya terpaksa untuk menembak pelaku,” tambahnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes An-Nidhomiyyah, KH. Ahmad Musyafak menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisan telah sigap dalam peristiwa itu. Sebab, bukan tidak mungkin, kalau polisi tidak bertindak cepat akan ada banyak korban yang berjatuhan.

“Terima kasih, Polres Tuban dengan cepat merespon laporan kami, saya tidak tahu apa yang terjadi kalau tidak datang,” kata kyai yang akrab dipanggil Gus Mamak ini.(Tim)

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


PENGADUAN ONLINE


: [email protected]

: 0821 3963 6484

RUANG IKLAN

Arsip

Kategori

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com