Connect with us

PENDIDIKAN

Mahasiswa Fakultas FISIP UNAIR Gelar Diskusi Publik, Bentuk Peringati Hari “international Woman’s Day”.

Published

on

Surabaya, lingkaran.net – Dalam rangka memperingati Hari “International Woman’s Day”, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP UNAIR) menggelar diskusi publik dengan tema “Perempuan dan media sosial”.

Diskusi publik ini diselenggarakan di Kampus B UNAIR,tepatnya di ruang Adi Sukadana lantai 2 gedung A FISIP UNAIR, Jalan Dharmawangsa dalam, Kecamatan Gubeng, Surabaya.

Kegiatan diskusi publik ini digelar, Kamis (8/3/2018) pagi.Acara ini dihadiri kurang lebih 90 peserta yang terdiri dari mahasiswa FISIP.

Nampak telah hadir, Dr Tri Susantari Dra. M.Si, Penelusuran Informasi Perempuan Kontemporer (PIPK), Dr Liestianingsih Dwi D, M.Si, Selaku Media Sosial dan Perempuan (MSP), serta Novri Susan, S.Sos, MA, Ph.D, yakni selaku narasumber Perempuan, Media Sosial dalam Tinjauan Sosioligis (MSDTS) dan di moderatori oleh Prof Dr Emy Susanti MA.

Kegiatan ini dimulai dengan pemutaran film berjudul International Womens Day 2018 : the Time is Now serta dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama narasumber sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

Menurut Prof Dr Emy Susanti MA, Selaku moderator memaparkan, bahwa perempuan merupakan makhluk yang berpengaruh di muka bumi ini.

“Kalian sebagai mahasiswa FISIP UNAIR hendaklah peka dalam hal sosial dan politik baik dalam negeri maupun luar negeri,” Kata Prof Dr Emy Susanti MA yang pernah mendapatkan penghargaan dari presiden ini.

Terpisah, Novri Susan, S.Sos, MA, Ph.D memaparkan bahwa bagaimana Media Sosial (Medsos) bisa digunakan perempuan dalam hal positif membangun taraf hidup ekonominya, bukan malah dipakai ajang gosip, ujar kebencian dan ngrumpi saja.

“Media sosial jangan digunakan untuk memojokkan seseorang yang belum tentu bersalah di mata Hukum yang berlaku di Indonesia,” harap dosen Fisip Unair yang tampilannya nyentrik dan parlente ini.

Medsos dalam Patriarkhisme, mempunyai pandangan bahwa perempuan dijadikan obyek dalam kehidupan serta lemah dalam “Bargainneng Position”.

“Pengguna medsos dalam statistiknya menunjukkan, bahwa perempuan mencapai 63%, sisanya 37% laki-laki menggunakan medsos tetapi dominan dan aktif,” tandasnya.

Terpisah, Dr Liestianingsih Dwi D, M.Si memaparkan, bahwa Perebut Laki Orang (Pelakor) yang ramai di medsos merupakan perbuatan yang kurang pantas dilakukan oleh seorang wanita.

“Dalam kemajuan teknologi,semua orang bisa menggugah foto dan aktivitasnya di medsos, bahkan perselingkuhan juga di unggah dalam Media sosial.Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya kasus perceraian,” ucap dosen yang memakai kacamata ini.

Oleh sebab itu, kita harus bisa memfilter, serta memanfaatkan kemajuan teknologi sebaik mungkin dalam hal yang positif dan membangun. (Man)

 

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


PENGADUAN ONLINE


: [email protected]

: 0821 3963 6484

RUANG IKLAN

Arsip

Kategori

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com