Connect with us

HUKRIM

Mediasi Gagal, Saelan Berencana Tempuh Jalur Hukum

Adi Prayitno

Published

on

Kantor Pemdes Sarimulyo
Banyuwangi, lingkaran.net-Pertemuan mediasi yang di gelar di Balai Desa Sari mulyo kecamatan Cluring batal, hal ini disebabkan dengan tidak hadirnya beberapa orang termohon.

Agenda yang telah di tetapkan oleh Pemdes Sari mulyo untuk mengadakan pertemuan dalam rangka mediasi kasus dugaan penyerobotan tanah antara pemohon Saelan sebagai pemilik tanah, warga Dusun Cempoko sari rt 001, rw 003 Desa Sari mulyo kecamatan Cluring dengan beberapa termohon diantaranya Didik Pudjiyono warga Krasak banyuwangi kota selaku terduga pelaku penyerobotan, Ahmad Hariyanto yang merupaka mantan Kades Sarimulyo (tahun 2006), Mustakim (mantan Sekdes Sarimulyo). Rencananya pertemuan akan diadakan di aula Desa Sari mulyo, pada kamis sore (29/03/2020).
Seperti yang pernah di beritakan sebelumnya bahwa Didik Pudjiyono adalah anak tiri Saelan sekaligus termohon yang di duga sebagai pelaku penyerobotan tanah milik pemohon (Saelan). Di temui di ruang kerja Kades Sarimulyo Saelan yang di dampingi oleh Rocky merasa kecewa atas ketidak hadiran termohon, terutama Didik Pudjiyono selaku terduga. Melalui pendampingnya Saelan mengungkapkan kekecewaanya “Pak Saelan merasa sangat kecewa dengan ketidak hadiran Didik Pudjiyono selaku terduga penyerobot tanah milik Pak Saelan. Padahal pihak Pak Saelan telah beritikad baik untuk menyelesaikan permasalahan ini, namun kelihatanya kurang mendapat respon dari pihak Didik Pudjiyono”papar Rocky mewakili Pak Saelan.
Sementara itu Kades Sarimulyo membenarkan ketidak hadiran Didik ini”Beliau tadi WA saya, yang isinya juga saya juga tunjukkan pada Pak Saelan beserta pemdampingnya untuk membaca bersama sama. Dalam WA nya Pak Didik menulis bahwa beliau sudah tidak ada urgensinya dengan musyawara mediasi yang di laksanakan, karena tanah tersebut telah ber SHM atas nama saya, sehingga saya tidak akan hadir. Kedua beliau juga menyampaikan bahwa tanah tersebut telah laku terjual, dan di mohon agar desa membuat notulen sebagai arsip Desa Sarimulyo”jelas Didik.
“Desa sudah berusaha sedapat mungkin untuk membantu menyelesaikan masalah ini, namun kenyataannya seperti ini, maka untuk langkah selanjutnya kami serahkan pada Pak Saelan” imbuh Kades.
Terkait langkah lanjutan yang akan di ambil oleh keluarga pemilik tanah (saelan), sebagai pendamping Rocky mengatakan “Setelah itikad baik kami (keluarga Saelan) tidak mendapat sambutan, maka kami putuskan untuk mengambil jalur hukum, untuk hal itu saya juga sudah berkoordinasi dengan rekan pengacara dari Jakarta, di tunggu saja nanti kabar selanjutnya”pungkas Rocky.(LN Bwi)
Advertisement


PENGADUAN ONLINE


: aduan@lingkaran.net

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com