Connect with us

JAWA TIMUR

Mengenang Sejenak Kepahlawanan Arek-arek Suroboyo Recalled For A Moment The Heroism of Arek-arek Suroboyo.

Published

on

Ilustrasi

Surabaya, lingkaran.net – Jiwa semangat yang dititiskan oleh Bung Tomo pada arek-arek Suroboyo tak hanya diakui oleh Bangsa Indonesia, tetapi oleh seluruh dunia.

Pidato Bung Tomo yang mampu membakar semangat serta memberikan rasa solidarisme dan nasionalisme yang tinggi, kini jarang ditemui dikalangan pemimpin di Dunia. Bonek merupakan salah satu perwujudan solidarisme yang dititiskan oleh Bung Tomo pada arek-arek Suroboyo meskipun masih banyak tanggapan miring terhadap Bonek.

Hal ini bisa saja terjadi karena perubahan jaman yang ditimbulkan karena banyak factor, dari factor kepentingan politik ,bisnis serta factor social ekonomi.

Pidato Bung Tomo yang membuat merinding bagi yang mendengarnya dan memberikan inspirasi tersendiri bagi arek-arek Suroboyo yang memiliki karakter keras namun terbuka dan mudah memberikan maaf.

Kata “Rakyat Jelata” merupakan ajakan kepada masyarakat Surabaya yang kala itu mayoritas menengah kebawah.

Mengapa Bung Tomo menggunakan kalimat Rakyat Jelata, karena suasana penjajahan masih melekat dan rakyat Surabaya masih banyak yang menderita, sedangkan kalangan bangsawan saat itu masihbanyak yang menjaga jarak kebangsawanannya dan dekat dengan penguasa saat itu.Bung Tomo mampu menyatukan pemuda-pemuda dari berbagai daerah yang ada di Surabaya untuk bersatu dan mampu mewakili Bangsa Indonesia untuk menentang penjajahan / kedholiman dengan memberikan semangat perjuangan dengan mengatakan Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah Yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih Maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga.

Pada kalimat selanjutnya “Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting! Tetapi saya peringatkan sekali lagi.Jangan mulai menembak,Baru kalau kita ditembak.
Maka kita akan ganti menyerang mereka itukita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.

Padahal saat itu pemuda-pemuda Surabaya hanya memiliki sedikit persenjataan, namun mereka dengan menggunakan senjata seadanya, bahkan hanya berbekal “Bambu runcing” mereka mampu untuk melawan penjajahan.

Mudah-mudahan semangat Arek-arek Suroboyo tak akan luntur oleh era digital ini. Merdeka..!!! (Yahya)

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


PENGADUAN ONLINE


: [email protected]

: 0821 3963 6484

RUANG IKLAN

Arsip

Kategori

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com