Connect with us

KULINER

Nasi Boranan Warisan Nenek Moyang Yang Kita Pertahankan Jangan Sampai Kuliner Asli LAmongan Ini Hingga Tidak Dikenal Anak Cucu Kita Nantinya

Published

on

Chef Farikh Makhfudh

Lamongan, lingkaran.net – Misalnya sego boranan. Orang lamongan sendiri saja belum tentu semua bisa membuatnya, padahal klu dari tampilannya mungkin sangat sederhana dan sangat mudah dibuat, tapi setelah mencicipi dan merasakanya saya yakin semuanya akan bingung ini makanan rasanya kok seperti ini, komposisi sego boranan yang unik seperti urap-urap, sambel ceker, lentho, telur dadar, sate telur muda(yang hanya kuningnya aja), trus bumbunya ada tumbukan kelapa sangrai ,terus yang paling special dari sego boranan adalah ikan berot(sili) yang sekarang makin langkah. Dari semua komposisi diatas mungkin yang paling asing ditelinga kita adalah ikan berot dan sego boranan itu sendiri.ungkap Chef Farik

Nasi boranan dengan berbagai pilihan lauknya sebagai topping

Sekarang saya jelaskan sego boranan itu berasal dari kata sego (bahasa jawa) yang berarti nasi kemudian boran, boran adalah tempat nasi yang dibuat dari anyaman bambu dan dikasih kaki kaki, klu di gabung sego boranan adalah nasi yang di masukkan ke dalam wadah anyaman bambu, tapi dalam penyajiannya hanya menggunakan kertas dan dialasi daun pisang atau daun jati.

Kemudian ikan berot, ikan ini ada yang menamakan ikan sili, bentuknya pipih, licin seperti belut, dan bersirip, ikan ini hanya ada di perairan tawar seperti tambak dan sungai, kalau dilamongan masih banyak juga di jublang(danau). Rasa dari ikan berot ini sangat gurih dengan daging yang padat tapi tulangnya juga sangat keras sepwrti belut.

Dari penjelasan diatas kalau kita tidak mengenalkan kekayaan kuliner nusantara ini maka lambat laun pasti akan tiada dan anak cucu kita tidak dapat mengetahui warisan kuliner budaya khas dari daerah nya. Memang perkembangan budaya dan inovasi sangat pesat sampai sampai banyak yang melupakan ciri khas dan adat istiadat kuliner khas dari daerah masing-masing, seperti contoh kalau di Kabupaten Lamongan Jawa timur yg pada dasarnya sebagai kiblat kuliner khas Indonesia bahkan sampai seluruh dunia penduduk aslinya pun masih belum banyak mengenal tentang warisan kulinernya, paling yg mereka tau hanya soto Lamongan saja, padahal banyak produk kuliner lamongan seperti tahu campur, sego boranan, sego pantura, kothoan panggangan, ladu dll.

Penyajian nasi boranan dengan berbagai pilihan lauk sebagai topingnya

Kami dari praktisi kuliner mencoba untuk lebih memasyarakatkan kuliner asli tersebut dengan cara mari kita meng ekspose sebesar-besarnya produk produk unggulan kuliner warisan ini. Jangan sampai kuliner asli ini sampai tidak dikenal anak cucu kita nantinya.  Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, Muhammad Zamroni mengatakan, dari data yang ada ada lebih dari 200 penjual nasi boran beroperasi di Lamongan. Mereka secara turun temurun membuat dan menjajakan nasi boranan dan dalam pemasarannya lebih banyak memilih di pinggir jalan secara lesehan.

“Nasi Boran sebenarnya juga sering menjadi pilihan disuguhkan kepada para tamu pejabat yang berkunjung ke Lamongan dan nyatanya banyak yang suka,” ungkap Zamroni. Zamroni juga menyebut, masakan nasi Boran ini hanya bisa ditemui di Lamongan dan belum ada yang menjualnya di luar kota Lamongan.

“Karena kekhasannya ini, maka kami mengajukan Nasi Boran ini untuk mendapatkan hak paten sebagai salah satu ikon kota Lamongan,” pungkas Zamroni.

Penulis: Chef Farikh Makhfudh/Yahya

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


RUANG IKLAN

PENGADUAN ONLINE


: [email protected]

: 0821 3963 6484

Kategori

Arsip