Connect with us

HUKRIM

Omset Milyaran, Penjual Baby Lobster Jaringan Internasional Ditangkap Polda Jatim

Avatar

Published

on

Direskrimsus Polda Jatim didampingi Kabid Humas Polda jatim saat memperlihatkan tersangka penjual Baby Lobster Ilegal saat Konferensi Pers.

Surabaya, Lingkaran.net- Kali ini Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, S.I.K didampingi Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arief Styawan, S.H., S.I.K., M.H telah melaksanakan Konferensi pers ungkap kasus tindak pidana perikanan yaitu menjual Baby lobster secara illegal jaringan Internasional untuk diperdagangkan Ke Negara Vietnam, Senin (2/12/2019) Pukul 13.00 WIB di Depan Gedung Krimsus Polda Jatim.

Hadir dalam kegiatan tersebut petugas dari Karantina ikan atau Balai KIPM Surabaya I yaitu Wiwit S , Hendri G, Fathur Rohman.

Dalam Konferensi Persnya tersebut Dirkrimsus Polda jatim Kombes Pol Gidion Arif didampingi Kabid Humas Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, bahwa penangkapan dua tersangka dilakukan di Jalan Tol jurusan Ngawi kedapatan mengangkut baby lobster dan setelah kasus dikembangkan berhasil ditangkap tersangka ketiga yang berperan sebagai pengepul baby lobster yang akan diexport ke Singapura dan Vietnam. Ketiga tersangka tersebut yakni DPK alias WWN, asal Trenggalek, AHP alias AGT dan NW alias WJL asal pacitan.

“Adapun harga per ekor Baby Lobster oleh user dihargai Rp 200.000,- per ekor.
Barang bukti yang berhasil diamankan dalam kasus ini sebanyak 10.278 ekor terdiri dari 7.300 ekor benih lobster jenis Pasir dan 2.978 ekor benih lobster jenis mutiara serta ditaksir Omsetnya senilai Rp 1,5 milyar,” Ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pelaku merupakan pemain lama yang juga pernah ditangkap pihak Polda Jatim. “Pelaku mengatakan saat Konferensi Pers bahwa tidak ada pekerjaan lainnya selain menjual Ilegal Baby Lobster ke Luar negeri. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku akan dijebloskan kedalam Penjara Polda Jatim untuk Proses dan Penyelidikan lebih lanjut. Mereka terancam Pasal 26 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama maksimal 8 tahun penjara dan denda sebesar Rp1,5 miliar,” Pungkasnya. (Fir)

Advertisement


PENGADUAN ONLINE


: aduan@lingkaran.net

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com