Connect with us

NASIONAL

Pasca Pelaksanaan Pilpres 2019, Rektor UMG Tolak Kerusuhan Demi Damainya NKRI

Herman Firmansyah

Published

on

Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik.

Gresik, Lingkaran.net- Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Prof. Dr. Ir. Setyo Budi, M.S menolak keras aksi negatif segala bentuk kerusuhan yang dilatari perbedaan pilihan pasca pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jum’at (21/6/2019).

Menurut Rektor UMG tersebut, bahwa apapun bentuknya tindakan-tindakan yang bersifat Inkonstitusional tersebut, tentunya kami sangat tidak setuju.

“Indonesia sebagai negara hukum. Semua pihak yang terlibat sengketa harus tunduk dan patuh pada aturan hukum yang berlaku. Apalagi terhadap hal-hal yang dianggap sangat merugikan masyarakat,” Tandasnya.

Ia menambahkan, Kita ini berada di negara hukum. Saya kira instrumen hukum sudah disiapkan, Aksi kerusuhan yang baru-baru ini terjadi di Mahkamah Konstitusi, KPU dan Bawaslu itu adalah tindakan masyarakat yang kurang mengerti hukum yang berlaku di Indonesia.

Menurutnya, apabila ada berbagai pihak yang keberatan dengan hasil Pilpres 2019, maka harus menempuh jalur yang ditentukan undang-undang dan tidak melanggar peraturan dan hukum. Apalagi hingga berbuat kerusakan pada fasilitas Negara.

“Sidang keputusan sengketa hasil Pemilu 2019 yang kini masih ditangani MK di Jakarta diharapkan bisa diterima pihak dengan besar hati dan mengutamakan persatuan dan Kesatuan.Jangan terlalu mudah menerima segala bentuk informasi , sebaiknya kita bertabbayun dalam memilah informasi yang diterima,” Ucap Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik.

Dirinya juga berpesan kepada masyarakat Gresik khususnya, jangan mudah terprovokasi. Sehingga apa yang diputuskan MK nantinya, semua pihak harus menerima dan lapang dada dalam putusan MK tersebut.

“Saya ucapkan terimakasih kepada TNI-POLRI yang telah mengamankan pemilu 2019 dan sidang MK dalam menyelesaikan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU),” tambahnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik Prof. Dr. Ir. Setyo Budi, M.S juga mengajak kepada seluruh elemen bangsa untuk turut menyemai nilai-nilai Persatuan dan Kesatuan di atas segala bentuk perbedaan untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Perguruan tinggi juga memiliki peran strategis merajut kebhinekaan Indonesia dalam menjaga stabilitas bangsa dan negara ini,” Pungkasnya. (Fir)

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


PENGADUAN ONLINE


: [email protected]

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com