Connect with us

Mitra TNI-Polri

Pengeroyokan dan Penganiayaan Di Desa Silea Dipicu Beda Pilihan Di Pilkades Yang Lalu

Rian Mokoginta

Published

on

Sampara, Konawe, Sulawesi Tenggara, lingkaran.net – Buntut panjang dari hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang di gelar secara serentak beberapa bulan lalu tepatnya 12 Desember 2019 sampai setelah dilantiknya Kepala Desa terpilih ternyata masih menyisakan dendam politik yang tak kunjung usai dari para pendukungnya,

Terjadi di Desa Silea Kecamatan Besulutu Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara tepatnya hari Sabtu malam 21 Maret 2020 sekitar pukul 22.00 Wita, terjadi pengeroyokan kepada Bapak Umar (korban) yang awalnya korban baru tiba di rumahnya dari kabupaten Konawe Selatan keluar membeli rokok dengan berjalan kaki,dalam perjalanannya menuju ke warung sudah ada kejadian pertengkaran antara bapak Latif vs Dadir dan anaknya yang bernama Wawan dan kawan-kawan, saat bapak Umar (korban) melintas di tempat kejadian tersebut anak dari bapak Dadir yaitu Wawan berlari dan datang menyenggol bapak Umar kemudian anak tersebut (Wawan) terjatuh ke tanah disitulah bapak Dadir (pelaku) mengira kalau anaknya dipukul oleh bapak Umar (korban), sehingga tanpa banyak tanya, Dadir (pelaku) melampiaskan emosinya memukul bapak Umar (korban) sampai gigi depan korban rontok dan jatuh, tidak sampai disitu justru pelaku di bantu oleh beberapa temannya diantaranya anaknya (Wawan), Imbal,dan bolo, dampak dari pengeroyokan itu bapak Umar (korban) mengalami kesakitan di tulang rusuk dan memar dibagian kepala dan luka di bagian lutut, (sumber dari korban dan saksi korban) dan berdasarkan keterangan hasil visum instansi terkait.

Hal ini berbanding terbalik dengan pengakuan Dadir (pelaku) saat ditemui di kantor Mapolsek Sampara bahwa awalnya bapak Latif keluar dari lorong rambutan sambil berteriak dan mengatakan kalau di desa Silea cuma satu matahari sesuai yang di dengar oleh warga sekitarnya, tepat di depan rumah bapak Dadir, bapak Latif di tegur oleh bapak Dadir tetapi bapak Latif tidak mau di kasih tau sampai terjadi pertengkaran dengan bapak Dadir, disitulah bapak Umar melintas dari arah rumahnya, dan memukul anaknya bapak Dadir yaitu Wawan, sehingga bapak Dadir tidak terima hal tersebut, Kalaupun gigi depannya bapak Umar rontok itu karena terjatuh ketanah bukan karena saya pukul ucap pelaku kepada awak media. (Sumber dari pelaku/dadir).

Kepala Kepolisian Sektor Sampara Bapak Iptu Made Adi Ismanto, S.H, saat ditemui diruang kerjanya (foto/Rian/Istimewa)

Saat di temui diruang kerjanya Senin 23 Maret 2020 oleh awak media lingkaran.net, Bapak Kapolsek Sampara Iptu Made Adi Iswanto, S.H, membenarkan kejadian tersebut dan sudah dalam tahap pengembangan berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/06/III/K/2020/Polsek Sampara, tanggal 21 Maret 2020, dengan pelapor atas nama Bapak Umar dan adapun laporan Bapak Latif masih menunggu keterangan saksi dan hasil Visum.

Ditempat yang sama juga diuaraikan oleh Kanit Reskrim Polsek Sampara Bapak Bripka Lastari, S.H, bahwa berdasarkan hasil penyidikan kami sudah menetapkan saudara Dadir sebagai Tersangka pelaku pengeroyokan sambil menunggu surat perintah penahanan, dengan sangkaan pasal 170 Subsider 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun 6 bulan, terkait kemungkinan akan adanya tambahan tersangka lain Kanit Reskrim Polsek Sampara menyampaikan bahwa tergantung hasil pengembangan penyidikan selanjutnya, dan ironisnya lagi ternyata pelaku (Dadir), pernah di laporkan dengan kasus yang sama oleh bapak Jais beberapa Minggu lalu akan tetapi masih dalam tahap pemeriksaan keterangan saksi dan menunggu hasil visum, dan kemungkinan besar di kenakan sangkaan Pasal Tindak Pidana Ringan (Tipiring) terkait kasus penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku kepada Bapak Jais.

Pihak keluarga korban sangat mengapresiasi kinerja Aparat Kepolisian Sektor Sampara khususnya Unit Reskrim yang begitu bekerja secara maraton dalam menangani perkara ini, bagaimana tidak dalam waktu 1×24 Jam setelah laporan polisi diterima, Penyidik Polsek Sampara sudah menetapkan status tersangka kepada pelaku (Dadir), semoga ini menjadi nilai plus untuk aparat Polsek Sampara dalam menjaga kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) diwilayah hukum Polsek Sampara yang meliputi 3 kecamatan, Kecamatan Sampara, Kecamatan Besulutu, dan Kecamatan Abelisawa, tutur ibu Reniatin (istri korban) saat di konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp.

Advertisement


PENGADUAN ONLINE


: aduan@lingkaran.net

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com