Seminar dan Workshop Regional, Fakultas Kedokteran UWKS di Hotel Santika.

Surabaya,lingkaran.net-Aula ruangan meeting Hotel Santika, Jalan Pandegiling, Kelurahan Dr.
Soetomo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, nampak terlihat ramai tidak seperti biasanya.

Sejak pagi, nampak pemandangan peserta training lalu-lalang memasuki depan pintu masuk Hotel Santika.

Rupanya kali ini, Sabtu (10/03/2018) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB ada acara seminar dan Workshop regional, yakni Basic Life Support (BLS) yang digelar oleh Emergency Medical Rescue (EMR) Spine, Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) dan bertemakan “Training Skills in Emergencym Medial Rescue”.

Peserta Training yang sangat antusias mendengarkan materi yang diberikan dr. Meivy Isnoviana, SH,MH membuat ruangan meeting tampak berbeda seperti biasanya.

Hal ini dikarenakan, semangat dan rasa keingintahuan para peserta training tentang materi yang di berikan dan disampaikan dr. Meivy sangat tinggi.

Seminar acara dibuka dr. Meivy Isnoviana (50), selaku pembina EMR Spine.

Penyampaian materi training yang jelas, serta diperkuat karakter dokter Meivy juga rendah hati, Smart, membuat para peserta antusias mengikuti acara seminar tersebut.

“Para peserta seminar yang hadir, diperkirakan mencapai sekitar 250 orang. Terdiri dari mahasiswa fakultas kedokteran, dokter muda, serta dokter senior,” ucap dr. Meivy dalam sambutannya.

Peserta seminar lebih tampak serius, saat disuguhkan para pemateri yang profesional dibidangnya, yakni dr. Bobby Prabowo, Sp. EM dengan membawakan materi Basic Life Support AHA (BLS), dr. Billy Messakh, Sp. B Finacs. dengan materi “Multi Trauma”, serta dr. Meivy Isnoviana, SH., MH. dengan materi “etik dalam emergency”. Dan ada juga dr. Eko Priyanto dengan materinya,yakni “Altitude Illness”.

Seminar dan workshop yang digelar kali ini, yakni untuk warga Jawa Timur khususnya dan warga Surabaya pada umumnya.

Dalam materi yang disampaikan, dr Bobby (47) menceritakan pengalaman-pengalamannya dalam menangani BLS (Basic Life Support AHA).

Bahwa BLS, merupakan hal dasar penting bagi para dokter, khususnya mahasiswa. Para mahasiswa harus tahu dasar-dasarnya selama delapan semester agar jika nanti menjadi dokter bisa meminimalisir kejadian yang tak diinginkan.

“Yang terpenting, kita sebagai dokter harus bisa berkomunikasi baik antara keluarga pasien maupun perawat. Kita juga jangan memberikan harapan-harapan yang belum pasti ,di takutkan nantinya membuat keluarga pasien kecewa dan menuntut kita,” ujar pria alumnus UWKS tersebut.

Pria berkacamata itu menerangkan, bahwa kita sebagai dokter harus bisa mengambil tindakan penyelamatan yang sesuai prosedur bagi pasien terutama dalam BLS.

Dan juga, kita sebagai dokter harus bisa melakukan tindakan yang sesuai. Jangan sampai tidak tepat saran.

“Dan perlu diingat, jangan jadikan pasien kita sebagai objek penambah pundi-pundi kantong uang. Kita harus tulus dalam memberikan pelayanan serta perawatan pasien bagaimanapun kondisi kita,” tegas salah satu dosen FK UWKS tersebut.

Terpisah, Viola Khairun Nisa (20), selaku ketua pelaksana, menuturkan, bahwa seminar regional BLS ini merupakan salah satu agenda wajib yang diselengarakan setiap tahunnya.

Seminar ini, bertujuan melatih peserta untuk tanggap dalam kondisi darurat dan dapat menjadi bekal yang bisa diaplikasikan dalam dunia nyata.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya, bahwa tahun ini peserta seminar juga diikuti mahasiswa dan dokter yang berada diluar kampus UWKS,” bebernya.

Acara seminar tahun ini lebih semarak dan penuh kebersamaan.

“Semoga tahun-tahun berikutnya, kita bisa mengadakan seminar lingkup regional lagi dan lebih semarak,” tutup ketua pelaksana tersebut. (Sasa/Man).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

2 × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.