Connect with us

PENDIDIKAN

SLB ABCD PGRI 2 JAJAG SIAP SUKSESKAN PROGRAM WAJIB BELAJAR

Adi Prayitno

Published

on

Perintis sekaligus Kepala Sekolah SLB ABCD PGRI 2 JAJAG, Bu Sumarmi
Banyuwangi, lingkaran.net -Hal pertama dan utama yang dibutuhkan dan memang menjadi hak setiap warga negara adalah pendidikan, pendidikan sangat di butuhkan terutama bagi anak, baik anak yang normal maupun berkebutuhan khusus.
Melalui program wajib belajar pemerintah mengharapkan agar masyarakat Indonesia lepas dari buta huruf, dengan lepas dari buta tulis dan baca di harapkan sumberdaya masyarakat indonesia dapat meningkat. Berawal dari kepedulian dan keprihatinan Bu Sumarmi pada minimnya perhatian terhadap pendidikan anak anak terutama anak dengan kebutuhan khusus, maka pada sekitar tahun 1989 beliau mulai merintis memulai langkah dengan mendirikan SLB. Saat itu SLB yang didirikan beliau hanya mempunyai 2 (dua) anak tuna netra sebagai siswanya.
Di temui pada Kamis (31/10/2019), Bu Sumarmi mengatakan “Dulu pertama kali saya mendirikan SLB, saya hanya punya 2 (dua) siswa tuna netra, kalau boleh di bilang Guru SLB itu multi fungsi, jadi selain jadi guru, kami juga menjadi pengasuh dan orangtua bagi anak anak dengan kebutuhan khusus ini” papar beliau. “Sekarang kami mempunyai 125 (seratus dua puluh lima) siswa dari 5 golongan anak berkebutuhan khusus, yaitu tuna Netra, tuna rungu, tuna daksa, autis, dan anak lambat belajar” imbuh Bu Sumarmi.
Bu Sumarmi juga menjelaskan bahwa tugas guru SLB itu bukan cuma mendidik saat sisiwa masih di Sekolah, di saat siswa sudah mandiri bahkan sudah nikahpun peran guru SLB kadang masih di butuhkan, seperti contoh ketika mantan sisiwa SLB umpamanya terkena permasalahan yang mengharuskan mantan siswa tersebut berurusan dengan kepolisian, otomatis guru SLB sangat di butuhakan kehadiranya guna membantu menterjemahkan apa apa yang di sampaikan mantan murid.
Sekolah yang di beri nama SLB ABCD PGRI 2 JAJAG ini bernaung di bawah Yayasan PGRI. Sekolah ini bisa di bilang telah memiliki fasilitas yang lengkap, sesuai dengan kategori anak didik. Sebagai perintis sekaligus kepala sekolah Bu Sumarmi mengungkapkan harapan beliau “Kami berharap semoga kedepanya masih banyak generasi penerus yang mau menggantikan tugas sosial kami ini, sehingga makin banyak juga anak anak berkebutuhan khusus yang terbebas dari buta baca dan tulis, dan kedepan mereka bisa menjadi anak anak yang bisa mandiri” pungkas Bu Sumarmi.
Advertisement


PENGADUAN ONLINE


: aduan@lingkaran.net

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com