Tak Nyaman Namanya di Sebut Sebagai Maling, Gpl Warga Desa Sumberagung Berencana Melapor

Banyuwangi, lingkaran.net-GPL (50tahun) warga dusun Pancer desa Sumberagung merasa tidak terima namanya telah di cemarkan oleh oknum perangkat desa Sumberagung.

Di temui di rumahnya, Gpl (nama panggilan) pada minggu (19/07/2020) dengan nada marah dan kecewa menuturkan kisahnya.

 “Awalnya sekitar jam 01.00 wib saat itu saya lupa hari dan tanggalnya, tiba tiba rumah saya di gerebek oleh puluhan warga, sekitar 3 orang perwakilan warga ijin masuk rumah, setelah saya ijinkan 3 warga tersebut menggeledah rumah saya, saya bingung tidak tahu harus berbuat apa. Setelah menggeledah ada satu orang yang menawar rumah saya, katanya mau di beli seharga Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah), sebenarnya saya marah, karena banyak orang saya tahan. Setelah dari rumah saya warga mencongkel pintu rumah Boadi yang rumahnya pas di depan rumah saya, setelah itu mereka menggerebek lagi rumahnya Bagiyo, kebetulan  saat itu Bagiyo tidak ada di rumah. Beberapa hari kemudian saya dapat kabar bahwa ternyata saya di curigai sebagai maling”, jelas GPL.

Rumah kosong milik Boadi yang gemboknya sempat di rusak warga
“Tuduhan yang di arahkan pada saya semakin jelas ketika suatu saat ada rapat yang di hadiri oleh Kades Sumberagung, Vivin agustin, Kadus Pancer, dan semua RW, RT se dusun Pancer yang bertempat di rumah RW . Di situ ada seorang oknum RT yang bernama Olok dengan terang dan jelas menyebut nama saya sebagai pencurinya. Ini kan namanya menuduh, dan itu di lakukan di hadapan orang banyak. Untuk itu saya berencana akan menuntut semua pihak yang terkait untuk membersihkan nama saya, kalau tidak maka semua yang terlibat akan saya laporkan”, imbuh Gpl.
Niat Gpl untuk membersihkan nama baiknya di amini oleh Saduri, juga warga dusun Pancer yang namanya juga sempat di sebut dan di curigai sebagai karibnya Gpl “Kalau masalah membersihkan nama baik itu saya setuju saja, biar nama baik Gpl dan juga saya yang sempat di kaitkan bahwa Gpl ini sering di rumah saya. Apa ya harus saya tolak kalau ada tamu, kalau ada tamu apa harus saya tanya kamu maling apa bukan?”, papar Saduri.
Saat ini Gpl masih menunggu itikad baik dari oknum yang menyebut namanya sebagai “Maling” untuk meminta maaf, kalau sekiranya tidak ada itikad baik Gpl siap melaporkan “Kalau tidak mau meminta maaf pada saya secara terbuka dan di depan forum ya terpaksa saya laporkan, biar jadi pelajaran”, pungkas Gpl.