Connect with us

PENDIDIKAN

Tekad Mantan Kapolres Mabar AKBP Julisa Selamatkan Anak Putus Sekolah

Putra Flores

Published

on

Mantan Kapolres Manggarai Barat (Mabar) 2017-2019 AKBP Julisa Kusumowardono, S.I.K, M.Si

Labuan Bajo, Lingkaran.Net-Masih sulitnya akses pendidikan sejumlah warga Mabar, mendorong kepedulian mantan Kapolres Manggarai Barat (Mabar) AKBP Julisa Kusumowardono, S.I.K, M.Si untuk mengentaskan masalah anak putus sekolah. Keadaan tersebut mendorong dirinya membentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bernama “Indonesia Mengabdi” yang berfokus pada Program kesetaraan Paket C.

Dirintis saat dirinya menjabat sebagai Kapolres Mabar pada 2019 silam, PKBM ini akan dibuka di 4 Pulau yakni Pulau Papagarang, Pulau Seraya, Pulau Messah, dan Pulau Komodo. Sejauh ini Pulau Papagarang dan Pulau Seraya yang telah melangsungkan KBM.

4 Pulau yakni Pulau Papagarang, Pulau Seraya, Pulau Messah, dan Pulau Komodo. Sejauh ini Pulau Papagarang dan Pulau Seraya yang telah melangsungkan KBM.

Dengan memberdayakan para guru honorer setempat sebagai tenaga pengajar, AKBP Julisa yang kini menjabat sebagai Wadir Polairud Polda Kalteng berharap masyarakat Mabar bisa mengenyam pendidikan gratis sekaligus membantu langkah pemerintah memenuhi hak atas pendidikan kepada warga tak mampu.

Ia juga menyerukan kepada siapa saja untuk membantu terciptanya pendidikan bagi anak-anak pulau. Harapannya mereka bisa berkontribusi bagi kemajuan minimal untuk membangun kampungnya sendiri.

“Karena sepengetahuan kita dahulu, guru-guru kita selalu mengajarkan banyak makan ikan supaya cerdas, tetapi saudara-saudara kita, anak-anak kita setiap hari makan ikan dan pasti cerdas hanya akses pendidikan yang jauh membuat kecerdasan mereka belum tersalurkan dengan pendidikan” jelas AKBP Julisa,

Untuk sementara, program ini berfokus di wilayah kepuluan dan diharapkan bisa menjangkau wilayah-wilayah yang lebih luas lagi.

“Masalah Ekonomi menjadi Alasan Utama”

Dalam pengamatannya, setidaknya ada tiga hambatan anak-anak usia sekolah yang tak lanjut sekolah formal. Pertama, yakni adanya himpitan ekonomi, kedua akses pendidikan yang terbentur jarak dan medan tempuh, ketiga lemahnya motivasi keluarga.

“Dengan kondisi SMA yang hanya ada di kota Labuan Bajo, faktor ekonomi menjadi faktor dominan yang berakibat putusnya anak sekolah, karena pihak keluarga harus menanggung biaya hidup yang tak bisa ditunda dan tak sedikit seperti biaya kos, makan, air, dan kewajiban bayar sekolah” ungkapnya.

Beasiswa Kuliah dan Voluntourism”

Membuka jalan menuju perguruan tinggi, dirinya juga telah menjalin kerjasama dengan sejumlah kampus agar Para Siswa Paket C yang beprestasi bisa mengenyam bangku kuliah melalui beasiswa.

“Para siswa berprestasi di PKBM ini nanti akan disaring untuk mendapatkan beasiswa kuliah, kesempatan ini diharapkan bisa memotivasi mereka lebih giat belajar dan mengejar ilmu setinggi-tingginya” ucapnya.

Menariknya dari konsep PKBM Indonesia Mengabdi ini, para anak didik tak hanya fokus pada aspek pendidikan akademis semata tapi juga dibekali pelatihan vokasional untuk mengasah skill menghadapi dunia kerja pasca lulus.

Selain itu, PKBM ini akan mengadopsi konsep Voluntourism yang bakal membuka kesempatan para relawan untuk mengajar sambil berwisata bekerja sama dengan pemerintah desa. Konsep ini diharapkan bisa berdampak ekonomi untuk masyarakat desa setempat melalui BUMDes yang dikelola oleh desa.(Mudhar/Mitra)

Advertisement


PENGADUAN ONLINE


: aduan@lingkaran.net

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com