Connect with us

HUKRIM

Diduga Tidak Punya Izin Kontrol Veteriner, Pengusaha Daging Pakis Haji Terancam Dipidanakan

Herman Firmansyah

Published

on

Ditreskrimsus Polda Jatim memperlihatkan barang bukti tersangka berupa daging sapi, kerbau dan Kikil nya didampingi Dinas Peternakan Provinsi Jatim saat Konferensi Pers.

Surabaya, Lingkaran.net- Ditreskrimsus Polda Jatim menggelar Konferensi Pers tentang kasus dugaan perkara tindak pidana pangan yang dilakukan oleh SWR pengusaha daging asal Pakis Haji, Malang, Kamis (5/7/2019).

Dalam Konferensi Pers nya Wadir Reskrimsus AKBP Aman Asmara mengatakan, Unit III Subdit I Indagsi, Ditreskrimsus Polda Jatim, menggerebek gudang UD SMN yang berada di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang milik SWR, lantaran melakukan distribusi daging sapi, Kerbau impor dan Sapi lokal yang tidak memenuhi sanitasi pangan.

Wakil Direktur Krimimal Khusus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara, mengatakan pada tanggal 18 Juni 2019 lalu, tim Unit III Subdit I Indagsi bersama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur melakukan penyelidikan di UD SMN.

“Selanjutnya pada tanggal 2 Juli 2019 petugas melakukan penggerebekan di gudang milik SWR tersebut,” ujar AKBP Arman Asmara, Kamis (4/7/2019).

Karena diduga tidak punya izin kontrol veteriner serta kurang sesuai standard sanitasi pangan yang tercantum dan diatur dalam Undang-Undang nomor 18 tahun 2012. Petugas pun menetapkan pemilik gudang, SWR, sebagai tersangka dan terancam di pidanakan untuk menghuni penjara.

“Omzet SWR dalam menjalankan bisnis nya ini yang dilakukan sejak Tahun 2014 cukup fantastis hasilnya. Setiap per bulan nya bisa mencapai Rp. 150 juta dan per tahunnya bisa mendapatkan hasil sekitar Rp. 1,5 Milyar rupiah,” Beber Wadir Reskrimsus Polda Jatim.

Barang bukti yang disita oleh Petugas berupa 5.549 kilogram daging sapi impor, 740 kilogram daging kerbau impor, 1 ton kikil sapi lokal dan 3 kepala sapi.

“Tersangka mendatangkan (Impor) daging dari negara Australia, Atas perbuatannya memperjual belikan daging yang tidak sesuai dan belum memenuhi standard untuk di konsumsi serta standar sanitasi pangan, tersangka terancam hukuman penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 4 miliar. Sesuai Pasal 135 Jo Pasal 71 ayat 2 undang-undang nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan. (Fir)

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


PENGADUAN ONLINE


: [email protected]

: 0821 3963 6484
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com