Tipu Korbannya Ngaku Anggota KPK dan Tipidkor Polda Jatim, Warga Lombok Ditangkap Polres Gresik

Gresik, Lingkaran.net- Ada-ada saja apa yang dilakukan Mohammad Eliyas (43) asal Dusun Selat Barat RT 0/0 Selat Lombok Barat Mataram sungguh lihai dalam melakukan penipuan kepada sekolah Madrasah dan kontrakan di Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik.

Dalam menjalalankan aksinya, Pria kelahiran Lamongan itu menipu dengan modus mengaku sebagai Pejabat Penyidik Tipikor Polda Jatim serta mengaku sebagai Anggota KPK.

Dalam keterangannya saat Konferensi Pers, Kapolres Gresik yang dipimpin AKBP Arief Fitrianto didampingi anggota Reskrim mengatakan, Bahwa dalam peristiwa ini setidaknya ada dua korban yang telah tertipu dan dirugikan oleh tersangka di Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik.

“Yakni modusnya bisa mencairkan dana Madrasah Ibtidaiyyah (MI), dan kontrakan di Kecamatan Cerme Gresik,” Ungkapnya Kepada Wartawan saat Konferensi Pers di Mapolres Gresik, Senin (19/10/2020).

Dikatakannya, Awal mula Kronologisnya, di Bulan September 2020 sekitar 13.00 WIB tersangka mendatangi korbannya yang merupakan guru Madrasah, dengan memakai masker bertuliskan Tipidkor Polda Jatim, tersangka mengaku berprofesi sebagai Penyidik Tipikor Polda Jatim dan juga mengaku anggota KPK dan mendapatkan perintah dari pemerintah Pusat untuk memberikan program bantuan di Sekolah MI berupa Dana Hibah Nasional dengan total anggaran sebesar Rp 350 juta.

“Apabila bersedia dibantu, maka pihak sekolah harus bayar kepadanya sebesar Rp 5 juta 750 ribu untuk pengurusan Pajak dan pencairan dana hibah tersebut. Dan menunjukkan sebuah koper yang berisikan uang milik Sekolah MI lain sebagai menyakinkan korban, dan terakhir akan dicairkan tanggal 9 Oktober 2020 tapi tidak cair dan korban sudah memberikan uang yang diminta tersangka beserta kwitansinya,” Beber Kapolres didampingi Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga serta Kapolsek Cerme AKP Nur Amin.

Lebih lanjut Arief juga menjelaskan, Di tempat terpisah tersangka juga melakukan penipuan dengan profesi yang sama hendak sewa kontrakan selama satu tahun di Perum Citrasari Regency Blok C Nomor 3 Jalan Raya Banjarsari Desa Banjarsari Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik.

“Guna meyakinkan korbannya, Tersangka juga menunjukkan kartu anggota KPK , serta menunjukkan buku rekening bank Rp 10 Miliyar dan tersangka ternyata tidak membayar uang sewa rumah kontrakan tersebut, korban diyakinkan cek bank palsu yang berjumlah Rp 25 juta oleh tersangka,” Jelasnya.

Ditambahkannya, Adapun barang bukti yang diamankan yakni berupa satu lembar kwitansi Rp 350 juta, Rp 5 juta 750 ribu, satu lembar Cek BCA No.DH998500 tanggal 2 Oktober 2020 dengan nilai nominal Rp 25 juta, empat EKTP Mohammad Ilyas dan Vicky Andreanto, satu mainan senjata api pistol, satu rompi warna hitam bertuliskan KPK, lima masker bertuliskan Tipikor, pin KPK, lencana Advocat, stempel, borgol, satu embar brosur Informasi pengaduan ke KPK, dan satu koper berisikan uang Mainan Rp 120 juta dan juga dua buku rekening bank BCA dan BNI.

“Selain itu tersangka yang lulusan SMA ini juga mengaku wartawan dan LSM dan belum melakukan tindak pidana sebelumnya dan akan kami kembangkan,” Kata Akpol 2001.

Dijelaskannya, tersangka sebelumnya kerja proyek bangunan, borongan. Dan aksesoris KPK pin dibelinya lewat online.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat, kalau ada kejadian yang serupa segera lapor polisi.

“Atas perbuatannnya, Tersangka akan kami jerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 Tahun penjara,” Pungkasnya. (Fir)