Lingkaran.net - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak boleh lagi bersikap naif atau sekadar berusaha menyenangkan pihak lain ketika kepentingan nasional dipertaruhkan.
Ia meminta seluruh jajaran Kabinet Merah Putih berani menghadapi tantangan dan kenyataan demi menyelamatkan kekayaan bangsa serta melindungi kepentingan rakyat Indonesia.
Baca juga: Elektabilitas Prabowo Anjlok Jadi 9,8 Persen, Dedi Mulyadi Unggul Telak dalam Survei SMRC
Pesan tegas itu disampaikan Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026), bertepatan dengan dua tahun pemerintahan yang dipimpinnya.
“Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif atau terlalu berusaha untuk menyenangkan orang lain. Kita dipaksa sekarang untuk memilih menghadapi kesulitan, menghadapi kenyataan yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia,” tegas Prabowo.
Menurut Prabowo, mandat rakyat bukan sekadar kepercayaan politik, melainkan tanggung jawab besar yang menuntut keberanian mengambil keputusan di tengah berbagai tantangan.
Pemerintah, kata dia, harus menempatkan kepentingan bangsa dan rakyat di atas pertimbangan untuk menyenangkan pihak lain.
Prabowo juga mengingatkan bahwa tugas pemerintahan merupakan panggilan sejarah yang menuntut pengabdian dan pengorbanan.
Karena itu, ia meminta seluruh anggota kabinet menjaga semangat kerja bersama untuk memastikan mandat rakyat diwujudkan melalui hasil nyata.
“Saudara-saudara bergabung di sini adalah panggilan sejarah, saudara terpanggil untuk berbakti kepada negara dan bangsa, dan rakyat Indonesia. Saudara-saudara sudah mengerti dan sudah paham bahwa mengabdi di bidang pemerintahan adalah sesungguhnya pengorbanan,” tuturnya.
Baca juga: Timnas Indonesia Juara Perdana FIFA ASEAN Cup Usai Drama Adu Penalti
Memasuki tahun ketiga pemerintahan, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Ia mengaku bangga memimpin pemerintahan yang, menurutnya, telah menunjukkan hasil nyata selama dua tahun terakhir.
“Saya sekarang bangga menjadi pemimpinmu. Saya bangga menjadi presidenmu. Saya bangga telah memimpin pemerintah ini, karena dalam dua tahun kita telah bekerja dengan hasil yang nyata,” ujarnya.
Tantangan Global dan Ancaman Bencana
Prabowo menilai keberanian pemerintah dalam mengambil keputusan semakin penting di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Persaingan hegemoni antara kekuatan besar dunia, konflik geopolitik, dan kompetisi ekonomi internasional dinilai dapat berdampak langsung terhadap Indonesia.
“Kita berada dalam kondisi global yang ditandai oleh persaingan hegemoni dunia antara kekuatan-kekuatan besar. Kondisi global ini mau tidak mau akan mempengaruhi semua negara, karena dunia kita sudah saling terintegrasi, kita saling bergantung satu sama lain,” katanya.
Baca juga: Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Ada Pakde Karwo hingga Dato’ Sri Tahir
Selain tekanan geopolitik, Indonesia juga menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman bencana alam. Posisi geografis di kawasan cincin api membuat Indonesia rentan terhadap berbagai bencana, tetapi sekaligus menyimpan kekayaan sumber daya alam yang berlimpah.
Prabowo menilai kondisi tersebut harus dipandang sebagai tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat fondasi ekonomi dan kemandirian nasional.
“Walaupun kita berada di lingkaran api, lingkaran api ini juga menghasilkan tanah yang relatif subur, kemudian mineral-mineral yang sangat berharga. Inilah yang juga merupakan kekuatan nasional kita,” ungkapnya.
Prabowo menegaskan, dua tahun pertama pemerintahannya menjadi pijakan untuk melanjutkan kerja nyata. Di tengah ketidakpastian dunia, keberanian mengambil keputusan, persatuan, dan pengabdian seluruh jajaran pemerintahan menjadi modal penting untuk menjaga kekayaan nasional sekaligus mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan sejahtera.
Editor : Setiadi