JGU Genjot Digitalisasi Tata Kelola, Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Perusahaan

Reporter : Alkalifi Abiyu
Direktur Utama JGU, Mirza Muttaqien

Lingkaran.net - PT Jatim Grha Utama (JGU) terus memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) melalui pengembangan sistem kerja dan pemanfaatan teknologi digital. Langkah ini dilakukan untuk membangun pengelolaan perusahaan yang semakin transparan, akuntabel, tertib, dan mudah ditelusuri.

Direktur Utama JGU, Mirza Muttaqien, mengatakan bahwa sebagai BUMD yang berbentuk perseroan terbatas, JGU menjalankan kegiatan perusahaan dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan serta tata kelola perseroan.

Baca juga: Dirut PT JGU bertemu Badan Pangan Nasional, Siap Produksi Beras Fortifikasi

“Sebagai BUMD yang berbentuk perseroan terbatas, JGU menjalankan kegiatan perusahaan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan, RKAP, keputusan RUPS, serta kewenangan organ perseroan. Ini menjadi dasar dalam menjalankan seluruh kegiatan perusahaan, baik pembiayaan, pendapatan, pengeluaran maupun operasional,” kata Mirza.

Menurutnya, penerapan GCG tidak hanya berkaitan dengan kebijakan, tetapi juga bagaimana prinsip tersebut diterapkan dalam kegiatan perusahaan sehari-hari.

“GCG bagi kami bukan hanya soal aturan, tetapi juga bagaimana proses kerja dijalankan dengan tertib, transaksi tercatat dengan baik, dan setiap kegiatan dapat ditelusuri serta dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Salah satu penerapannya adalah penggunaan virtual account (VA) perbankan untuk pembayaran masing-masing unit Rumah Susun/Aparna, yang telah berjalan sejak beberapa tahun lalu.

“Dengan transaksi melalui virtual account, setiap pembayaran tercatat secara digital dan dapat ditelusuri berdasarkan unit dan periode. Ini membantu menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan penerimaan,” jelas Mirza.

Menurutnya, sistem tersebut memberikan traceability yang lebih baik karena setiap transaksi memiliki catatan digital yang dapat ditelusuri.

“Setiap transaksi memiliki catatan dan jejak yang jelas. Ini memudahkan pencatatan, pemantauan, dan pengecekan, sehingga proses pengelolaannya menjadi lebih tertib,” tambahnya.

Pemanfaatan teknologi juga telah diterapkan dalam pengelolaan parkir dan administrasi kepegawaian melalui sistem berbasis web yang dapat dipantau secara real time.

Baca juga: Fraksi Gerindra Kritisi Transformasi PT Jatim Grha Utama: Perluasan Bisnis atau Potensi Risiko?

“Digitalisasi kami terapkan secara bertahap di berbagai proses kerja. Pengelolaan parkir dan administrasi kepegawaian juga menggunakan sistem berbasis web yang dapat dipantau secara real time. Ini membantu membangun cara kerja yang lebih tertib dan profesional,” kata Mirza.

Dalam pengelolaan anggaran, JGU menerapkan tahapan mulai dari perencanaan, pengajuan kebutuhan, review, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban.

“Setiap kebutuhan ada prosesnya. Perencanaan dilakukan melalui RKAP, kemudian ada pengajuan, review, pelaksanaan dan pertanggungjawaban sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Hal yang sama berlaku dalam aktivitas pembiayaan. Sebagai bagian dari aktivitas korporasi, pembiayaan dilakukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian serta peraturan dan kewenangan perseroan.

“Pembiayaan juga berada dalam kerangka RKAP, keputusan RUPS, kewenangan organ perseroan dan ketentuan yang berlaku. Jadi setiap keputusan memiliki proses dan dasar yang jelas,” jelas Mirza.

Mirza menambahkan bahwa manajemen JGU senantiasa terbuka memberikan informasi dan penjelasan yang diperlukan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kalau ada informasi yang perlu dijelaskan, tentu kami sampaikan berdasarkan data dan dokumen yang tersedia. Kami ingin informasi mengenai perusahaan dapat dilihat secara utuh dan objektif,” katanya.

Ia menegaskan bahwa penguatan GCG dan digitalisasi merupakan proses yang terus dikembangkan sejalan dengan kebutuhan perusahaan.

“Kami terus memperbaiki cara kerja dan menyempurnakan sistem. Harapannya, JGU semakin tertib, transparan, akuntabel, profesional, dan dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi Jawa Timur,” pungkas Mirza.

PT Jatim Grha Utama berkomitmen melanjutkan penerapan GCG, pengembangan digitalisasi, dan peningkatan kualitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pemegang saham, mitra usaha, dan masyarakat.

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru