x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Suspek Campak Tembus 1.161 Kasus dalam 3 Bulan, Kadinkes Jatim: Tidak Ada Kasus Meninggal

Avatar Alkalifi Abiyu

Umum

Lingkaran.net - Kasus suspek campak di Jawa Timur sepanjang triwulan pertama 2026 masih tergolong tinggi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mencatat sebanyak 1.161 kasus hanya dalam kurun Januari hingga Maret.  

Meski demikian, pemerintah mengklaim tren kasus menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya. 

Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono, menegaskan bahwa kondisi saat ini masih terkendali. Ia menekankan bahwa hingga kini belum ditemukan kasus campak yang terkonfirmasi maupun laporan kematian. 

“Tren tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu. Sampai saat ini belum ada kasus yang terkonfirmasi dan tidak ada kasus meninggal," katanya, Jumat (3/4/2026). 

Berdasarkan data, jumlah suspek campak pada Januari 2026 tercatat 599 kasus, kemudian turun menjadi 376 kasus pada Februari, dan kembali menurun menjadi 186 kasus pada Maret.  

Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025, angka tersebut jauh lebih rendah. Saat itu, total suspek mencapai 2.066 kasus, dengan rincian Januari 733 kasus, Februari 721 kasus, dan Maret 612 kasus. 

Meski tren penurunan, tingginya angka suspek di awal tahun tetap menjadi alarm kewaspadaan. Pasalnya, campak merupakan penyakit menular yang mudah menyebar melalui percikan ludah saat penderita batuk atau bersin. 

Gejala yang ditimbulkan antara lain demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, ruam kulit, batuk, pilek, hingga mata merah. Penanganan dilakukan dengan pemberian vitamin A sebanyak dua dosis sesuai usia, disertai isolasi pasien dan pengobatan untuk meredakan gejala. 

Untuk menekan penyebaran, Dinkes Jatim mengaku telah mengintensifkan upaya pencegahan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).  

Masyarakat diimbau menjaga pola makan bergizi, rutin mencuci tangan, serta menggunakan masker saat sakit. 

Selain itu, imunisasi campak rubela bagi bayi, balita, dan anak usia sekolah tetap menjadi kunci utama pencegahan. Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah pada campak. 

Di tengah klaim penurunan dan nihil kematian, angka 1.161 kasus dalam tiga bulan tetap menjadi catatan penting. Pemerintah daerah pun diingatkan untuk tidak lengah dan terus memperkuat cakupan imunisasi serta edukasi masyarakat agar potensi lonjakan kasus dapat ditekan.

Artikel Terbaru
Selasa, 13 Okt 2026 23:40 WIB | Umum

OTT KPK di BNPB: Uang Rp1,4 Miliar dan Emas Disita, Sestama Ikut Diamankan

Lingkaran.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah logam mulia emas dalam operasi tangkap tangan (OTT) di ...
Selasa, 13 Okt 2026 20:17 WIB | Politik & Pemerintahan

DPRD Jatim Kebut Raperda Transportasi Publik Terintegrasi

Lingkaran.net - DPRD Jawa Timur terus mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Transportasi Publik Terintegrasi di ...
Selasa, 13 Okt 2026 17:39 WIB | Politik & Pemerintahan

DPRD Jatim Datangi Kemenpora, Bahas Masa Depan dan Dana Pensiun Atlet

Lingkaran.net - Prestasi di arena pertandingan tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pembinaan olahraga. Masa depan atlet setelah gantung raket, ...