x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Parade Surabaya Juang 2026, Pemain Persebaya Ikut Angkat Senjata

Avatar Alkalifi Abiyu

Hype

Lingkaran.net - Jalanan Kota Pahlawan bakal kembali menjadi panggung sejarah. Parade Surabaya Juang 2026 akan menghadirkan kembali kisah heroik arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui atraksi teatrikal, parade kepahlawanan, hingga rekonstruksi Pertempuran 10 November 1945.

Mengusung tema “Suroboyo Wani”, parade tahunan yang digelar Minggu (1/11/2026) ini tidak sekadar menyuguhkan tontonan, tetapi juga mengajak masyarakat menyelami kembali semangat perjuangan yang membentuk identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun mengajak warga, termasuk masyarakat dari luar kota, untuk menyaksikan langsung parade yang akan melintasi sejumlah ruas jalan utama tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan Parade Surabaya Juang menjadi ruang untuk merawat ingatan sejarah sekaligus mewariskan nilai keberanian, persatuan, dan pantang menyerah kepada generasi muda.

“Parade Surabaya Juang bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga ruang bagi kita untuk kembali mengingat perjuangan para pahlawan dan mewariskan semangat kepahlawanan kepada generasi muda. Kami mengajak seluruh warga untuk hadir dan bersama-sama menghidupkan suasana Kota Pahlawan dengan semangat Suroboyo Wani,” ujar Herry, Selasa (27/10/2026).

Parade dijadwalkan mulai pukul 14.30 WIB, dengan titik keberangkatan dari kawasan Tugu Pahlawan, Jalan Pahlawan, dan berakhir di Balai Pemuda atau Alun-Alun Surabaya, Jalan Gubernur Suryo.

Sepanjang rute sekitar 2,5 kilometer, masyarakat akan disuguhi adegan yang menggambarkan perjalanan perjuangan bangsa, mulai dari perlawanan terhadap ultimatum Sekutu hingga Pertempuran 10 November 1945.

Salah satu kisah yang diangkat adalah perjuangan Soegiarto, pemain Persebaya yang meninggalkan lapangan hijau untuk ikut mempertahankan kemerdekaan.

Kisah ini menggambarkan bahwa perjuangan tidak mengenal profesi maupun latar belakang. Ketika kemerdekaan terancam, setiap orang memiliki kesempatan untuk mengambil bagian.

Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan teatrikal perjuangan Tentara Genie Pelajar (TGP) di kawasan perempatan gedung eks-Siola. Sementara itu, atraksi pertempuran 10 November 1945 akan menjadi salah satu sajian di titik akhir parade.

Herry menuturkan, tema “Suroboyo Wani” juga memiliki makna yang relevan dengan kehidupan masa kini.

Jika dahulu keberanian diwujudkan melalui perjuangan mempertahankan kemerdekaan, sekarang semangat tersebut dapat diteruskan melalui pendidikan, kreativitas, prestasi, pelestarian budaya, olahraga, dan kepedulian sosial.

“Semangat wani harus terus hidup dalam diri arek-arek Suroboyo. Kalau dahulu para pejuang berani mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan, sekarang kita bisa meneruskannya dengan berani belajar, berkarya, berprestasi, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi positif bagi kota,” katanya.

Parade Surabaya Juang 2026 akan melibatkan sekitar 2.150 peserta dari berbagai unsur. Mereka terdiri atas Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), prajurit TNI dan Polri, Paskibraka, komunitas pecinta sejarah, pemuda, serta berbagai komunitas masyarakat.

Keterlibatan lintas generasi tersebut diharapkan membuat parade menjadi ruang pertemuan antara sejarah, budaya, dan semangat kebangsaan.

Masyarakat tidak hanya menyaksikan rekonstruksi perjuangan, tetapi juga mengenal lebih dekat kisah-kisah yang menjadi bagian penting dari perjalanan Kota Surabaya.

Herry berharap Parade Surabaya Juang dapat menjadi agenda yang memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus meneguhkan identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan.

Ia pun mengajak warga datang bersama keluarga, terutama membawa anak-anak dan generasi muda, agar mereka dapat mengenal sejarah perjuangan melalui pengalaman langsung.

“Mari datang bersama keluarga, ajak anak-anak dan generasi muda untuk menyaksikan Parade Surabaya Juang 2026. Kita ramaikan Surabaya, kita kenang jasa para pahlawan, dan kita buktikan bahwa semangat Suroboyo Wani tetap menyala dalam diri masyarakat,” pungkasnya.

Artikel Terbaru
Selasa, 27 Okt 2026 20:16 WIB | Umum

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasi Resmi soal Nasib JKN

Lingkaran.net - BPJS Kesehatan menepis kabar penghapusan BPJS Kesehatan yang beredar di media sosial. Masyarakat diminta tidak panik dan tidak mudah percaya ...
Selasa, 27 Okt 2026 17:37 WIB | Politik & Pemerintahan

Jatim Masuk Dua Besar Pinjol Ilegal Nasional, Komisi A DPRD Jatim Tagih Aksi Nyata Diskominfo

Lingkaran.net - Jawa Timur menempati peringkat kedua nasional dalam jumlah laporan pinjaman online (pinjol) ilegal dengan 3.244 laporan. Kondisi ini menjadi ...
Selasa, 27 Okt 2026 15:40 WIB | Edukasi

Almas dan Tim SMA Muhammadiyah 10 Surabaya Raih Prestasi di AMPHI 2026

Lingkaran.net - Siswa SMA Muhammadiyah 10 Surabaya meraih Juara 3 dan penghargaan The Best Impact Social dalam Lomba Esai Hukum AMPHI 2026. Kompetisi yang ...