Lingkaran.net - Fenomena langit tahunan, hujan meteor Lyrid, mencapai puncaknya pada 22–23 April 2026. Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan bintang jatuh ini.
Hujan meteor Lyrid merupakan salah satu fenomena astronomi tertua yang berasal dari sisa debu komet C/1861 G1 Thatcher. Saat Bumi melintasi jalur debu tersebut, partikel-partikel kecil terbakar di atmosfer dan menghasilkan kilatan cahaya di langit malam.
Baca juga: Langit Desember 2025, dari Pesona Cold Moon hingga Puncak Hujan Meteor Geminid
Waktu Terbaik Mengamati
Puncak hujan meteor Lyrid tahun ini diperkirakan terjadi pada malam 22 April hingga menjelang fajar 23 April. Di Indonesia, waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah setelah tengah malam hingga sebelum matahari terbit.
Secara lebih spesifik, pengamatan ideal berada pada rentang pukul 02.00 WIB hingga fajar, ketika titik radian asal kemunculan meteor sudah cukup tinggi di langit. Peluang melihat meteor lebih besar.
Dalam kondisi langit cerah dan minim polusi cahaya, intensitas meteor diperkirakan mencapai sekitar 10 hingga 20 meteor per jam.
Lokasi Terbaik Pengamatan
Fenomena ini sebenarnya dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Namun, lokasi sangat menentukan kualitas pengamatan.
Baca juga: Fakta Tersembunyi dari Meteor di Langit Cirebon yang Viral
Tempat terbaik adalah area dengan langit gelap dan jauh dari polusi cahaya, seperti pegunungan, pantai, atau pedesaan. Lokasi minim cahaya akan membuat jejak meteor terlihat lebih jelas dan terang dibandingkan di perkotaan.
Selain itu, arah pandang disarankan ke langit utara hingga timur laut, tempat rasi bintang Lyra berada, meski meteor bisa muncul di berbagai bagian langit.
Cara Menyaksikan
Untuk menikmati hujan meteor Lyrid, pengamat tidak memerlukan teleskop atau alat bantu khusus. Cukup gunakan mata telanjang dengan bidang pandang luas.
Beberapa tips agar pengamatan maksimal:
- Pilih lokasi gelap dan terbuka
- Hindari cahaya lampu dan layar ponsel
- Biarkan mata beradaptasi dengan kegelapan selama 15–30 menit
- Gunakan alas atau kursi santai untuk kenyamanan
Hujan meteor Lyrid menjadi salah satu fenomena langit yang dinanti setiap April. Dengan waktu yang tepat dan lokasi yang mendukung, masyarakat Indonesia bisa menikmati pertunjukan alam ini secara langsung di langit malam.
Editor : Baehaqi