UNUSA Bekali Santri Ponpes Sunan Drajat Tentang Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Reporter : Redaksi
Mahasiswa UNUSA melakukan penyuluhan di Ponpes Sunan Drajat Lamongan. (Foto: Istimewa)

Lingkaran.net - Menjaga kesehatan paru-paru ternyata tak cukup hanya dengan menghindari rokok. Paparan asap dari pembakaran kayu, arang, hingga bahan bakar tradisional atau biomassa juga dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Kesadaran tersebut coba ditanamkan sejak usia muda oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) kepada para santri Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan.

Baca juga: Korupsi Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rugikan Negara Rp35,7 Miliar

Belum lama ini Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNUSA menggelar edukasi bahaya paparan asap rokok dan biomassa di Pompes Sunan Drajat Lamongan. 

Sebanyak 50 santri mendapatkan edukasi. Tidak hanya itu, mereka juga memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dr. Adyan Donastin, dr., Sp.P, FISR. Para santri mendapatkan pengetahuan mengenai fungsi paru-paru, faktor risiko PPOK, serta dampak paparan asap rokok dan biomassa terhadap saluran pernapasan.

Edukasi juga diarahkan pada langkah sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan paru. Salah satunya dengan menghindari rokok, termasuk asap rokok dari orang lain.

Baca juga: DPRD Jatim Minta Sekolah dan Pesantren Siapkan Layanan Psikolog untuk Anak

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNUSA, Dr. Adyan Donastin, dr., Sp.P, FISR, mengatakan edukasi mengenai bahaya asap rokok dan biomassa penting dilakukan sejak dini. Menurutnya, generasi muda perlu memahami bahwa menjaga kesehatan paru merupakan bagian dari investasi kesehatan jangka panjang.

"PPOK merupakan penyakit yang berkembang secara perlahan dan sering kali baru disadari ketika sudah berada pada tahap lanjut. Oleh karena itu, upaya pencegahan melalui edukasi mengenai bahaya asap rokok, paparan asap biomassa, serta penerapan gaya hidup sehat menjadi langkah yang sangat penting untuk melindungi kesehatan paru," ujarnya.

Selain penyuluhan, tim UNUSA memberikan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus mendorong para santri lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka.

Baca juga: 34 Desa di Lamongan Terendam Banjir Berbulan-bulan, DPRD Jatim Angkat Suara

Para santri juga diingatkan untuk tidak mengabaikan gangguan pernapasan. Keluhan seperti batuk kronis atau sesak napas yang berlangsung dalam waktu lama perlu mendapat pemeriksaan medis agar dapat diketahui penyebabnya sejak awal.

Pondok Pesantren Sunan Drajat menyambut positif kegiatan tersebut. Diharapkan dengan acara ini para santri dapat terus menerapkan pola hidup sehat serta turut memberi edukasi ke masyarakat sekitar.

Editor : Baehaqi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru