PDIP Ingin Rebut Kursi Gubernur Jatim pada Pilkada 2029

Reporter : Alkalifi Abiyu
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah

Lingkaran.net - PDI Perjuangan Jawa Timur mulai memasang target politik lebih besar menghadapi Pemilu 2029. Tak hanya membidik peningkatan perolehan kursi legislatif, partai berlambang banteng moncong putih itu menargetkan kadernya dapat memimpin Jawa Timur sebagai gubernur. 

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah menegaskan target tersebut menjadi komitmen bersama seluruh jajaran partai, mulai dari DPD, DPC hingga fraksi. 

Baca juga: Bukan Sekadar Diskusi, RedTalk 2026 Jadi Panggung Anak Muda Menguliti Persoalan Indonesia

“Kami tidak berhenti pada Pileg 2029. Kami berkomitmen, baik DPD, DPC maupun fraksi, bahwa sudah waktunya PDI Perjuangan Jawa Timur punya gubernur Jawa Timur,” ujar Said saat konsolidasi internal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Surabaya, Minggu (23/8/2026). 

Untuk mewujudkan target tersebut, Said meminta seluruh kader memperkuat kerja politik di tengah masyarakat. Anggota DPR RI, DPRD Jatim hingga DPRD kabupaten/kota didorong lebih aktif turun ke daerah pemilihan masing-masing. 

Menurut Said, konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput terus diperkuat sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.  

PDIP Jatim juga mengandalkan pemetaan berbasis teknologi untuk membaca kekuatan politik hingga tingkat kelurahan dan tempat pemungutan suara (TPS). 

“Kami punya dashboard sendiri. Data pemilih dan kekuatan kami dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga kelurahan sudah terpetakan,” katanya. 

Baca juga: SiLPA APBN 2026 Tembus Rp255,5 Triliun, Banggar DPR: Belum Pernah Terjadi

Pemetaan tersebut akan menjadi dasar evaluasi partai untuk mengidentifikasi wilayah yang masih menjadi basis kuat sekaligus daerah yang membutuhkan penguatan. Aktivitas kader di lapangan juga akan dipantau dan dievaluasi secara berkala. 

Said menegaskan, strategi PDIP Jatim tidak hanya diarahkan untuk mendongkrak perolehan kursi legislatif pada 2029. Konsolidasi juga dipersiapkan untuk menghadapi kontestasi pemilihan kepala daerah. 

Evaluasi kinerja kader nantinya dilakukan secara berkala dengan memanfaatkan teknologi informasi dan survei internal. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengukur sejauh mana aktivitas kader mampu meningkatkan kedekatan partai dengan masyarakat. 

Selain memperkuat kerja politik, Said meminta kader lebih bijak dalam menggunakan ruang publik. Ia mengingatkan agar pemasangan banner partai dikurangi demi menjaga lingkungan. 

Baca juga: Prabowo Blak-blakan soal Kritik PDIP: Kadang Sebelum Tidur Hati Saya Pilu, Tapi Menyelamatkan

Sebagai gantinya, media sosial dioptimalkan untuk menyampaikan aktivitas dan komunikasi politik kader. 

Dengan konsolidasi organisasi, pemetaan kekuatan berbasis data, serta penguatan kerja kader di akar rumput, Said optimistis PDIP Jawa Timur mampu meraih kemenangan pada Pemilu 2029. 

Target akhirnya pun ditegaskan secara terbuka: mengantarkan kader PDI Perjuangan menjadi Gubernur Jawa Timur.

Editor : Setiadi

Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru