Lingkaran.net - Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mulai meramu komposisi kepengurusan partai periode 2026–2031.
Susunan pengurus yang ditargetkan rampung akhir Oktober 2026 itu bukan sekadar agenda organisasi, melainkan menjadi ujian awal bagi suami Arumi Bachsin dalam mengonsolidasikan kekuatan internal Demokrat Jatim setelah kembali terpilih untuk periode kedua.
Baca juga: Demokrat Jatim Belum Rampung Susun Pengurus, Emil: Masih Dibahas dengan DPP
Komposisi kepengurusan mendatang akan menjadi salah satu indikator arah konsolidasi politik Demokrat Jatim di bawah kepemimpinan Emil.
Selain menentukan figur-figur yang akan mendampinginya, penyusunan struktur juga menjadi momentum untuk membangun soliditas kader dan memperkuat mesin partai hingga tingkat kabupaten/kota.
Emil memastikan proses penyusunan kepengurusan tidak akan berlangsung lama. Hal itu disampaikan seusai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur, Kamis (15/10/2026), ketika dikonfirmasi mengenai tindak lanjut mandat formatur yang diterimanya dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
“Enggak lah, enggak lama. Akhir bulanlah,” ujar Emil kepada sejumlah awak media.
Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut menegaskan dirinya langsung bekerja menyusun kepengurusan setelah menerima surat keputusan (SK) formatur. Proses itu, menurutnya, berjalan sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan partai.
“Saya kan baru terima SK (formatur), ya sesuai jangka waktu yang sudah ditentukan, ya sudah saya langsung susun kepengurusan,” katanya.
Emil memperkirakan pelantikan pengurus baru dapat dilaksanakan pada November mendatang. Artinya, dalam waktu relatif singkat, Demokrat Jatim akan memasuki fase baru konsolidasi organisasi di bawah kepemimpinannya.
Aklamasi Bukan Akhir Konsolidasi
Baca juga: Keluhan Influenza A dan ISPA Naik di Sejumlah Daerah Jatim
Emil kembali terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Demokrat Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (29/8/2026).
Sebagai calon tunggal, ia mengantongi dukungan bulat dari 40 pemilik hak suara, terdiri atas 38 Ketua DPC kabupaten/kota serta unsur DPD dan DPP.
Dukungan penuh dalam Musda tersebut menjadi modal politik bagi Emil untuk melanjutkan kepemimpinan.
Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan dukungan dalam forum pemilihan itu berlanjut menjadi soliditas dalam kerja-kerja organisasi.
Di titik inilah penyusunan kepengurusan menjadi penting. Pilihan figur yang masuk dalam struktur akan menentukan bagaimana pembagian peran, koordinasi antarkader, dan efektivitas konsolidasi partai dijalankan selama lima tahun ke depan.
Baca juga: Jatim Jadi Prioritas Operasi Modifikasi Cuaca, Wagub Emil: Kita Lumbung Pangan Nasional
Kepengurusan baru juga akan menjadi gambaran mengenai prioritas Emil dalam membangun Demokrat Jatim. Apakah lebih menekankan penguatan struktur di daerah, regenerasi kader, penguatan organisasi, atau kombinasi dari sejumlah agenda tersebut.
Di tengah dinamika politik Jawa Timur, Demokrat membutuhkan struktur yang bukan hanya lengkap secara administratif, tetapi juga mampu menjaga soliditas internal dan meningkatkan daya saing politik partai.
Karena itu, rampungnya susunan pengurus pada akhir Oktober nanti akan menjadi langkah awal yang dinantikan.
Setelah memperoleh mandat untuk periode kedua, Emil kini menghadapi pekerjaan yang tak kalah penting yakni menyusun barisan, menyatukan kekuatan, dan memastikan kepengurusan baru mampu menerjemahkan dukungan politik menjadi kerja organisasi yang nyata.
Editor : Setiadi