Surabaya, Lingkaran.net - Calon Gubernur Jatim nomor urut tiga Tri Rismaharini menyoroti tidak adanya keberpihakan birokrasi pada persoalan rakyat kecil.
Dia mengatakan, selama blusukan banyak menemukan daerah yang mengalami kekeringan namun tak ada 'cawe-cawe' pemerintah provinsi untuk membantu.
Baca juga: Nama Gus Fawait Mulai Menguat di Bursa Pilgub Jatim 2029, Pengamat Ungkap Peta Kekuatan
Begitu pula pada persoalan petani terhadap ketersediaan pupuk dan harga panen yang diakali tengkulak.
"Saya banyak keliling di Jatim banyak yang kekeringan, butuh air tapi tidak ada siapapun yang datang," ungkapnya dalam gelar debat kedua Pilgub Jatim di Gran City Ballroom, Surabaya, Minggu (3/11/2024) malam.
Risma lantas mempertanyakan kehadiran birokrasi yang selama ini diklaim tanggap namun faktanya sangat berbeda.
Baca juga: Gus Fawait Disiapkan Masuk Bursa Calon Gubernur Jatim, Pernyataannya Buka Banyak Tafsir
"Petani mengeluh tidak adanya pupuk dan tidak ada siapapun yang menangani. Maka dimana kehadiran birokrasinya," sebutnya.
Melihat hal tersebut, dia mengaku miris dan telah menyiapkan beberapa solusi. Mulai dari pengintegrasian Kali Lamong sebagai air bersih dan pencegah banjir, hingga pengoptimalan Bakorwil untuk menjangkau wilayah pelosok, termasuk soal kesehatan warga.
"Penderita sakit kanker tiap bulan harus kemoterapi, harus pergi ke Surabaya tapi biayanya mahal dan tidak ada yang mendengarkan," beber mantan Wali Kota Surabaya 2 periode itu.
Baca juga: Gus Fawait Layak Pimpin Jatim? Bupati Bangkalan Blak-blakan di Hadapan Ribuan Kades
Ia pun berjanji, jika menjadi Gubernur akan memerhatikan hal tersebut. Seperti semboyan partainya, PDI Perjuangan, yakni menangis dan tertawa bersama rakyat.
"Bagaimana kita merasakan penderitaan masyarakat jadi penderitaan kita juga," pungkasnya. (*)
Editor : Redaksi