x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Pembangunan Patung Ayam Sawunggaling Dinilai Tidak Bijak di Tengah Efisiensi

Avatar Hafiahza

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net – eksistensi Patung Ayam Sawunggaling di kawasan Lakarsantri menuai kritik dari Aliansi Arek Suroboyo Bergerak. Pasalnya patung ayam jago yang berdiri di dekat makam dari Raden Sawunggaling itu dinilai tidak menjawab kebutuhan masyarakat. 

Ketua Dewan Pengawas Aliansi Arek Suroboyo Bergerak, Rudi Gaol, menilai langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak tepat di tengah kondisi efisiensi anggaran dan kebutuhan infrastruktur yang lebih mendesak bagi masyarakat.

“Pemerintah Kota Surabaya tidak bijak di tengah-tengah efisiensi,” ujar Rudi, Sabtu (13/9/2025).

Menurutnya, pembangunan patung tersebut justru berpotensi mengaburkan identitas asli Surabaya yang lekat dengan simbol Suro dan Boyo. Ia mempertanyakan relevansi figur ayam dengan jati diri kota pahlawan.

“Pengaburan identitas Surabaya, apa jangan-jangan ada niat untuk membuka sabung ayam menjadi resmi?” tanya Rudi.

Meski begitu, Rudi menegaskan pihaknya tetap menghargai adat dan tradisi masyarakat lokal, khususnya di wilayah Lakarsantri, yang memiliki kearifan budaya sendiri. Namun, ia menilai Pemkot seharusnya lebih selektif dalam memilih simbol yang akan diangkat menjadi ikon kota.

“Kita menghargai adat istiadat masyarakat Wiyung,” tegasnya.

Ia berharap Pemkot Surabaya dapat lebih mengedepankan simbol-simbol historis dan kultural yang benar-benar merepresentasikan identitas kota, sehingga pembangunan ikon baru tidak menimbulkan kontroversi maupun salah tafsir di tengah masyarakat.

Sebelumnya, Camat Lakarsantri Yongky Kuspriyanto Wibowo mengatakan, monumen Ayam Jago ini sebagai penanda cikal bakal berdirinya Kota Surabaya.

Dirinya berharap, adanya monumen tersebut wisata sejarah sekaligus religi di kawasan Lidah Wetan bisa terus meningkat ke depannya. Untuk saat ini, ia menyebutkan, akan terus meningkatkan infrastruktur penunjang lainnya agar kawasan wisata tersebut semakin menarik untuk dikunjungi ke depannya. 

“Harapannya seperti itu, harapannya infrastruktur penunjang lainnya bisa segera dibenahi. Jadi di situ itu butuh taman dan tempat parkir. Dan saya nggak menyangka kalau hasilnya (monumen) sebagus itu, sampai warga itu antusias karena sudah lama menjadi keinginan warga sejak 2023. Akhirnya monumen itu sudah terealisasi di 2025,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).

Artikel Terbaru
Sabtu, 24 Okt 2026 15:38 WIB | Ekbis

Khofifah Tegaskan Investasi Jatim Tak Boleh Abaikan Aspirasi Buruh dan Mahasiswa

Lingkaran.net - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya menjaga iklim investasi tanpa mengabaikan hak masyarakat dalam menyampaikan ...
Sabtu, 24 Okt 2026 10:36 WIB | Ekbis

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Jangan Biarkan Rakyat Antre Pertalite jika Stok Masih Ada

Lingkaran.net - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menyoroti dugaan penghentian penjualan Pertalite saat stok masih tersedia di SPBU ...
Jumat, 23 Okt 2026 17:42 WIB | Umum

Karhutla Jatim Makin Mengkhawatirkan, 77 Persen Lahan Terbakar Berada di Hutan Konservasi

Lingkaran.net - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur kian mengkhawatirkan. Luas lahan yang terbakar mencapai 11.449 hektare, tersebar di 26 ...