x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

DPRD Jatim Desak Jalan Provinsi dan Nasional Bebas Lubang Jelang Mudik Lebaran 2026

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Khusnul Arif, melontarkan peringatan keras kepada jajaran teknis di lapangan. Ia meminta UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Bina Marga bergerak lebih masif memastikan kondisi jalan dan jembatan provinsi benar-benar layak dilalui pemudik. 

“Saya minta PU PJJ Bina Marga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap ruas jalan dan jembatan yang menjadi tanggung jawab Pemprov. Jangan menunggu viral baru bergerak,” tegas Khusnul saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026). 

Ia menekankan pentingnya langkah preventif seperti patching dan penutupan lubang sejak dini. Targetnya jelas: H-7 hingga H+7 Lebaran, ruas jalan provinsi harus bebas lubang. 

Menurutnya, di awal tahun ini memang tidak banyak pekerjaan berkala skala besar di Jawa Timur. Namun, pekerjaan rutin pada badan jalan justru harus diprioritaskan agar kerusakan kecil tidak berkembang menjadi ancaman keselamatan. 

Tak hanya jalan provinsi, Khusnul juga menyoroti kondisi jalan nasional di sejumlah titik yang dinilai memprihatinkan. Beberapa ruas dilaporkan berlubang dan bergelombang, termasuk di jalur protokol Kota Kediri dengan lalu lintas padat serta akses menuju sekolah. 

Ia menyinggung ruas seperti Jalan Hasanudin, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Teuku Umar yang kerap dikeluhkan masyarakat. 

“Kami mendorong Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) melakukan tindakan yang sama. Ini bukan sekadar soal kenyamanan berkendara, tapi menyangkut keselamatan nyawa,” ujar politisi NasDem ini. 

Wilayah Kediri Jadi Perhatian 

Di wilayah kerja UPT PJJ Bina Marga Kediri—meliputi Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, dan Kabupaten Tulungagung, tingkat kemantapan jalan provinsi tercatat mencapai 80 persen pada akhir 2025. 

Meski demikian, Khusnul menegaskan angka kemantapan tidak boleh membuat lengah. Evaluasi lapangan tetap harus dilakukan secara detail, terutama menjelang lonjakan kendaraan saat mudik. 

Di tengah menurunnya kemampuan fiskal Jawa Timur, Komisi D DPRD Jatim mendorong setiap pekerjaan infrastruktur dilakukan dengan perencanaan matang dan penentuan skala prioritas yang terukur. 

“Dengan anggaran terbatas, setiap rupiah harus berdampak langsung. Outcome-nya harus benar-benar dirasakan masyarakat,” tandasnya. 

Komisi D memastikan akan melakukan pengawasan ketat selama masa persiapan mudik. Bagi DPRD, kelancaran dan keselamatan arus Lebaran bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ujian nyata kesigapan pemerintah dalam melindungi warganya di jalan raya.

Artikel Terbaru
Kamis, 16 Jul 2026 22:22 WIB | Umum

MUI Jatim Terbitkan Fatwa Haram Vape

Lingkaran.net - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur resmi mengharamkan penyalahgunaan rokok elektronik (vape) sebagai media penggunaan narkotika, ...
Kamis, 16 Jul 2026 14:20 WIB | Edukasi

Untag Surabaya Jadikan Hasil Pengabdian sebagai Laboratorium Pembelajaran bagi Masyarakat dan Pelajar

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengubah hasil pengabdian kepada masyarakat menjadi ruang belajar terbuka bagi masyarakat. Melalui Pameran Hasi ...
Rabu, 15 Jul 2026 15:50 WIB | Politik & Pemerintahan

70 Persen Partai Politik Sudah Ajukan Pencairan Banpol 2026 Senilai Rp165 Miliar, Ini Pesan Sekdaprov Jatim

Lingkaran.net - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mulai menyalurkan bantuan keuangan partai politik (Banpol) Tahun Anggaran 2026. Total anggaran yang ...