x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Jangan Terlewat, Ini Jadwal dan Lokasi Terbaik Menyaksikan Gerhana Bulan Total Hari Ini

Avatar Redaksi

Hype

Lingkaran.net - Fenomena astronomi Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi pada Selasa (3/2/2026). 

Berdasarkan keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak gerhana diperkirakan berlangsung pada pukul 18.03 WIB dan dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia, selama kondisi cuaca mendukung.

Dinukil dari website BMKG, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan gerhana bulan terjadi akibat dinamisnya posisi matahari, bumi, dan bulan.

“Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah, jika langit cerah, bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” kata Nelly. 

Rangkaian Waktu Gerhana

BMKG mencatat rangkaian gerhana akan berlangsung lebih dari lima jam. Fase gerhana penumbra diperkirakan mulai pukul 15.42 WIB, disusul gerhana sebagian pada pukul 16.50 WIB. 

Fase gerhana total dimulai pukul 18.03 WIB, dengan puncaknya sekitar pukul 18.33 WIB. Totalitas berakhir pukul 19.03 WIB, sementara seluruh rangkaian gerhana diperkirakan selesai sekitar pukul 21.24 WIB.

Durasi fase totalitas berlangsung hampir satu jam, menjadikannya momen terbaik untuk mengamati perubahan warna Bulan.

Wilayah Pengamatan

BMKG menyebutkan gerhana ini dapat disaksikan dari seluruh Indonesia, mulai dari wilayah barat hingga timur. Namun, kualitas pengamatan sangat bergantung pada kondisi cuaca setempat.

Sementara itu, laporan sejumlah pihak menyebutkan bahwa lokasi terbuka dengan pandangan langit ke arah timur menjadi titik ideal untuk menyaksikan fenomena ini. Wilayah pesisir, perbukitan, maupun dataran tinggi dengan minim polusi cahaya direkomendasikan sebagai tempat pengamatan.

Daerah Indonesia bagian timur disebut berpotensi memiliki sudut pandang lebih optimal saat fase total berlangsung karena posisi Bulan relatif lebih tinggi di langit pada waktu tersebut.

Cara Mengamati dengan Aman

Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan aman diamati secara langsung tanpa alat pelindung khusus. Masyarakat dapat menyaksikannya dengan mata telanjang. Namun, penggunaan binokular atau teleskop sederhana dapat membantu melihat detail permukaan Bulan dengan lebih jelas.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk memantau prakiraan cuaca sebelum melakukan pengamatan. Awan tebal atau hujan dapat menghambat visibilitas fenomena tersebut.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi salah satu peristiwa astronomi penting tahun ini yang dapat dinikmati publik tanpa memerlukan peralatan khusus.

Artikel Terbaru
Selasa, 03 Mar 2026 15:06 WIB | Politik & Pemerintahan

Pesan Keras Golkar usai Bupati Pekalongan Fadia Kena OTT KPK

Lingkaran.net - Partai Golkar buka suara terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pekalongan, ...
Selasa, 03 Mar 2026 14:02 WIB | Umum

Sosok Bupati Pekalongan Fadia, dari Penyanyi Dandut ke Panggung Politik

Lingkaran.net - Bupati Pekalongan Fadia A. Rafiq, S.E., M.M.  yang diamankan KPK lahir dengan nama Laila Fathiah pada 23 Mei 1978 di Jakarta. Ia merupakan ...
Selasa, 03 Mar 2026 13:12 WIB | Umum

KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT di Jawa Tengah

Lingkaran.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jawa Tengah, Selasa ...