Lingkaran.net - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 sebagai momentum meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan para lansia.
Peringatan HLUN yang jatuh setiap tanggal 29 Mei tahun ini mengusung tema “Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh”. Tema tersebut menegaskan bahwa para lanjut usia bukan hanya objek perlindungan sosial, tetapi juga sosok yang memiliki pengalaman, keteladanan, dan kontribusi besar bagi pembangunan bangsa.
Sri Wahyuni menilai, ketangguhan lansia harus menjadi inspirasi bagi generasi muda. Menurutnya, para lansia telah melewati berbagai tantangan kehidupan dan tetap mampu memberikan semangat, nasihat, serta nilai-nilai kebijaksanaan di tengah masyarakat.
“Lansia adalah bagian penting dari keluarga dan bangsa. Mereka memiliki pengalaman hidup yang luar biasa, sehingga sudah sepatutnya mendapatkan perhatian, penghormatan, dan ruang untuk tetap aktif serta produktif,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama DPRD Jatim harus terus memperkuat program yang berpihak kepada lansia, mulai dari layanan kesehatan, perlindungan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menurut Sri Wahyuni, Jawa Timur harus menjadi provinsi yang ramah lansia dengan menghadirkan lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman bagi warga lanjut usia.
Selain itu, dukungan keluarga juga dinilai menjadi faktor penting agar para lansia tetap bahagia dan memiliki kualitas hidup yang baik.
“Semangat HLUN 2026 harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa lansia bukan beban pembangunan. Justru mereka adalah sumber inspirasi, penjaga nilai-nilai keluarga, dan bagian dari kekuatan sosial bangsa,” tegasnya.
Peringatan HLUN 2026 sendiri menjadi momentum nasional untuk meningkatkan kepedulian terhadap kualitas hidup lansia di tengah meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia.
Pemerintah juga mendorong berbagai program pelayanan dan pemberdayaan agar lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat.
Editor : Setiadi