x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Karhutla Berdampak ke Sektor Pendidikan Hingga Kesehatan, DPR RI Ini

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi di sejumlah daerah dilakukan dengan koordinasi lintas kementerian.

Hal ini menyusul Karhutla yang berdampak di banyak sektor, khususnya terhadap pendidikan dan kesehatan masyarakat.

“Karhutla saat ini sudah KLB (kondisi luar biasa), dan kami sudah meminta kepada Pemerintah untuk melaksanakan koordinasi,” kata Puan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

“(Koordinasi) bukan hanya bagaimana penanganan Karhutla tersebut, tapi antisipasi terkait masalah kesehatan, pendidikan, dan koordinasi antisipasi setelah karhutlanya selesai,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya menyampaikan perkembangan titik panas dan titik api di 6 provinsi yang dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penambahan titik api terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Sementara itu, untuk Provinsi Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi, titik api relatif menurun. 

Karhutla pun berdampak pada persoalan kesehatan masyarakat di mana menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terdapat peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) buntut kabut asap Karhutla. 

Laporan Kemenkes menunjukkan sekitar 3,4 juta penduduk terdampak Karhutla di tujuh provinsi yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Selain itu, tercatat juga kasus asma, iritasi kulit, dan konjungtivitis.

Karhutla juga memengaruhi aktivitas sekolah di sejumlah daerah. Beberapa daerah sudah memberlakukan pelajaran jarak jauh (PJJ) karena terdampak Karhutla.

Oleh karena itu, Puan menilai penanganan Karhutla tidak cukup hanya dengan penanganan atau pemadaman api. DPR juga akan melakukan pengawasan penanganan Karhutla melalui lintas alat kelengkapan dewan (AKD) atau komisi.

"Kami akan meminta lintas koordinasi pasca penanganan Karhutla ke depan. Jadi nanti di komisi pun kami akan lakukan penanganannya pasca karhutlanya,” jelas Puan.

“Ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tapi memang harus koordinasi bersama. Di kami pun nanti pimpinan akan melakukan rapat koordinasi bagaimana kemudian penanganannya supaya lintas kementerian dan lintas komisi,” sambungnya.

Selain pada sektor pendidikan dan kesehatan, Karhutla juga berdampak terhadap habitat dan lingkungan hidup di sekitar lokasi wilayah yang terbakar. Termasuk ditemukannya Orangutan yang lemas dan tidak sadarkan diri di perkebunan warga Desa Laman Satong, Ketapang, Kalimantan Barat, akibat terpapar asap pekat Karhutla yang menyelimuti habitatnya.

“Ini memang harus dilakukan bersama-sama, karenanya di DPR pun nanti akan lintas komisi dan di pemerintahannya harus lintas kementerian,” terang Puan.

“Koordinasinya itu nggak bisa sendiri-sendiri, koordinasinya itu harus lintas kementerian,” pungkasnya.

Artikel Terbaru
Rabu, 09 Sep 2026 21:31 WIB | Ekbis

Dindik Jatim Dikepras Rp104,5 Miliar, TPG 35.680 Guru Malah Belum Beres

Lingkaran.net - Anggaran pendidikan Jawa Timur justru dikepras Rp104,5 miliar di tengah masih adanya persoalan tambahan Tunjangan Profesi Guru (TPG) senilai ...
Rabu, 09 Sep 2026 15:31 WIB | Politik & Pemerintahan

Setoran BUMD Tembus Rp509 Miliar, Kok Target P-APBD Jatim Malah Turun?

Lingkaran.net - Ada paradoks dalam target penerimaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur di Perubahan APBD (P-APBD) 2026. Saat setoran hasil kinerja ...
Rabu, 09 Sep 2026 12:49 WIB | Politik & Pemerintahan

DTSEN Disorot Fraksi PDIP DPRD Jatim: Warga Miskin Bisa Tersisih Gara-gara Desil

Lingkaran.net - Penentuan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapat sorotan tajam dari Penasihat Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Jawa ...