x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Antrean BBM Mengular di Jember, Pertamina Ungkap Dampak Geopolitik Global

Avatar Alkalifi Abiyu

Ekbis

Lingkaran.net - Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai mengganggu aktivitas masyarakat.

Di tengah keluhan warga yang harus mengantre hingga lebih dari satu jam, Pertamina mengakui dinamika geopolitik global memengaruhi jadwal pengiriman bahan bakar minyak (BBM).

Namun, perusahaan memastikan pasokan BBM untuk wilayah Jember tetap terkendali.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menjelaskan, eskalasi geopolitik internasional berdampak terhadap lalu lintas logistik energi global. Kondisi tersebut turut memengaruhi perubahan rute pelayaran dan ketepatan waktu kedatangan kapal tanker pengangkut BBM.

Meski jadwal pengiriman mengalami penyesuaian, Pertamina menegaskan tidak ada pengurangan kuota maupun volume BBM yang disalurkan ke wilayah Jember.

Di lapangan, antrean panjang masih terlihat di sejumlah SPBU. Sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk pengangkut barang berderet dan meluber ke badan jalan. Antrean didominasi konsumen yang hendak membeli Pertalite.

Kepadatan antara lain terpantau di SPBU kawasan Jalan Ahmad Yani, Kaliwates, Mangli, dan Mastrip.

Sejumlah pengendara mengaku harus menghabiskan waktu sekitar 30 menit hingga lebih dari satu jam untuk mendapatkan BBM.

Samsul Hadi, warga Kecamatan Sumbersari, mengatakan antrean panjang tersebut menyita waktu dan menghambat aktivitas sehari-hari.

“Panjangnya barisan kendaraan membuat kami harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM. Padahal, bahan bakar sangat dibutuhkan untuk menunjang rutinitas harian,” ujar Samsul, Kamis malam (15/10/2026).

Menurut dia, kepadatan di sekitar SPBU juga berdampak terhadap kelancaran lalu lintas. Kondisi itu terutama menyulitkan masyarakat yang harus berangkat bekerja sejak pagi dan bergantung pada kendaraan untuk menunjang mobilitas.

Keluhan serupa disampaikan Haryati, warga Kecamatan Ambulu. Ia berharap distribusi BBM segera kembali normal agar masyarakat tidak terus dibebani waktu tunggu yang panjang.

“Kami sangat berharap situasi ini segera membaik. Antrean seperti ini jelas mengganggu kegiatan sehari-hari. Harapan kami, BBM bisa diperoleh dengan mudah seperti sediakala,” tuturnya.

Panic Buying dan Peralihan Konsumen Jadi Sorotan

Selain persoalan jadwal pengiriman, lonjakan permintaan diduga turut memperparah antrean di sejumlah SPBU. Kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM berpotensi memicu pembelian berlebihan atau panic buying.

Peralihan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite juga disinyalir menambah tekanan permintaan terhadap BBM bersubsidi tersebut.

Kombinasi faktor distribusi dan peningkatan pembelian ini membuat antrean semakin panjang di sejumlah titik.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember menginisiasi koordinasi untuk membentuk satuan tugas (satgas) khusus.

Tim ini disiapkan untuk mengawasi distribusi BBM sekaligus menindak praktik penimbunan dan spekulasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah pihak-pihak tertentu memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan pribadi di tengah kekhawatiran warga terhadap pasokan energi.

Di sisi lain, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan Dinas Perhubungan untuk membantu mengurai antrean serta menertibkan arus lalu lintas di sekitar SPBU.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pembelian secara berlebihan dikhawatirkan justru meningkatkan tekanan permintaan dan memperparah kepadatan antrean.

Di tengah antrean yang mengular, kepastian pasokan dan kelancaran distribusi menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.

Jaminan stok perlu berjalan beriringan dengan distribusi yang tepat waktu agar warga tidak terus menanggung dampak berupa waktu tunggu panjang dan terganggunya aktivitas harian.

Artikel Terbaru
Jumat, 16 Okt 2026 13:27 WIB | Umum

KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp1,9 Miliar dalam OTT Bupati Klaten, Isinya Bikin Geger!

Lingkaran.net - Sebuah tong berwarna biru menjadi salah satu barang bukti yang menyita perhatian dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan ...
Jumat, 16 Okt 2026 13:02 WIB | Politik & Pemerintahan

APBD Jatim 2027 Defisit Rp1 Triliun, Pemprov Andalkan Tambahan Dana Pusat

Lingkaran.net - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menghadapi tantangan menjaga ruang fiskal pada 2027. Dengan proyeksi pendapatan Rp26,40 triliun dan ...
Kamis, 15 Okt 2026 22:24 WIB | Ekbis

Payroll 419 Ribu ASN Terancam Pindah ke Kopdes Merah Putih

Lingkaran.net - Rencana pemerintah pusat mengalihkan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) ...